Perbedaan Buku Fiksi dan Nonfiksi dalam Kajian Sastra Bahasa Indonesia

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pengelompokkan jenis buku, terdapat dua istilah yang sudah tidak asing lagi yaitu fiksi dan nonfiksi. Keduanya memiliki perbedaan yang sangat menonjol, bahkan jika dilihat dari pengertiannya.
Sebagai karya sastra yang dinikmati oleh kalangannya, jenis buku tersebut banyak diminati untuk berbagai kepentingan. Baik itu untuk mendapatkan hiburan atau menambah pengetahuan.
Menurut Buku Ajar Apresiasi Prosa Indonesia karya Dina Ramadhanti (2018: 4), pengertian dari buku fiksi adalah cerita rekaan berdasarkan khayalan atau imajinasi seorang pengarang. Contoh dari buku fiksi dapat dilihat pada cerpen, novel, dan roman.
Sementara itu pengertian buku nonfiksi sebagaimana dikutip dalam buku Yuk, Ungkap Idemu Melalui Teks Persuasi hingga Teks Tanggapan oleh Minami Try Astuti (2019: 1), adalah buku yang bersumber dari akal pikiran penulis berdasarkan fakta, data, kejadian, atau rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa buku nonfiksi bersifat faktual. Contohnya adalah esai, otobiografi, jurnal, dan karya tulis ilmiah seperti skripsi, tesis, dan disertasi.
Jika ditelaah lebih lanjut, buku fiksi dan nonfiksi memiliki perbedaan mendasar yang terletak pada isinya. Apabila sebuah teks ditambahkan dengan rekaan dari pengarang, maka termasuk ke dalam buku fiksi. Sedangkan jika teks tersebut berdasarkan fakta maka dikategorikan buku nonfiksi.
Mengutip Buku Ajar Apresiasi Prosa Indonesia karya Dina Ramadhanti (2018: 9), secara spesifik, perbedaan fiksi dan nonfiksi yaitu sebagi berikut.
Karangan Fiksi
Berdasarkan imajinasi pengarang dan bersifat fiktif
Berbentuk cerita pendek, novel, roman, novelet, dan cerita bersambung
Dipengaruhi oleh subyektivitas pengarang
Menggugah perasaan dan membangkitkan emosional pembaca
Mengandung kalimat konotatif dan denotatif yang dapat menimbulkan tafsir beragam.
Karangan Nonfiksi
Berdasarkan fakta, realitas, atau hal yang benar-benar terjadi dalam kehidupan sehari-hari
Berbentuk esai, artikel, resensi, dan opini
Berusaha untuk bersifat objektif, namun menarik dan menggugah nalar serta pikiran pembaca
Kalimat nonfiksi bersifat denotatif agar tidak ada makna yang ganda.
(HDP)
