Konten dari Pengguna

Perbedaan Etika, Moral, dan Akhlak Berdasarkan Teori serta Implementasinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi etika Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi etika Foto: Shutterstock

Di dunia akademik, definisi etika, moral, dan akhlak kerap kali disamakan. Padahal, jika ditelurusi lebih dalam, ketiga istilah ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Ki Hajar Dewantara mendefinisikan etika sebagai ilmu yang mempelajari soal kebaikan dan keburukan di dalam hidup manusia. Ini mencakup semua hal, terutama tentang gerak-gerik pikiran dan rasa yang kemudian memunculkan pertimbangan sikap.

Berbeda dengan etika, moral adalah suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari sifat, perangai, kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dikatakan benar, salah, baik dan buruk.

Sedangkan akhlak adalah sikap dalam diri seseorang yang menjadi kebiasaan dan bisa mengarah pada suatu perbuatan. Agar lebih memahaminya, berikut perbedaan etika, moral, dan akhlak selengkapnya yang bisa Anda simak.

Ilustrasi etika, moral, dan akhlak. Foto: Shutter Stock

Perbedaan Etika, Moral, dan Akhlak

Perbedaan etika, moral, dan akhlak bisa dilihat dari makna dan sumber pemikirannya. Etika lebih berbicara soal ilmu yang bersumber pada adat istiadat. Sedangkan moral berupa nilai dan akhlak berupa perangai yang bersumber pada Alquran dan sunnah.

Etika dan moral memiliki sifat yang sama yakni lokal dan temporer. Sedangkan akhlak memiliki sifat yang universal dan abadi. Ini karena akhlak bersumber pada firman Allah yang diterapkan sejak zaman Rasulullah SAW.

Al-Mawardi dalam studinya yang berjudul “Etika, Moral dan Akhlak” menjelaskan perbedaan tiga istilah tersebut dari segi rumpun keilmuan. Menurutnya, akhlak memiliki posisi lebih tinggi dibanding moral dan etika.

Akhlak memiliki keterkaitan dengan ilmu-ilmu lain seperti tasawuf dan fiqih, di mana kedua ilmu itu memiliki hubungan yang erat dan saling membutuhkan. Makna akhlak tidak hanya didasari oleh ucapan dan akal pikiran semata, namun juga melibatkan hati nurani yang terdalam.

Di sisi lain, Althof Berkowitz dan Victor Battistich dalam studinya yang yang berjudul “Moral Education and Character Education: Their Relationship and Roles in Citizenship Education and Character Education, Prevention, and Positive Youth Development” memberikan pandangan lain terhadap perbedaan tiga istilah ini.

Ilustrasi etika, moral, dan akhlak Foto: Thinkstock

Mereka membedakan etika, moral, dan akhlak dari segi teori dan implementasinya. Kedua tokoh ini berargumen, jika moral dan etika diambil dari teori filsafat.

Pada praktiknya, pendidikan moral cenderung memiliki cakupan lebih sempit, yaitu hanya pada perkembangan keilmuan kognitif saja. Sedangkan pendidikan karakter memiliki cakupan lebih luas dan komprehensif meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Kemudian lebih lanjut, akhlak memiliki cakupan yang sangat luas meliputi ilmu agama dan umum yang dipelajari umat manusia. Karena sejumlah perbedaan itu, diperlukan sikap bijak dalam memaknai etika, moral, dan akhlak. Perlu ada diskusi lebih lanjut mengenai konsep pendekatan rasional dan aplikasi dalam pendidikan ketiga istilah tersebut.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu akhlak?

chevron-down

Akhlak adalah sikap dalam diri seseorang yang menjadi kebiasaan dan bisa mengarah pada suatu perbuatan.

Apa yang dimaksud dengan etika?

chevron-down

Etika adalah ilmu yang mempelajari soal kebaikan dan keburukan di dalam hidup manusia. Ini mencakup semua hal, terutama tentang gerak-gerik pikiran dan rasa yang kemudian memunculkan pertimbangan sikap.

Apa perbedaan etika, moral, dan akhlak?

chevron-down

Etika lebih berbicara soal ilmu yang bersumber pada adat istiadat. Sedangkan moral berupa nilai dan ketentuan baik buruk. Kemudian, akhlak berupa perangai yang bersumber pada Alquran dan sunnah.