News
·
5 November 2020 18:41

Perbedaan Electroral College dan Popular Vote dalam Pilpres Amerika Serikat

Konten ini diproduksi oleh Berita Hari Ini
Perbedaan Electroral College dan Popular Vote dalam Pilpres Amerika Serikat  (70919)
Para pemilih mengisi surat suara Pemilu Amerika Serikat di Fairfax, Virginia, Amerika Serikat, Selasa (3/11). Foto: Hannah McKay/REUTERS
Perolehan suara berdasarkan electoral college (lembaga pemilih) pada hari ini, Kamis (5/11) sore masih menunjukkan bahwa capres Partai Demokrat yakni Joe Biden mengungguli Donald Trump. Biden telah mengantongi 243 suara elektoral, sedangkan Trump 214 suara elektoral.
ADVERTISEMENT
Untuk menjadi Presiden Amerika Serikat, kedua kandidat harus mampu mengumpulkan 270 suara dari total 538 suara electors. Sebagai perbandingan, pada pilpres 2016 lalu, Donald Trump berhasil mengantongi 306 suara elektoral, sementara rivalnya yakni Hillary Clinton hanya mampu mengumpulkan 232 suara.
Yang menarik adalah kala itu, Clinton memenangkan popular vote (suara publik) sebanyak lebih dari 65 juta suara, dibandingkan dengan Trump yang hanya memeroleh 62 juta suara. Meski Clinton unggul dengan hampir 3 juta suara, pada akhirnya Donald Trump-lah yang keluar sebagai pemenang.
Pilpres Amerika Serikat ini bisa menjadi hal yang sangat membingungkan bagi orang yang awam dengan politik Negara Paman Sam ini. Sebab, dalam pilpres terdapat istilah electoral college dan popular vote. Apa perbedaannya?
ADVERTISEMENT

Perbedaan Electroral College dan Popular Vote

Di AS, pemenang pilpres tidak ditentukan oleh pemungutan suara publik secara nasional atau popular vote, melainkan melalui sistem electoral college. Di mana Electoral college sendiri adalah badan resmi yang bertugas untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden AS.
Orang yang bertugas di dalamnya disebut electors atau pemilih. Jumlah electors dalam electoral college sama dengan jumlah anggota kongres yang dimiliki oleh suatu negara bagian.
California memiliki jumlah electors terbanyak, yakni 55 suara elektoral, disusul Texas (34) dan New York (31). Sementara negara bagian yang berpenduduk sedikit seperti Wyoming, Alaska, North Dakota, dan Washington DC memiliki 3 suara elektoral.
Total keseluruhan electoral vote di Amerika Serikat ada 538 suara. Oleh sebab itu, untuk memenangkan Pilpres, seorang kandidiat harus mampu mengumpulkan minimal 270 suara elektoral.
ADVERTISEMENT
Lalu, apa gunanya popular vote?
Popular vote adalah suara publik yang dihimpun dari rakyat secara langsung. Nah, suara elektoral diperoleh dari popular vote. Biasanya, negara bagian memberikan semua suara elektoralnya untuk capres yang memenangkan popular vote.
Tidak peduli apakah seorang kandidat menang tipis, ia berhak mengamankan seluruh suara elektoral di negara bagian tersebut. Sebab dalam electoral vote, diberlakukan the winner takes all atau pemenang memperoleh segalanya.
Jadi, misalnya pasangan calon presiden A memeroleh 4 juta suara, sementara pasangan B meraih 3,8 juta suara menurut popular vote, pasangan A berhak atas 55 electoral votes. Jadi, kesimpulannya, popular vote mendukung perolehan electoral college dalam Pilpres Amerika Serikat.
(ERA)