Konten dari Pengguna

Penyebab Banjir Bandang di Padang dan Update Kondisi Wilayah Terdampak

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Basarnas evakuasi warga terdampak banjir bandang di Kota Padang, Sumbar, Sabtu (10/10/2026). Foto: Basarnas
zoom-in-whitePerbesar
Basarnas evakuasi warga terdampak banjir bandang di Kota Padang, Sumbar, Sabtu (10/10/2026). Foto: Basarnas

Banjir bandang melanda wilayah Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada tiga kecamatan yang terdampak, yakni Nanggalo, Kuranji, dan Koto Tangah.

Berdasarkan pendataan BPBD per Minggu (11/10), banjir bandang ini berdampak pada sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa. Selain itu, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji.

Banjir bandang ini juga merusak bendungan serta memutus jalan, sehingga menghambat akses menuju wilayah terdampak. Lantas, sebenarnya apa penyebab banjir bandang di Padang? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Penyebab Banjir Bandang di Padang

Basarnas evakuasi warga terdampak banjir bandang di Kota Padang, Sumbar, Sabtu (10/10/2026). Foto: Basarnas

Banjir bandang yang merendam tiga kecamatan di Padang dipicu oleh hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu, 10 Oktober 2026. Berdasarkan data Pos Curah Hujan Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Dingin, curah hujan tercatat mencapai 112 mm dalam enam jam.

Hujan dengan intensitas tinggi berlangsung di wilayah terdampak sejak sekitar pukul 12.00 hingga 14.30 WIB. Hujan deras ini meningkatkan debit aliran Sungai Batang Air Dingin di Koto Tangah dan memicu kerusakan tanggul sehingga terjadi banjir.

Saat banjir terjadi, sejumlah warga dilaporkan terjebak di tengah derasnya arus banjir. Proses penyelamatan pun berlangsung dramatis dengan melibatkan Tim Search and Rescue (SAR) gabungan.

Tim SAR mengevakuasi lebih dari 50 warga yang terjebak banjir di kawasan Koto Tangah akibat meluapnya sungai. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet dan tali untuk menjangkau warga di tengah arus yang deras.

Perkembangan Kondisi Banjir di Padang

Basarnas evakuasi warga terdampak banjir bandang di Kota Padang, Sumbar, Sabtu (10/10/2026). Foto: Basarnas

Data sementara BPBD Provinsi Sumatera Barat per Minggu (11/10), banjir belum surut dan proses pendataan serta evakuasi warga masih berlangsung. Meski begitu, banjir di beberapa wilayah sudah mulai surut, menyisakan endapan tanah lumpur yang terbawa banjir.

Sebagai gambaran terkait seberapa besar dampak banjir bandang yang mengepung tiga kecamatan di Padang, berikut ini data dari laman BNPB:

  • Sebanyak sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa dilaporkan terdampak.

  • Sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji dan tersebar di tiga lokasi, yakni:

    • 367 jiwa di tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga

    • 250 jiwa di Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah

    • 55 jiwa di Warung Jembatan Guo

  • Sebanyak sekitar 120 unit rumah dilaporkan terdampak banjir, dengan rincian satu unit rumah rusak berat dan empat unit rumah rusak sedang.

  • Akses jalan di sekitar lokasi PDAM daerah Guo terputus.

Penanganan banjir bandang ini melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, Basarnas Padang, TNI/Polri, BPBD, Dinas Sosial, relawan, serta masyarakat. Selain melakukan evakuasi, bantuan juga disalurkan kepada pengungsi. Berikut ini sejumlah bantuannya:

  • Bank Nagari dan Bagian Umum Pemerintah Kota Padang menyalurkan 500 bungkus nasi.

  • BPBD Kota Padang menyalurkan 100 selimut.

  • Dinas Sosial Kota Padang menyalurkan:

    • 23 dus mi instan

    • 30 paket makanan anak

    • 30 paket family kit

    • 16 paket pakaian anak

    • 30 unit atau lembar kasur

Baca Juga: Puan Minta Penanganan Banjir Padang Dioptimalkan, Keselamatan Warga Prioritas

(DEL)