Konten dari Pengguna

Perbedaan IP dan IPK dalam Kuliah yang Perlu Diketahui Mahasiswa

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perbedaan IP dan IPK. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan IP dan IPK. Foto: Unsplash

Sistem penilaian di tingkat kuliah berbeda dengan yang diterapkan pada tingkat SMA/SMK sederajat. Di tingkat perkuliahan, prestasi mahasiswa dinilai berdasarkan IP dan IPK.

IP dan IPK memiliki nilai berupa angka dengan nominal yang kecil. Angka IP dan IPK dimulai dari 1,0 hingga 4,0. Semakin tinggi IP dan IPK, semakin tinggi pula nilai yang diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Meski sama-sama menunjukkan raihan nilai mahasiswa, IP dan IPK adalah dua hal yang berbeda. Bagi mahasiswa baru yang belum mengetahui apa perbedaan IP dan IPK, simak artikel berikut ini untuk informasi lebih jelasnya.

Perbedaan IP dan IPK

Ilustrasi kuliah. Foto: Unsplash

Pengertian IP dan Cara Menghitungnya

IP dan IPK memang sama-sama merupakan sistem penilaian yang diterapkan perguruan tinggi bagi mahasiswanya. Namun, skala perhitungan keduanya memiliki perbedaan.

IP atau Indeks Prestasi merupakan akumulasi keseluruhan nilai mahasiswa dalam satu semester. Mengutip buku Kuliah, Siapa Takut? oleh Eka Fauzan Rasyid, IP menjadi penentu berapa jumlah SKS yang dapat diambil mahasiswa pada semester berikutnya.

Jika nilai IP yang diperoleh di bawah standar, mahasiswa tidak boleh mengambil SKS penuh. Secara otomatis, mahasiswa bersangkutan harus meninggalkan mata kuliah yang seharusnya bisa diambil dan menyelesaikannya pada semester lain.

Minimal IP untuk pemberian SKS berbeda-beda, tergantung kebijakan masing-masing kampus. Namun, rata-rata perguruan tinggi mematok IP minimal 3,00 bagi mahasiswa untuk bisa mengambil 24 SKS.

Ilustrasi kuliah. Foto: Unsplash

IP bisa dihitung dengan cara mengalikan total bobot SKS setiap mata kuliah dengan bobot nilai yang diperoleh, kemudian dibagi dengan seluruh SKS semester. Apabila dinyatakan dengan rumus perhitungan sederhana, berikut rumusnya:

IP = Jumlah (bobot SKS mata kuliah x bobot nilai) / total SKS semester

Agar lebih mudah memahaminya, perhatikan contoh berikut:

Seorang mahasiswa semester 3 mendapat jatah 20 SKS. Lalu, ia mengambil 10 mata kuliah dengan bobot masing-masing 2 SKS. Nilai huruf yang didapatkan adalah:

  • 4 mata kuliah = A (A A A A)

  • 2 mata kuliah = B (B B)

  • 2 mata kuliah = C (C C)

  • 1 mata kuliah = D

  • 1 mata kuliah = E

Maka, IP yang diperoleh adalah:

IP = (2 x4) + (2 x 4) + (2 x 4) + (2 x 4) + (2 x 3) + (2 x 3) + (2 x 2) + (2 x 2) + (2 x 1) + (2 x 0) / 20

IP = 54/20 = 2,7

Pengertian IPK

Ilustrasi kuliah. Foto: Unsplash

Berbeda dengan IP, IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif adalah perhitungan nilai rata-rata seluruh mata kuliah yang ditempuh sejak semester pertama hingga semester terakhir. Sederhananya, nilai IPK diperoleh dari konversi nilai yang didapatkan ketika ujian.

Mengutip buku Masuk PTN Itu Gampang? tulisan Andhika Putra Sudarman, IPK inilah yang menentukan kelulusan mahasiswa. Jika perolehan nilai IPK yang diraih mahasiswa di bawah standar yang sudah ditetapkan kampus, ia bisa dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang skripsinya.

Selain itu, IPK juga berpengaruh terhadap peluang mendapat pekerjaan. Banyak perusahaan yang menjadikan IPK sebagai salah satu standar dalam menerima karyawan baru. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga nilai IP per semester tetap stabil agar tidak memengaruhi IPK kelulusan.

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apa itu nilai IP kuliah?
chevron-down

IP merupakan singkatan dari Indeks Prestasi.

Apa yang dimaksud dengan IPK?
chevron-down

IPK dalam kuliah adalah singkatan dari Indeks Prestasi Kumulatif.

Apakah IP memengaruhi IPK?
chevron-down

IP yang tinggi di setiap semester akan membuat nilai IPK ikut tinggi.