Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menumbuhkan Rasa Identitas Nasional

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah arus globalisasi yang kian berkembang, rasa identitas nasional perlu terus diperkuat, terutama di kalangan generasi muda. Untuk menumbuhkan kembali kesadaran terhadap identitas nasional, diperlukan upaya penanaman nilai-nilai kebangsaan, salah satunya melalui Pendidikan Kewarganegaraan.
Membekali generasi muda dengan Pendidikan Kewarganegaraan dapat membantu mereka memahami nilai-nilai Pancasila, kebangsaan, persatuan, dan keberagaman Indonesia. Pembelajaran tersebut juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran agar generasi muda mengenal dan menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Lantas, apa saja peran pendidikan kewarganegaraan dalam menumbuhkan rasa identitas nasional? Mari simak informasi selengkapnya berikut ini.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menumbuhkan Identitas Nasional
Mengutip jurnal Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membentuk Identitas Nasional di Era Globalisasi Generasi Z karya Yahdini Nurhasanah dkk., berikut beberapa peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam menumbuhkan rasa identitas nasional.
1. Menghadapi Tantangan Globalisasi
Di era globalisasi, upaya mempertahankan identitas nasional menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Masuknya budaya asing melalui media digital dan internet, perkembangan teknologi, serta perubahan gaya hidup dapat memengaruhi cara masyarakat memandang nilai-nilai kebangsaan.
Karena itu, pemahaman mengenai identitas nasional perlu terus diperkuat agar masyarakat tetap mengenal dan menghargai nilai-nilai yang menjadi bagian dari kehidupan bangsa Indonesia.
2. Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila
Pendidikan Kewarganegaraan berperan dalam mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa nilai yang dapat diperkuat melalui Pendidikan Kewarganegaraan antara lain:
Menghargai keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.
Mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air.
Mengembangkan sikap bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
3. Memperkuat Kesadaran sebagai Warga Negara
Pendidikan Kewarganegaraan mendorong individu untuk menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat. Kesadaran tersebut dapat tercermin melalui sikap bertanggung jawab, menghormati orang lain, menaati aturan, serta ikut menjaga persatuan.
Tantangan Pendidikan Kewarganegaraan di Tengah Arus Globalisasi
Di balik pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan, penerapannya dalam kehidupan sehari-hari juga menghadapi sejumlah tantangan. Dikutip dari jurnal Pendidikan Kewarganegaraan di Era Digitalisasi: Tantangan dan Peluang dalam Membentuk Karakter Remaja susunan Alonso Siallagan dkk., berikut beberapa tantangan yang perlu dihadapi:
Derasnya arus informasi - Maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan informasi menyesatkan di media digital membuat peserta didik perlu memiliki kemampuan berpikir kritis serta literasi digital agar mampu memilah informasi dengan bijak.
Individualisme dan berkurangnya interaksi sosial - Tingginya aktivitas di dunia maya dapat mengurangi interaksi sosial secara langsung. Kondisi ini berisiko mengikis nilai toleransi, gotong royong, dan empati yang penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Metode pembelajaran yang kurang inovatif - Penguasaan teknologi yang belum merata serta pembelajaran yang masih cenderung teoritis dapat membuat Pendidikan Kewarganegaraan kurang menarik.
Baca Juga: Apa Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan untuk Mahasiswa? Ini Penjelasannya
(ANB)
