Konten dari Pengguna

Perbedaan Asam dan Basa Berdasarkan Sifat hingga Manfaatnya

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
22 September 2022 16:52 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi perbedaan asam dan basa. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan asam dan basa. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Berdasarkan zat kandungannya, suatu benda dapat dibedakan menjadi asam dan basa. Asam adalah zat yang dapat menghasilkan ion hidrogen saat dilarutkan ke dalam air, sedangkan basa merupakan zat penghasil ion hidroksida ketika dilarutkan ke dalam air.
ADVERTISEMENT
Kedua zat tersebut sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, asam yang terdapat dalam makanan atau minuman, seperti jeruk, lemon dan tomat. Adapun contoh basa antara lain sabun mandi, sabun cuci, dan sampo.
Asam dan basa dapat dibedakan berdasarkan sifat hingga manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk lebih jelasnya, berikut perbedaan asam dan basa yang dapat disimak.

Perbedaan Asam dan Basa

Ilustrasi larutan asam dan basa. Foto: Pixabay

1. Sifat

Suatu zat dapat digolongkan sebagai asam atau basa berdasarkan sifat-sifatnya. Dijelaskan dalam buku IPA Terpadu SMP dan MTs untuk Kelas VII Semester 1 tulisan Mikrajuddin dkk., asam, sesuai dengan namanya, memiliki rasa asam, sedangkan basa mempunyai rasa yang pahit dan terasa licin jika terkena kulit.
Asam dapat bersifat korosif atau merusak. Beberapa jenis asam bahkan dapat membuat kulit iritasi jika mengenainya. Oleh sebab itu, produk yang mengandung asam bersifat korosif harus mencantumkan peringatan pada kemasannya agar pengguna lebih berhati-hati.
ADVERTISEMENT
Jenis basa tertentu juga dapat merusak kulit. Itu sebabnya sangat dianjurkan memakai sarung tangan karet sebagai pelindung saat berhubungan dengan senyawa tersebut.

2. Perubahan Warna Kertas Lakmus

Perbedaan asam dan basa juga dapat dilihat berdasarkan perubahan warna kertas lakmus. Ada dua macam kertas lakmus, yaitu kertas lakmus berwarna merah dan biru.
Jika setelah dimasukkan ke dalam suatu zat kertas lakmus biru berubah warna biru berubah menjadi merah tapi kertas lakmus merah tidak berubah warna, artinya zat tersebut tergolong asam. Sebaliknya, suatu zat tergolong basa jika kertas lakmus merah berubah warna menjadi biru, tetapi kertas lakmus biru tidak berubah warna.
Perubahan warna kertas lakmus tersebut disebabkan oleh perbedaan pH larutan asam dan basa. Larutan asam memiliki pH lebih kecil dari 7, sedangkan basa lebih besar dari 7.
Ilustrasi senyawa kimia. Foto: Pixabay

3. Ion yang Dihasilkan

ADVERTISEMENT
Seperti yang disebutkan sebelumnya, secara kimia, asam adalah zat yang dapat menghasilkan ion hidrogen di dalam air. Mengutip buku Asam, Basa, dan Garam di Lingkungan Kita oleh M. Yusnita, asam akan terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif.
Berbeda dengan asam, basa dapat menghasilkan ion hidroksida saat dilarutkan ke dalam air. Ion itu terbentuk karena senyawa hidroksida dapat mengikat satu elektron pada saat dimasukkan ke dalam air.

4. Manfaat

Baik asam maupun basa memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kedua senyawa tersebut digunakan dalam industri yang berbeda.
Senyawa asam banyak terkandung dalam bahan makanan dan penyedap masakan, sedangkan basa sering digunakan sebagai bahan baku pembersih lantai, sabun cuci, hingga pasta gigi.
ADVERTISEMENT
(ADS)