Penyebab Kebakaran Gunung Bromo dan Kronologi Kejadiannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, sejak Senin (3/8). Hingga kini, luas area yang terdampak kebakaran terus bertambah dan diperkirakan telah mencapai sekitar 520 hektare.
Akibatnya, kawasan tersebut ditutup total hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kejadian ini pun menjadi perhatian mengingat kawasan Bromo sebelumnya juga pernah dilanda kebakaran besar. Lantas, apa penyebab kebakaran Gunung Bromo kali ini? Berikut penjelasannya.
Penyebab Kebakaran Gunung Bromo
Penyebab pasti kebakaran di kawasan Gunung Bromo masih dalam penyelidikan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS). Meski belum dapat dipastikan, pihak BB-TNBTS menduga kebakaran ini dipicu aktivitas manusia, bukan faktor alam.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan dugaan tersebut muncul berdasarkan lokasi titik awal api yang berada di puncak Tebing Bantengan. Area tersebut merupakan jalur penghubung tradisional antara Desa Arjosari dan Ranu Pani.
"Kemungkinan faktor manusia, bukan alam. Karena di titik awal api itu di puncak tebing Bantengan, di sana ada jalur tradisional yang menghubungkan Desa Arjosari dan Ranu Pani," ujarnya saat ditemui di lokasi kebakaran pada Jumat (7/8), dikutip dari Antara.
Menurut Rudijanta, orang yang melintas di jalur tersebut diduga menyalakan api untuk menghangatkan tubuh karena suhu yang dingin. Bekas bakaran yang belum benar-benar padam itu diduga menjadi awal penyebab terjadinya kebakaran.
"Kadang-kadang orang yang melintas saat dingin, kemudian bikin perapian dan dimungkinkan lupa atau seperti apa, dengan cuaca yang seperti ini angin menjadi pemicu kebakaran, seperti itu yang kita duga,” lanjut Rudijanta.
Meski demikian, dugaan tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui penyelidikan untuk memastikan penyebabnya. Pihak BB-TNBTS juga mengarah pada kemungkinan kejadian yang tidak disengaja, bukan tindakan yang dilakukan dengan tujuan membakar kawasan hutan.
Akibat kejadian ini, aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo ditutup total mulai 8 Agustus 2026 hingga pemberitahuan lebih lanjut. Berdasarkan informasi dari Instagram @bbtnbromotenggersemeru, pintu masuk yang ditutup meliputi:
Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo
Wonokitri, Kabupaten Pasuruan
Jemplang dan Coban Trisula, Kabupaten Malang
Senduro, Kabupaten Lumajang
Pengunjung yang sudah membeli tiket masuk untuk jadwal kunjungan selama masa penutupan dapat mengajukan reschedule atau refund. Untuk prosesnya, calon pengunjung perlu mengisi formulir yang disampaikan melalui admin aplikasi booking online TNBTS.
Riwayat Kebakaran Gunung Bromo
Kebakaran di kawasan Gunung Bromo bukanlah kejadian baru. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kebakaran juga pernah melanda kawasan TNBTS. Berikut beberapa di antaranya:
1. Kebakaran Gunung Bromo Tahun 2024
Berdasarkan informasi dari laman BPBD Kabupaten Pasuruan, kebakaran hutan melanda kawasan TNBTS, tepatnya di area Gunung Batok, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (18/6/2024). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB tersebut meluas ke Desa Mororejo, Podokoyo, dan Dusun Kandangsari.
2. Kebakaran Gunung Bromo Tahun 2023
Blok Savana Watangan atau "Bukit Teletubbies" di kawasan Gunung Bromo sempat terbakar pada 6–15 September 2023. Kebakaran dipicu penggunaan flare oleh pengunjung untuk pemotretan prewedding. Api yang jatuh ke rumput kering kemudian merambat akibat tiupan angin dan menghanguskan setidaknya 504 hektare lahan vegetasi.
3. Kebakaran Gunung Bromo Tahun 2017
Kebakaran juga melanda padang rumput atau sabana di kawasan Gunung Bromo pada Senin (11/9/2017). Data TNBTS mencatat luas lahan yang terbakar mencapai 76 hektare dan tersebar di wilayah Kabupaten Malang, Probolinggo, serta Pasuruan.
Baca juga: Kebakaran Hutan Gunung Bromo Terus Meluas Imbas Angin, Kini Capai 520 Hektare
(RK)
