Perbedaan Amin dan Aamiin yang Perlu Dipahami oleh Umat Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi umat Islam, kata dan pelafalan “amin” diucapkan setelah berdoa atau usai mendengar doa orang lain. Ada berbagai penulisan dan pelafalan kata amin yang beredar, yaitu “amin”, “aamin”, “amiin”, dan “aamiin”. Mana yang benar?
Menurut KBBI, kata “amin” bermakna "terimalah" atau "kabulkanlah". Jadi dalam bahasa Indonesia, tulisan “amin” adalah yang benar.
Namun, dalam bahasa Arab, pelafalannya yang berbeda akan menimbulkan makna yang berbeda pula. Jadi, empat versi penulisan “amin” memiliki arti yang berbeda dalam bahasa Arab.
Lalu, apa perbedaan "amin" dan "aamiin"? Simak penjelasan berikut yang dikutip dari buku Tanya Jawab Islam.
Perbedaan Amin dan Aamiin
Dalam bahasa Arab, penulisan kata "amin" ada empat macam, yakni:
1. Amin (آمِيْن)
Dengan alif dan mim sama-sama terbaca pendek, artinya aman atau tentram.
2. Aamin (أٰمِيْنَ)
Dengan alif panjang & mim pendek, artinya meminta perlindungan keamanan.
3. Amiin (أَمِيْنٌ)
Dengan alif pendek & mim panjang, artinya jujur terpercaya.
4. Aamiin ( أٰمِنْ)
Dengan alif dan mim sama-sama panjang, artinya Ya Tuhan, kabulkanlah doa kami.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa penulisan kata untuk mengamini sebuah doa yang benar adalah “aamiin” yang artinya "Ya Tuhan, kabulkanlah doa kami". Rasulullah SAW, sebagai berikut:
وإذا قال – يعني الإمام - ولا الضالين فقولوا آمين يجبكم الله (رواه مسلم)
Artinya: "Jika (Imam) (selesai) membaca “Ghairil maghdhubi alaihim waladh-dhaalliin” maka ucapkanlah: 'Aamiin', niscaya Allah akan mengabulkan doa kalian" (H.R Muslim).
(ANS)
