Perbedaan Cici dan Cece yang Perlu Diketahui, Jangan Sampai Salah!

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagian orang mungkin belum tahu perbedaan cici dan cece, padahal ini cukup penting agar tidak salah penggunaan. Cici dan cece adalah dua kata yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat Tionghoa.
Meskipun cici dan cece memiliki pelafalan yang mirip, ada perbedaan yang jelas dalam penggunaan dan asal-usul kedua kata ini. Lantas, apa saja perbedaannya?
Perbedaan Cici dan Cece
Istilah "cici" dan "cece" berakar dari kata dalam bahasa Mandarin, yaitu "jiejie" (姐姐) yang artinya "kakak perempuan". Dalam pelafalan bahasa Indonesia, kata "jiejie" ini dibaca "ciecie".
Mengutip laman Academic Accelerator, bahasa Mandarin memiliki dialek yang sangat beragam, seperti Hokkian, Hakka, Tiociu, dan Kanton. Setiap dialek tersebut memiliki perbedaan dalam pelafalan kata-kata.
Sebagai contoh, dalam dialek Hokkian, "jiejie" diucapkan sebagai "cici" (dengan huruf C lebih bulat). Sementara dalam dialek Kanton, kata "jiejie" diucapkan sebagai "cece" (C lebih tajam).
Hal tersebut menjadi salah satu penyebab adanya variasi dalam penggunaan dan pelafalan di Indonesia. Karena pengaruh budaya dan penggunaan sehari-hari, pelafalan kata "cici" dan "cece" kemudian mengalami perubahan makna.
Di Indonesia, kata "cici" digunakan sebagai panggilan kepada kakak perempuan yang tidak memiliki hubungan darah. Jadi, untuk memanggil perempuan yang lebih tua dan tidak mempunyai hubungan darah, Anda bisa memanggilnya dengan "cici".
Dalam konteks lokal, penggunaan kata "cici" kemungkinan berasal dari komunitas Tionghoa di Pontianak dan sekitarnya. Hal ini juga berkaitan dengan pengaruh budaya dan tradisi setempat.
Sementara itu, kata "cece" digunakan sebagai panggilan kepada kakak perempuan yang memiliki hubungan darah atau keluarga. Jadi, kata ini dapat dipakai untuk menyebut kakak kandung perempuan atau kerabat keluarga yang lebih tua.
Selain alasan di atas, terdapat beberapa alasan lain mengapa ada perbedaan penggunaan "cici" dan "cece" dalam bahasa Indonesia, di antaranya:
Banyak orang di Indonesia tidak memiliki kemampuan berbahasa Mandarin. Hal ini membuat beberapa orang sulit melafalkan kata "jiejie" dengan benar.
Seseorang sering kali akan menggunakan kata cici atau cece karena pengaruh dari saudara, teman, atau kerabat yang tidak bisa berbicara bahasa Mandarin.
Penggunaan kata cici atau cece mengikuti ucapan saudara, teman, atau kerabat di kalangan masyarakat Tionghoa.
Seiring berjalannya waktu, kedua kata "cici" dan "cece" telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam percakapan sehari-hari di Indonesia, khususnya merujuk pada perempuan keturunan Tionghoa.
Selain itu, masyarakat Indonesia lebih sering menggunakan kata-kata ini dalam komunikasi sehari-hari dibandingkan dengan pelafalan "jiejie" yang benar dalam bahasa Mandarin.
Demikian penjelasan mengenai perbedaan cici dan cece dalam percakapan sehari-hari. Hal ini penting diketahui agar tidak salah penggunaan.
(SFR)
Baca juga: Cara Mengucapkan Imlek dengan Bahasa Mandarin dan Indonesia
