Konten dari Pengguna

Peran Skema Diri Individu dalam Membentuk atau Memperkuat Konsep Diri

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana skema diri yang dimiliki individu dapat membentuk atau memperkuat konsep diri mereka. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana skema diri yang dimiliki individu dapat membentuk atau memperkuat konsep diri mereka. Foto: iStock

Setiap orang memiliki cara pandang dan penilaian tersendiri terhadap dirinya. Pandangan ini yang dikenal sebagai konsep diri.

Menurut Dr. Jahju Hartanti, M.Psi, (2018) dalam buku Konsep Diri: Karakteristik Berbagai Usia, konsep diri merupakan persepsi seseorang tentang siapa dirinya, bagaimana ia berhubungan dengan orang lain, dan bagaimana ia memahami posisinya di dunia.

Membentuk konsep diri yang positif sangat penting karena berpengaruh terhadap kepercayaan diri, pola pikir, serta cara seseorang berinteraksi dengan lingkungannya.

Konsep diri berkaitan dengan lingkungan dan skema diri. Lantas, bagaimana skema diri yang dimiliki individu dapat membentuk atau memperkuat konsep diri mereka?

Peran Skema Diri Individu dalam Membentuk atau Memperkuat Konsep Diri

Ilustrasi bagaimana skema diri yang dimiliki individu dapat membentuk atau memperkuat konsep diri mereka. Foto: iStock

Untuk memahami bagaimana skema diri yang dimiliki individu dapat membentuk atau memperkuat konsep diri mereka, Anda perlu mengenal terlebih dahulu apa itu skema diri.

Skema diri merupakan acuan mental atau pola pikir yang membantu individu memahami dan menafsirkan dunia di sekitarnya. Erin Ana Fitri (2017) dalam penelitian berjudul Hubungan antara Konsep Diri dengan Penerimaan Diri menjelaskan bahwa skema diri mencakup persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri.

Sederhananya, skema diri merupakan persepsi yang membuat Anda berpikir bertubuh atletis, kelebihan berat badan, maupun cerdas. Atau bisa juga bagaimana seseorang mengingat dan mengevaluasi orang lain dan dirinya sendiri.

Sebagai contoh, jika seseorang memiliki skema diri sebagai individu yang atletis, ia akan lebih memperhatikan kondisi fisiknya, tertarik pada kegiatan olahraga, serta cenderung mengingat pengalaman yang berkaitan dengan aktivitas fisik.

Skema diri membantu seseorang memilih informasi yang sesuai dengan persepsi dirinya dan menolak yang tidak relevan. Inilah yang pada akhirnya membentuk dan memperkuat konsep diri seseorang dari waktu ke waktu.

Artinya, memperkuat konsep diri juga berarti memperbaiki skema diri. Individu dapat melakukannya dengan cara lebih banyak melakukan refleksi diri, menerima umpan balik positif, serta bergaul di lingkungan yang suportif.

Hubungan Lingkungan dan Skema Diri

Ilustrasi hubungan lingkungan dan skema diri. Foto: Freepik

Selain skema diri, lingkungan juga berperan besar dalam membentuk konsep diri individu. Lingkungan yang memberikan hal positif, seperti apresiasi, pengakuan, dan rasa aman, akan memperkuat konsep diri yang sehat dan positif pula. Sebaliknya, lingkungan yang penuh kritik, penolakan, atau stigma dapat membentuk konsep diri yang negatif.

Individu yang tumbuh di lingkungan suportif biasanya memiliki kepercayaan diri tinggi, sedangkan mereka yang hidup dalam tekanan sosial atau perasaan tidak diterima akan mengalami kesulitan untuk mengenali dan menghargai dirinya sendiri.

Maka dari itu, lingkungan sosial, baik keluarga, teman, maupun institusi pendidikan, berperan penting dalam membantu individu membangun konsep diri yang kuat dan positif.

Baca juga: 40 Ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda Bahasa Inggris sebagai Referensi

Komponen-Konponen Konsep Diri

Ilustrasi bagaimana skema diri yang dimiliki individu dapat membentuk atau memperkuat konsep diri mereka. Foto: iStock

Hurlock dalam penelitian Suwartina (2023) berjudul Konsep Diri Mahasiswa Jilbab Syar’i, mengemukakan tiga komponen utama konsep diri, yakni:

1. Konsep Diri Dasar

Merupakan pandangan individu terhadap status, peranan, dan kemampuannya sendiri. Aspek ini membantu seseorang memahami sejauh mana dirinya mampu berfungsi dan berperan dalam kehidupan sosial.

2. Diri yang Lain

Aspek ini bersumber dari penilaian dan pandangan orang lain terhadap diri individu. Komentar, reaksi, atau sikap dari lingkungan sosial akan memengaruhi cara seseorang melihat dirinya sendiri. Misalnya, ketika seseorang sering mendapat pujian atas prestasinya, maka itu akan membentuk konsep diri positif.

3. Diri yang Ideal

Ini merupakan gambaran tentang sosok diri yang diharapkan atau dicita-citakan oleh individu. Konsep ini berperan sebagai motivasi untuk berkembang dan memperbaiki diri agar sesuai dengan standar yang diinginkan oleh lingkungannya.

(SLT)