Konten dari Pengguna

Perbedaan Gelar Doktor dan PhD dalam Bidang Akademik

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perbedaan gelar Doktor dan PhD. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan gelar Doktor dan PhD. Foto: Unsplash

Perbedaan gelar Doktor dan PhD adalah hal yang sering dipertanyakan. Kedua gelar ini diraih setelah seseorang menyelesaikan pendidikan Strata 3 atau S-3.

Jika ingin menempuh pendidikan S-3, seseorang harus menyelesaikan beberapa tingkat pendidikan sebelumnya, yaitu S-1 atau sarjana terapan, kemudian S-2. Setelah itu, pendidikan S-3 dapat ditempuh hingga mendapatkan gelar Doktor (Dr.) atau Doctor of Philosophy (PhD).

Setelah menyelesaikan disertasi S-3, mahasiswa akan mendapat gelar Dr. atau PhD. Meski begitu, ada hal yang membedakan dua gelar ini di dunia akademik. Berikut adalah beda gelar doktor dan PhD.

Perbedaan Gelar Doktor dan PhD

Ilustrasi perbedaan gelar Doktor dan PhD. Foto: Unsplash

Meskipun sama-sama diraih setelah menyelesaikan kuliah S-3 atau doktoral, namun kedua gelar ini memiliki sedikit perbedaan. Lalu, apa beda gelar Doktor dan PhD?

Mengutip laman University of Portsmouth, perbedaan gelar Doktor dan PhD adalah bahwa gelar PhD biasanya merupakan gelar akademik, sedangkan gelar Doktor dapat berupa gelar akademik atau profesional.

Gelar PhD dapat diraih oleh orang-orang yang menyelesaikan pendidikan S-3 di bidang tertentu, seperti bisnis dan manajemen, pendidikan, teknik, hukum, ilmu sosial, dan lain-lain. PhD sendiri merupakan akronim dari Doctor of Philosophy.

Menurut American Psychological Association (APA), gelar PhD ditujukan bagi mahasiswa yang menghasilkan pengetahuan baru melalui penelitian ilmiah.

Skala penelitian ilmiah ini mencakup menyiapkan eksperimen, mengumpulkan data, menerapkan teknik statistik dan analitis, atau mendapatkan pengalaman mengajar.

Hal lain yang membedakan gelar doktor dengan PhD yaitu PhD sangat teoretis dan berfokus pada penelitian. Sementara itu, gelar doktor profesional bersifat praktis dan diarahkan untuk menerapkan penelitian pada lingkungan profesional tertentu.

Gelar Doktor atau Dr. dapat bermacam-macam, tergantung disiplin ilmu yang ditempuh. Beberapa gelar doktor yang populer adalah Doctor of Medicine (MD), Doctor of Optometry (OD), Doctor of Business Administration (DBA), Doctor of Psychology (PsyD), dan Juris Doctor (JD). Doctor of Philosophy atau PhD sendiri juga termasuk salah satu gelar doktor.

Terlepas dari perbedaannya, ada juga beberapa kesamaan antara gelar PhD dan doktor. Kedua gelar tersebut memerlukan penelitian yang signifikan, pemikiran kritis, dan studi independen yang sesuai standar lulusan S-3.

Singkatnya, PhD ditempuh untuk mahasiswa yang ingin lebih banyak belajar tentang riset dan teori. Sementara Dr. akan fokus pada ilmu profesional yang praktikal. Kedua gelar ini ditentukan oleh disiplin ilmu dan kampus masing-masing.

Baca juga: 4 Dampak Positif Komputer di Bidang Pendidikan

Perbedaan Penggunaan Gelar

Ilustrasi perbedaan gelar Doktor dan PhD. Foto: Unsplash

Perbedaan dari kedua gelar ini adalah penggunaannya saat bersanding dengan nama.

Umumnya, gelar Doktor akan menjadi gelar depan di ijazah. Pemegang gelar Doktor akan mendapat Dr. di depan nama lengkapnya. Sementara itu, gelar PhD diletakkan sebagai gelar belakang.

Namun, gelar Doktor juga digunakan sebagai gelar belakang dalam berbagai situasi. Gelar Doctor of Medicine (MD), Doctor of Optometry (OD), Doctor of Business Administration (DBA), Doctor of Psychology (PsyD), dan Juris Doctor (JD) biasanya akan disematkan di belakang nama lengkap.

(TAR)

Baca juga: Mengenal Kegunaan Ilmu Sejarah dalam Bidang Pendidikan