Penyebab Harga Plastik Naik, Imbas Perang di Timur Tengah?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Harga plastik tengah mengalami kenaikan signifikan di pasar Indonesia. Hal ini berdampak langsung pada berbagai sektor, termasuk pelaku usaha yang bergantung pada plastik.
Kenaikan harga plastik tentu tidak terjadi begitu saja. Ada berbagai faktor yang memengaruhinya, salah satunya pasokan bahan baku global yang terganggu akibat ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah.
Untuk memahami lebih lanjut terkait penyebab harga plastik naik yang terjadi akhir-akhir ini, simak informasi lengkapnya dalam artikel berikut.
Penyebab Harga Plastik Naik
Harga plastik di pasaran pada dasarnya bersifat fluktuatif dan jarang bertahan pada satu level dalam jangka waktu lama. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kenaikan harga plastik terbilang cukup signifikan. Berikut sederet penyebab harga plastik naik:
1. Pasokan Bahan Baku Plastik
Faktor pertama penyebab harga plastik naik adalah terganggunya pasokan bahan baku global akibat konflik di Iran. Dikutip dari kumparanBISNIS, Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyebut Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku plastik, khususnya naphta, dari kawasan Timur Tengah.
Sekitar 60 persen kebutuhan naphta nasional dipasok dari wilayah tersebut, sehingga gejolak geopolitik langsung memengaruhi stabilitas harga di dalam negeri.
"Kita itu bahan baku plastik salah satunya adalah naphta. Naphta itu 60 persen kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku yang harus kita impor dari Timur Tengah," ujar Budi dalam konferensi pers di Kantor KSP, Istana, Jakarta, Minggu (5/4).
Budi juga menegaskan bahwa konflik yang melibatkan Iran telah mengganggu rantai pasokan global dan berdampak langsung pada harga plastik di Indonesia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah saat ini tengah mencari alternatif sumber bahan baku plastik.
Dampak gangguan pasokan ini tidak hanya dirasakan Indonesia, tetapi juga sejumlah negara di Asia, seperti Singapura, China, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand.
2. Harga Minyak Bumi
Selain faktor pasokan, kenaikan harga plastik juga dipengaruhi oleh harga minyak bumi. Mengutip vnapex.com, plastik diproduksi dari turunan minyak bumi. Ketika harga minyak naik, biaya produksi plastik ikut meningkat. Sebaliknya, saat harga minyak turun, harga plastik cenderung ikut melemah.
3. Biaya Pengiriman
Faktor berikutnya adalah biaya pengiriman. Bahan baku plastik umumnya melalui berbagai tahapan logistik sebelum sampai ke pelaku usaha.
Ketika biaya transportasi meningkat akibat gangguan pasokan, keterbatasan kontainer, atau hambatan rantai distribusi, maka harga bahan baku impor ikut naik. Kondisi ini mendorong penyesuaian harga plastik di pasar domestik.
4. Permintaan Pasar
Harga plastik juga sangat dipengaruhi oleh hubungan antara penawaran dan permintaan pasar. Saat permintaan meningkat tajam, harga plastik cenderung naik. Sementara itu, ketika pasar melambat dan permintaan menurun, harga plastik biasanya ikut terkoreksi.
Baca Juga: 10 Negara dengan Harga BBM Termahal di Dunia
(NSF)
