Penyebab Turun Berok Pria dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
3 Agustus 2022 13:47
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi turun berok pria. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi turun berok pria. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Turun berok atau hernia adalah penonjolan pada organ atau struktur tubuh lain melalui dinding yang biasa membatasinya. Sederhananya, hernia adalah kondisi ketika organ keluar dari tempat yang tidak semestinya.
ADVERTISEMENT
Ada beberapa jenis hernia yang dapat dialami penderita. Namun, yang paling sering terjadi adalah jenis hernia inguinalis, yaitu hernia yang terjadi di perut dekat daerah selangkangan.
Mengutip laman Cleveland Clinic, hernia inguinalis lebih berisiko diidap oleh pria. Sebab, terdapat lubang kecil dekat otot pangkal paha pada tubuh pria yang memungkinkan tali spermatika dan pembuluh darah turun ke area testis.
Penyakit ini tidak bisa sembuh dengan sendirinya dan dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa apabila tidak segera ditangani. Untuk memahami lebih jauh tentang turun berok pada pria, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Penyebab Turun Berok Pria

Ilustrasi turun berok pria. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi turun berok pria. Foto: Pixabay
Turun berok pria terjadi akibat lemahnya otot perut karena tekanan berulang. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, misalnya:
ADVERTISEMENT
  • Kebiasaan mengangkat beban berat
  • Batuk atau bersin kronis
  • Kebiasaan merokok
  • Kelebihan berat badan
  • Peningkatan tekanan di dalam perut
  • Kebiasaan mengejan saat buang air besar atau buang air kecil
  • Riwayat penyakit turun berok di keluarga
  • Pernah menjalani pembedahan di area munculnya hernia

Gejala Turun Berok Pria

Turun berok pada pria dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Bahkan, bayi pun berisiko mengalaminya. Mengutip Mayo Clinic, hernia inguinalis pada bayi biasanya disebabkan oleh kelemahan pada dinding perut yang sudah ada sejak lahir.
Terkadang, hernia hanya terlihat saat bayi menangis, batuk, atau mengejan saat buang air besar. Penyakit ini akan menyebabkan nafsu makan bayi berkurang dari biasanya.
Ilustrasi hernia pada pria. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hernia pada pria. Foto: Pixabay
Sementara itu, pada orang dewasa, hernia inguinalis sering kali tidak disadari. Penderita umumnya akan merasakan adanya benjolan di daerah selangkangan.
ADVERTISEMENT
Pada kasus tertentu, tonjolan tersebut dapat meluas sampai ke skrotum sehingga membuat skrotum tampak membesar. Berikut gejala turun berok pria selengkapnya:
  • Tonjolan di kedua sisi tulang kemaluan yang menjadi lebih jelas saat berdiri, batuk, atau mengejan.
  • Sensasi terbakar atau sakit pada tonjolan.
  • Rasa sakit atau tidak nyaman di selangkangan, terutama saat membungkuk, batuk, atau mengangkat beban yang berat.
  • Sensasi berat atau menyeret di selangkangan.
  • Terasa ada tekanan di area selangkangan.
  • Rasa sakit dan bengkak di sekitar testis saat usus yang menonjol turun ke skrotum.
Apabila tonjolan hernia semakin menyakitkan, lebih terlihat saat berdiri, ataupun ketika berubah warna menjadi merah, ungu, atau berwarna gelap, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
(ADS)
ADVERTISEMENT
Apa penyebab turun berok pada pria?
chevron-down
Apa ciri-ciri turun berok pria?
chevron-down
Turun berok pada pria apakah berbahaya?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020