Perbedaan Debit dan Kredit dalam Dunia Akuntansi maupun Perbankan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Debit dan kredit merupakan dua istilah yang sering digunakan dalam dunia akuntansi maupun perbankan. Meski sama-sama berkaitan dengan keuangan, perbedaan debit dan kredit sebenarnya cukup signifikan.
Mengutip buku Akuntansi Keuangan Daerah karya Abdul Halim, debit dan kredit secara sederhana dapat diartikan sebagai pertambahan atau pengurangan jumlah saldo.
Ketentuan umum debit dan kredit ini berlaku dalam pencatatan laporan akuntansi maupun tabungan. Keduanya memiliki hubungan erat yang tidak dapat dipisahkan, sehingga setiap transaksi yang terjadi akan melibatkan debit dan kredit.
Untuk memahami perbedaan keduanya, ada berbagai aspek lain yang perlu diketahui. Bagi Anda yang masih bingung, simak penjelasan lengkapnya dalam ulasan berikut ini.
Perbedaan Debit dan Kredit dalam Akuntansi
Dirangkum dari buku Pengantar Akuntansi Berdasarkan SAK ETAP dan IFRS karya Syaiful Bahri, debit berasal dari kata bahasa Latin yakni "debere" yang berarti pencatatan keuangan di mana aset atau biaya mengalami penambahan.
Serupa dengan debit, kredit juga berasal dari kata bahasa Latin "credere" yang berarti pencatatan keuangan di mana aset mengalami pengurangan, atau hutang menunjukkan peningkatan.
Dalam laporan akuntansi, total transaksi yang dicatat dalam debit dan kredit harus sama sehingga transaksi dapat dikatakan balance atau seimbang. Jika tidak, berarti ada yang salah dari laporan tersebut. Beberapa perbedaan debit dan kredit di antaranya sebagai berikut.
Debit terletak pada sisi kiri akun buku besar, sedangkan kredit berada di sisi kanan.
Seluruh transaksi keuangan yang masuk akan dicatat di akun debit, sementara seluruh transaksi yang keluar akan dicatat pada akun kredit.
Peningkatan akun debit disebabkan oleh pemasukan tunai, inventaris, mesin, perlengkapan, tanah, bangunan, asuransi, dan sebagainya. Di sisi lain, peningkatan akun debit terjadi karena kenaikan dana pemegang saham, biaya pengeluaran, laba ditahan, hutang, dan lain-lain.
Dalam laporan laba rugi, seluruh pengeluaran dan kerugian dicatat dalam debit, sedangkan pendapatan ditulis dalam kredit.
Perbedaan Debit dan Kredit dalam Perbankan
Dalam dunia perbankan, istilah debit dan kredit sering digunakan untuk mencatat seluruh jenis transaksi yang terjadi pada rekening seseorang. Berbeda dengan pembukuan akuntansi, debit di buku tabungan mengacu pada pengurangan nominal uang, sedangkan kredit adalah sebaliknya.
Pengertian debit dan kredit dalam penggunaan sehari-hari juga berbeda dengan yang ada pada buku tabungan. Transaksi debit dapat diartikan sebagai aktivitas menabung sendiri atau menerima uang dari rekening lain, sehingga saldo bertambah.
Adapun transaksi kredit merujuk pada segala aktivitas mengeluarkan uang dari rekening, baik secara online maupun offline, atau meminjam uang secara resmi di bank.
Selain transaksi, istilah debit dan kredit juga dipakai sebagai pilihan produk keuangan yang disediakan suatu bank dalam bentuk kartu. Dihimpun dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berikut adalah beberapa perbedaan antara kartu debit dan kartu kredit.
Kartu debit didapatkan jika nasabah sudah tercatat sebagai pemilik rekening dengan jumlah saldo tertentu. Sedangkan kartu kredit dapat langsung digunakan tanpa wajib memiliki rekening tabungan maupun saldo yang harus dipenuhi.
Kartu debit dapat digunakan untuk berbagai transaksi perbankan di mesin ATM maupun berbelanja di toko yang memiliki mesin gesek elektronik. Sementara itu, kartu kredit hanya dapat dipakai untuk transaksi pembayaran tanpa menggunakan uang tunai.
Secara sederhana, kartu debit dapat dianggap sebagai bentuk ringkas dari rekening tabungan. Sedangkan kartu kredit lebih cocok dianggap sebagai pinjaman yang harus dibayarkan.
(AAA)
Frequently Asked Question Section
Apa saja yang termasuk debit dalam akuntansi?

Apa saja yang termasuk debit dalam akuntansi?
Transaksi yang termasuk debit dalam akuntansi adalah pemasukan tunai, inventaris, mesin, perlengkapan, tanah, bangunan, asuransi, dan sebagainya.
Apa saja yang termasuk kredit dalam akuntansi?

Apa saja yang termasuk kredit dalam akuntansi?
Transaksi yang termasuk kredit dalam akuntansi adalah kenaikan dana pemegang saham, biaya pengeluaran, laba ditahan, utang, dan lain-lain.
Apa yang dimaksud dengan kartu debit?

Apa yang dimaksud dengan kartu debit?
Kartu debit secara sederhana dapat dianggap sebagai bentuk ringkas dari rekening tabungan. Kartu ini didapat jika nasabah sudah tercatat sebagai pemilik rekening dengan jumlah saldo tertentu.
