Konten dari Pengguna

Penyebab Cacar Api yang Tidak Banyak Diketahui

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cacar api
zoom-in-whitePerbesar
Cacar api

Cacar api merupakan dampak lanjutan dari cacar air. Meskipun gejala cacar air telah hilang, virus varicella-zoster yang jadi penyebabnya belum sepenuhnya hilang dalam tubuh.

Saat tubuh dalam kondisi lemah, virus tersebut dapat aktif kembali untuk menginfeksi dan menimbulkan cacar api. Tidak semua kasus cacar air akan mengalami cacar api setelahnya. Ada beberapa kondisi yang diduga menjadi lebih rentan terkena cacar api.

  • Lansia. Seiring pertumbuhan usia, maka risiko terkena akan semakin meningkat.

  • Orang dengan imunitas rendah, seperti penderita AIDS, pasca operasi tranplantasi organ dan penderita kanker.

Gejala yang ditimbulkan

Gejala awal yang sering menandai virus ini telah aktif kembali adalah merasa tidak enak badan, demam, hingga sakit kepala. Dalam 1-3 hari, mulai muncul ruam yang melepuh di area kulit yang terinfeksi disertai dengan rasa nyeri. Ruam akan sembuh dalam waktu 1-2 minggu.

Akan tetapi, virus ini biasanya menyerang pada satu bagian tubuh saja. Lokasi yang sering kali dijamah olehnya adalah bagian dada, leher atau wajah.

Meskipun penyakit ini tidak membahayakan, rasa nyeri yang ditimbulkan benar-benar membuat tidak nyaman. Oleh sebab itu, penderitanya akan memilih untuk mengobatinya sesegera mungkin.

Ahli geriatrik untuk Kaiser Permanente di Longmont, Colorada, Tracy Lippard, MD, mengatakan bahwa waktu paling baik untuk mengobati cacar api adalah setelah 3 hari kemunculan ruam.

Lain halnya dengan cacar air yang hanya terjadi satu kali, cacar api bisa terjadi lebih dari satu kali. Cacar api tidak dapat menular, namun virus penyebabnya dapat menyebar ke manusia lain, hingga menyebabkan cacar air.

Setelah cacar air sembuh, kemungkinan terjadinya cacar api tidak bisa dihiraukan lagi. Itu karena virusnya sudah berada di dalam tubuh.

Virusnya dapat menular melalui kontak secara langsung dan tidak langsung. Bersentuhan dengan bagian yang terkena cacar dikatakan sebagai kontak langsung. Sedangkan kontak tidak langsung bisa terjadi melalui barang-barang yang terpapar oleh area yang terinfeksi.

Bisa Dicegah atau Tidak?

Pada dasarnya virus varicella-zoster tidak dapat dicegah untuk kembali menginfeksi tubuh. Ia dapat hidup selama bertahun-bertahun dan menetap pada jaringan syaraf tepi. Akan tetapi, vaksinasi dapat dilakukan sebagai cara untuk mengurangi risiko yang ditimbulkannya.

(RAA)