Penyebab BSU 2025 Belum Cair Walaupun Lolos Verifikasi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sejak Juni 2025. Bantuan ini diberikan kepada pekerja yang telah memenuhi syarat dengan nominal sebesar Rp 600.000.
Kendati demikian, sebagian pekerja yang lolos verifikasi mengeluhkan belum menerima bantuan hingga Juli 2025. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan, apa penyebab BSU 2025 belum cair? Jika Anda termasuk penerima BSU yang belum menerima dana bantuan, simak penjelasannya di bawah ini!
Penyebab BSU 2025 Belum Cair
Pencairan BSU 2025 dinantikan oleh banyak orang, khususnya yang terdaftar sebagai penerima. Merujuk pada laman Kemnaker, BSU merupakan program bantuan dari pemerintah yang diberikan dalam bentuk subsidi uang tunai sebesar Rp 300.000 untuk 2 bulan.
BSU diberikan kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp 3.500.000 yang disalurkan melalui rekening masing-masing penerima bantuan. Status pencairannya bisa dicek secara berkala melalui website Kemnaker RI di bsu.kemnaker.go.id.
Berdasarkan pantauan di akun media sosial Instagram Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), program BSU saat ini sedang dalam tahap pencairan kedua, di mana penyalurannya masih di tahap validasi dan verifikasi data penerima. Nantinya, dana bantuan akan ditransfer secara bertahap kepada penerima.
Ada sejumlah faktor yang menyebabkan BSU 2025 belum cair untuk sejumlah penerima meskipun telah lolos verifikasi. Berikut beberapa di antaranya:
1. Data Masih dalam Proses Sinkronisasi
Salah satu penyebab utama keterlambatan pencairan BSU 2025 adalah proses sinkronisasi data antara Kemnaker dan PT Pos Indonesia yang belum rampung. Meski penerima telah lolos verifikasi, data mereka mungkin belum sepenuhnya terhubung ke sistem aplikasi Pospay. Proses ini memerlukan waktu karena harus memindahkan ribuan data secara bertahap.
2. Akun Pospay Belum Diverifikasi
Jika NIK tidak terdaftar di aplikasi Pospay, bisa jadi akun tersebut belum melalui tahap verifikasi. Dalam banyak kasus, pengguna belum melengkapi informasi pribadi yang diperlukan, seperti unggahan KTP ataupun swafoto.
3. Data Tidak Sesuai dengan Sistem
Ketidaksesuaian antara data di Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan, seperti NIK, nama lengkap, atau tanggal lahir, bisa menjadi penyebab NIK penerima tidak muncul di Pospay. Pastikan semua data sudah sesuai dengan dokumen resmi agar tidak terjadi penolakan atau keterlambatan proses.
4. Penyaluran Lewat Bank Himbara
Tidak semua penerima BSU disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Sebagian lainnya mendapatkan dana bantuan melalui bank Himbara, seperti BRI, BNI, BTN, dan Mandiri. Jika penerima mendapatkan bantuan via jalur perbankan, data tidak akan muncul di aplikasi Pospay.
Selain itu, perlu diperhatikan, bahwa rekening bank Himbara harus aktif. Jika terdapat kesalahan nama atau ketidakcocokan nomor rekening, proses pencairan BSU akan terdunda hingga dilakukan verifikasi ulang oleh pihak bank.
Baca juga: Kenapa BSU 2025 Belum Cair? Ini Alasannya
Syarat Penerima BSU 2025
Tidak semua pekerja bisa menerima BSU 2025. Penerima bantuan harus memenuhi persyaratan sesuai Permenaker 5 tahun 2025, di antaranya:
Warga Negara Indonesia (WNI).
Terdaftar sebagai peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan hingga April 2025.
Menerima gaji paling banyak Rp3.500.000 atau sesuai UMK/UMP di wilayah masing-masing.
Bukan anggota TNI, Polri, atau Aparatur Sipil Negara (ASN).
Tidak sedang menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun anggaran berjalan.
Memiliki rekening aktif di bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, atau BTN).
(SLT)
