Perbedaan IGD dan UGD dalam Berbagai Aspek Tindakan Darurat di Rumah Sakit

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Bagi masyarakat awam, istilah IGD dan UGD mungkin terdengar sama saja. Padahal, kedua fasilitas rumah sakit ini mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. Salah satunya terletak pada penanganan tindakan darurat yang dilakukan.
Secara umum, ruang IGD maupun UGD sama-sama digunakan untuk menangani pasien yang berada dalam kondisi gawat darurat. Sebagai fasilitas kesehatan darurat, UGD dan IGD wajib buka selama 24 jam dalam tujuh hari.
Pasien gawat darurat yang datang ke IGD atau UGD akan segera mendapatkan penanganan hingga kondisinya membaik. Setelah membaik, pasien biasanya akan dipulangkan atau dipindahkan ke ruang rawat inap, jika memang diperlukan.
Lantas, seperti apa perbedaan IGD dan UGD? Bagaimana perawatan dan fasilitas yang tersedia pada kedua ruangan tersebut? Simak penjelasan lengkapnya dalam tulisan berikut.
Apa Itu IGD?
Dirangkum dari halaman website Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), IGD atau Instalasi Gawat Darurat adalah salah satu bagian dalam rumah sakit yang menyediakan penanganan awal bagi pasien darurat dalam skala yang cukup besar.
Kondisi darurat yang dapat ditangani di ruang IGD adalah masalah medis yang mengancam kelangsungan hidup pasien. Misalnya serangan jantung, stroke, luka tembak, cedera kepala, keracunan, pendarahan, dan sebagainya.
Apa Itu UGD?
Mengutip buku Manajemen Rumah Sakit karya dr. Febri Endra Budi Setyawan, UGD adalah singkatan dari Unit Gawat Darurat. UGD merupakan fasilitas pelayanan medis 24 jam yang menangani pasien gawat darurat dalam ruang lingkup yang lebih kecil.
Kondisi darurat yang dapat ditangani di ruang UGD adalah masalah medis umum seperti nyeri dada, luka sayat, luka bakar ringan, sakit pinggang, diare, muntah-muntah, infeksi saluran pernapasan atas, dan lain sebagainya.
Perbedaan IGD dan UGD di Rumah Sakit
Berdasarkan buku Penanganan Gawat Darurat bagi Perawat Gigi karya Irma HY Siregar, berikut adalah beberapa perbedaan IGD dan UGD dalam berbagai aspek.
1. Lokasi
Dari segi lokasi, umumnya IGD terdapat di rumah sakit skala sedang hingga besar. Sementara itu, UGD sering ditemukan di Puskesmas atau rumah sakit skala kecil.
2. Ruangan
Instalasi Gawat Darurat (IGD) mempunyai ruangan yang lebih luas daripada Unit Gawat Darurat (UGD).
3. Dokter Jaga
Jika UGD hanya dijaga oleh dokter umum selama 24 jam, IGD mempunyai dokter dengan empat keahlian besar yang bertugas selama 24 jam, yaitu spesialis kebidanan, anak, bedah, dan penyakit dalam.
4. Pelayanan
Dari segi pelayanan, UGD menangani kondisi darurat yang sederhana sehingga masih dapat dikerjakan oleh dokter umum. Berbeda halnya dengan IGD yang memiliki dokter spesialis, kondisi darurat yang ditangani jauh lebih rumit daripada UGD.
5. Fasilitas
Peralatan medis penunjang yang terdapat di ruang IGD lebih lengkap dan tersedia untuk berbagai spesialisasi. Sementara di ruang UGD, peralatan medisnya sangat terbatas.
(AAA)
Frequently Asked Question Section
Apa fungsi IGD?

Apa fungsi IGD?
Berdasarkan situs Ikatan Dokter Anak Indonesia, IGD atau Instalasi Gawat Darurat adalah salah satu bagian dalam rumah sakit yang menyediakan penanganan awal bagi pasien darurat dalam skala yang cukup besar.
Apakah IGD harus buka 24 jam?

Apakah IGD harus buka 24 jam?
Sebagai fasilitas kesehatan darurat, UGD dan IGD wajib buka selama 24 jam dalam tujuh hari.
UGD untuk pasien apa?

UGD untuk pasien apa?
Kondisi darurat yang dapat ditangani di ruang UGD adalah masalah medis umum seperti nyeri dada, luka sayat, luka bakar ringan, sakit pinggang, diare, muntah-muntah, infeksi saluran pernapasan atas dan lain sebagainya.
