Penyebab Blue Fire Kawah Ijen Padam, Ini Informasi Resminya!

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fenomena blue fire di Kawah Ijen kembali mencuri perhatian setelah muncul kabar bahwa pancaran api biru tersebut padam. Hingga kini, kondisinya belum kembali normal, sehingga akses bagi wisatawan pun masih ditutup.
Padamnya blue fire tentu berdampak langsung pada jumlah kunjungan ke Kawah Ijen yang berada di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur. Banyak pelaku wisata yang mengalami kerugian, termasuk pengusaha homestay yang mengeluhkan turunnya jumlah tamu menginap.
Lantas, sebenarnya apa yang membuat blue fire Kawah Ijen padam? Mari simak informasi selengkapnya berikut ini.
Apa Itu Fenomena Blue Fire Kawah Ijen?
Mengutip buku Ekowisata Kawah Ijen: Strategi dan Tantangan Keberlanjutan karya Rangga Pratama Putra dkk., blue fire atau api biru merupakan daya tarik paling ikonik di Kawah Ijen.
Api biru tersebut muncul dari pembakaran gas belerang yang keluar melalui celah-celah vulkanik di sekitar kawah. Ketika gas tersebut bertemu udara dan suhu mencapai sekitar 600 derajat Celsius, terjadilah pembakaran yang menghasilkan nyala api berwarna biru terang.
Keunikan blue fire hanya dapat ditemukan di dua lokasi di dunia, yaitu Kawah Ijen dan Danakil Depression, Ethiopia. Biasanya, cahaya api biru ini paling jelas terlihat di kegelapan malam, dengan waktu terbaik untuk menyaksikannya antara pukul 01.00–04.00 WIB.
Penyebab Blue Fire Padam
Dikutip dari kanal YouTube Indra Visual, padamnya blue fire Kawah Ijen terjadi karena adanya perbaikan pipa belerang di jalur keluarnya gas sulfur. Proses ini membuat aliran gas menjadi terganggu sehingga api biru tidak dapat muncul seperti biasanya.
Akibat perbaikan tersebut, akses menuju area “dapur belerang” dihentikan sementara. Penutupan ini dilakukan untuk mendukung proses perawatan dan perbaikan di area tambang yang selama ini menjadi spot utama wisatawan menyaksikan fenomena blue fire.
Adapun menurut unggahan Instagram @discoverbondowoso, Kepala Resort Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Sigit Hari Wibowo, membenarkan adanya penutupan ini.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari pemberitahuan resmi PT Candi Ngrimbi selaku pengelola tambang belerang.
“Ditutup untuk kegiatan pemeliharaan gorong-gorong saluran sublimisasi teknisi PT Candi Ngrimbi,” ujarnya.
Selama penutupan berlangsung, wisatawan yang datang ke Taman Wisata Alam Kawah Ijen hanya dapat menikmati panorama matahari terbit serta keindahan kawah dari area atas. Sementara itu, fenomena blue fire yang menjadi ikon utama destinasi tersebut untuk sementara waktu belum dapat disaksikan.
Sigit menambahkan, seluruh urusan teknis dan durasi penutupan berada di bawah kewenangan teknisi PT Candi Ngrimbi. Pihak TWA Kawah Ijen masih menunggu hasil koordinasi lanjutan untuk menentukan berapa lama proses perbaikan akan berlangsung.
Pihak TWA Ijen juga menegaskan bahwa fenomena blue fire tidak hilang secara permanen. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, cahaya biru itu merupakan reaksi alami dari gas belerang yang terbakar ketika bertemu udara.
Artinya, selama aktivitas vulkanik Kawah Ijen masih menghasilkan gas belerang, fenomena blue fire tetap berpotensi muncul kembali.
Baca Juga: Harga Ojek Kawah Ijen: Bentuk Kendaraan, Cara Pesan, dan Keunikan
(ANB)
