Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Konten dari Pengguna
Perbedaan Asam dan Basa Berdasarkan Sifat hingga Manfaatnya
22 September 2022 16:52 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Berdasarkan zat kandungannya, suatu benda dapat dibedakan menjadi asam dan basa. Asam adalah zat yang dapat menghasilkan ion hidrogen saat dilarutkan ke dalam air, sedangkan basa merupakan zat penghasil ion hidroksida ketika dilarutkan ke dalam air.
ADVERTISEMENT
Kedua zat tersebut sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, asam yang terdapat dalam makanan atau minuman, seperti jeruk, lemon dan tomat. Adapun contoh basa antara lain sabun mandi, sabun cuci, dan sampo.
Asam dan basa dapat dibedakan berdasarkan sifat hingga manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk lebih jelasnya, berikut perbedaan asam dan basa yang dapat disimak.
Perbedaan Asam dan Basa
1. Sifat
Suatu zat dapat digolongkan sebagai asam atau basa berdasarkan sifat-sifatnya. Dijelaskan dalam buku IPA Terpadu SMP dan MTs untuk Kelas VII Semester 1 tulisan Mikrajuddin dkk., asam, sesuai dengan namanya, memiliki rasa asam, sedangkan basa mempunyai rasa yang pahit dan terasa licin jika terkena kulit.
Asam dapat bersifat korosif atau merusak. Beberapa jenis asam bahkan dapat membuat kulit iritasi jika mengenainya. Oleh sebab itu, produk yang mengandung asam bersifat korosif harus mencantumkan peringatan pada kemasannya agar pengguna lebih berhati-hati.
ADVERTISEMENT
Jenis basa tertentu juga dapat merusak kulit. Itu sebabnya sangat dianjurkan memakai sarung tangan karet sebagai pelindung saat berhubungan dengan senyawa tersebut.
2. Perubahan Warna Kertas Lakmus
Perbedaan asam dan basa juga dapat dilihat berdasarkan perubahan warna kertas lakmus. Ada dua macam kertas lakmus, yaitu kertas lakmus berwarna merah dan biru.
Jika setelah dimasukkan ke dalam suatu zat kertas lakmus biru berubah warna biru berubah menjadi merah tapi kertas lakmus merah tidak berubah warna, artinya zat tersebut tergolong asam. Sebaliknya, suatu zat tergolong basa jika kertas lakmus merah berubah warna menjadi biru, tetapi kertas lakmus biru tidak berubah warna.
Perubahan warna kertas lakmus tersebut disebabkan oleh perbedaan pH larutan asam dan basa. Larutan asam memiliki pH lebih kecil dari 7, sedangkan basa lebih besar dari 7.
3. Ion yang Dihasilkan
ADVERTISEMENT
Seperti yang disebutkan sebelumnya, secara kimia , asam adalah zat yang dapat menghasilkan ion hidrogen di dalam air. Mengutip buku Asam, Basa, dan Garam di Lingkungan Kita oleh M. Yusnita, asam akan terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif.
Berbeda dengan asam, basa dapat menghasilkan ion hidroksida saat dilarutkan ke dalam air. Ion itu terbentuk karena senyawa hidroksida dapat mengikat satu elektron pada saat dimasukkan ke dalam air.
4. Manfaat
Baik asam maupun basa memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kedua senyawa tersebut digunakan dalam industri yang berbeda.
Senyawa asam banyak terkandung dalam bahan makanan dan penyedap masakan, sedangkan basa sering digunakan sebagai bahan baku pembersih lantai, sabun cuci, hingga pasta gigi.
ADVERTISEMENT
(ADS)