Penyebab Terjadinya Virus Corona Menurut Ilmuwan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Virus Corona atau SARS-COV-2 sedang menjadi pandemi yang melanda banyak negara di dunia. Cina dan Korea Selatan mulai berhasil memperlambat pernyebaran virus. Namun beberapa negara, termasuk Indonesia, sedang was-was karena peningkatan jumlah penderita yang positif terinfeksi virus Corona.
Berkaca dari merebaknya kasus ini, muncul pertanyaan, apa sebenarnya yang menyebabkan virus Corona? Para ilmuwan berhasil menyusun hipotesis seperti berikut ini:
Dari Pasar Seafood Wuhan
Menurut publikasi John Hopkins Medicine, SARS-COV-2 muncul pertama kali di Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Meskipun para ahli masih menelusuri sumber pasti dari virus corona ini, hipotesis awal menduga bahwa virus mungkin berasal dari pasar makanan laut di Wuhan.
Ini karena beberapa orang yang mengunjungi pasar tersebut dilaporkan mengalami pneumonia yang disebabkan oleh novel coronavirus. Namun, sebuah studi pada 25 Januari 2020 punya catatan berbeda.
Hasilnya menunjukkan bahwa individu dengan kasus yang pertama kali dilaporkan tidak memiliki histori mengunjungi pasar tersebut. Oleh sebab itu, investigasi terus berlangsung.
Dari Kelelawar
Menurut artikel Medical News Today, virus corona umumnya terjadi pada spesies hewan tertentu, seperti sapi dan unta. Namun, virus corona jenis baru ini kemungkinan berasal dari kelelawar.
Masih belum jelas bagaimana persisnya virus ini pertama kali menyebar ke manusia. Beberapa pihak berasumsi bahwa kasus paling awal berasal dari pasar di Wuhan. Ada kemungkinan bahwa kelelawar menularkan virus ke beberapa hewan yang dijual di pasar tersebut.
Hasil Evolusi Alami
Berdasarkan jurnal Nature Medicine yang dikutip Science Daily, para ilmuwan punya argumen lain. Menurut mereka, virus corona yang saat ini menjadi pandemi merupakan hasil evolusi, bukan buatan manusia.
Peneliti berfokus pada reseptor virus, sejenis pengait yang berfungsi mencengkeram sel inang. Sehingga memungkinkan virus untuk membuka celah dan masuk ke sel inang.
Para ilmuwan menemukan bahwa reseptor dari SARS-CoV-2 telah berevolusi untuk secara efektif dapat mengikat sel-sel manusia. SARS-CoV-2 banyak menyerupai virus yang umumnya ditemukan pada kelelawar dan trenggiling.
Namun, diperkirakan penularan virus dari kelelawar ke manusia terjadi melalui perantara. Dan hingga saat ini, penelitian masih terus dilakukan.
(ERA)
