Penulisan Unsur Serapan Umum dan Khusus EYD Edisi V Lengkap dengan Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Selasa (16/8), Badan Bahasa Kemdikbud telah resmi merilis EYD Edisi V untuk dijadikan pedoman baru dalam berbahasa Indonesia. EYD ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Badan No. 0321/I/BS.00.00/2021.
Mengutip situs Kemdikbud, EYD (Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan) adalah pedoman resmi yang dipergunakan bagi instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar.
Di tahun 2022, EYD Edisi V dikeluarkan untuk menjelaskan kaidah-kaidah tertentu dalam tata kebahasaan. Terdapat sejumlah aturan yang termuat, salah satunya adalah unsur serapan.
Unsur serapan dapat mengintegrasikan bahasa asing menjadi bahasa Indonesia yang pemakaiannya dapat diterima secara umum. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang penulisan unsur serapan umum dan khusus EYD Edisi V selengkapnya untuk Anda.
Penulisan Unsur Serapan Umum dan Khusus EYD Edisi V
Dalam EYD Edisi V, penulisan unsur serapan dibagi menjadi dua jenis, yaitu unsur serapan umum dan khusus. Keduanya memiliki fungsi serupa, yaitu mengintegrasikan kosa kata bahasa asing atau bahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia.
Unsur serapan dapat memudahkan orang awam untuk membaca atau mengeja suatu kata asing. Dirangkum dari situs Kemdikbud, berikut penulisan Unsur Serapan Umum dan Khusus EYD Edisi V selengkapnya:
Penulisan Unsur Serapan Umum
Harakat fatah atau bunyi /a/ (Arab) yang dilafalkan pendek atau panjang menjadi a. Contoh: ‘umrah (ع ْمَرةٌ) menjadi umrah.
Huruf 'ain (ﻉ Arab) pada awal suku kata menjadi a, i, atau u. Contoh: 'ajā'ib (عَجَائِبُ) menjadi ajaib.
Huruf 'ain (ﻉ Arab) pada akhir suku kata menjadi k. Contoh: i'tiqād (اِعْتِقَادٌ) menjadi iktikad.
Huruf hamzah (ء Arab) yang dibaca vokal menjadi a, i, atau u. Contoh: amr (أَمْرٌ) menjadi amar.
Gabungan huruf aa (Belanda) menjadi a. Contoh: baal menjadi bal, octaaf menjadi oktaf, dan paal menjadi pal.
Gabungan huruf ae yang bervariasi dengan e menjadi e. Contoh: aesthetics, esthetic menjadi estetika.
Gabungan huruf ae yang tidak bervariasi dengan e tetap ae. Contoh: taekwondo menjadi taekwondo.
Gabungan huruf ai tetap ai. Contoj: detail menjadi detail.
Gabungan huruf au tetap au. Contoh: caustic menjadi kaustik.
Gabungan huruf bl tetap bl. Contoh: bleganjur (Bali) menjadi bleganjur.
Huruf c (Inggris) yang diikuti a, o, u, atau konsonan menjadi k. Contoh: construction menjadi konstruksi.
Huruf c yang diikuti e, i, oe, atau y menjadi s. Contoh: circulation menjadi sirkulasi.
Gabungan huruf cc yang diikuti o, u, atau konsonan menjadi k. Contoh: accomodation menjadi akomodasi.
Gabungan huruf cc yang diikuti e dan i menjadi ks. Contoh: zucchini menjadi zukini.
Gabungan huruf ch yang diikuti a, o, atau konsonan menjadi k. Contoh: charisma menjadi karisma.
Gabungan huruf ch yang dilafalkan /s/ atau /sy/ menjadi s. Contoh: brochure menjadi brosur.
Gabungan huruf ch yang dilafalkan /c/ menjadi c. Contoh: Kimchi (Korea) menjadi kimci
Gabungan huruf ck menjadi k. Contoh: check menjadi cek.
Gabungan huruf cr (Belanda, Inggris, Prancis) menjadi kr. Contoh: critic menjadi kritik.
Gabungan huruf ct pada akhir kata menjadi k. Contoh: abstract menjadi abstrak.
Penulisan Unsur Serapan Khusus
Deret konsonan pada akhir kata bahasa Arab disisipi vokal yang sama dengan vokal sebelumnya (/a/, /i/, atau /u/) di antara deret konsonan tersebut. Contoh: ‘aqd (عَقْدٌ) menjadi akad.
Deret konsonan pada akhir kata bahasa Arab dapat ditambah vokal /u/. Contoh: fard (فَرْضٌ ) menjadi fardu.
Konsonan ganda diserap menjadi konsonan tunggal. Contoh: allāmah menjadi alamah.
Unsur serapan yang sudah lazim digunakan dan tidak sesuai dengan kaidah umum penulisan unsur serapan tidak diubah. Misalnya: alamat, bengkel, dongkrak, faedah, heran, kabar, kamis, khotbah, koperasi, lafal, dan lain-lain.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Kapan EYD Edisi V dirilis?

Kapan EYD Edisi V dirilis?
Selasa, 16 Agustus 2022.
Apa saja perubahan dalam EYD Edisi V?

Apa saja perubahan dalam EYD Edisi V?
Penambahan kaidah baru, perubahan kaidah yang telah ada, perubahan redaksi, pemindahan kaidah, penghapusan kaidah, perubahan contoh, dan perubahan tata cara penyajian isi.
Apa fungsi unsur serapan?

Apa fungsi unsur serapan?
Unsur serapan berfungsi mengintegrasikan bahasa asing menjadi bahasa Indonesia yang pemakaiannya dapat diterima secara umum.
