Perbedaan Kata Baku dan Tidak Baku Lengkap dengan Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata baku dan tidak baku merupakan ragam penggunaan bahasa. Keduanya dapat digunakan dalam lisan maupun tulisan disesuaikan dengan kebutuhan.
Biasanya kata baku digunakan dalam suasana formal atau resmi. Sebaliknya, kata tidak baku dipakai dalam aktivitas informal atau tidak resmi.
Dalam buku Intisari lengkap Bahasa Indonesia Untuk SD, SMP, SMA, dan Umum oleh Moh. Kusnaedi Wasrie, kata baku adalah kata yang cara pengucapan atau penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar atau kaidah yang telah dibakukan. Kaidah tersebut sesuai dengan standar pedoman ejaan yang telah disempurnakan (EYD), tata bahasa baku atau kamus umum.
Sedangkan, kata tidak baku cara pengucapan atau penulisannya tidak memenuhi kaidah-kaidah umum, tidak sesuai dengan pedoman ejaan, tata bahasa atau kamus umum. Kata tidak baku biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan ketika sedang bersama orang-orang terdekat.
Berikut perbedaan kata baku dan tidak baku selengkapnya.
Fungsi Kata Baku
Dalam buku Pedoman Kata Baku & Tidak Baku Dilengkapi Ejaan yang Disempurnakan (EYD) oleh Ernawati Waridah, S.S, fungsi kata baku adalah sebagai berikut:
Pemersatu, pemakaian bahasa baku dapat mempersatukan sekelompok orang menjadi satu kesatuan masyarakat bahasa.
Pemberi kekhasan, pemakaian bahasa baku dapat menjadi pembeda dengan masyarakat pemakai bahasa lainnya.
Pembawa kewibawaan, pemakaian bahasa baku dapat memperlihatkan kewibawaan pemakainya.
Kerangka acuan, bahasa baku menjadi tolak ukur bagi benar tidaknya pemakaian bahasa seseorang atau sekelompok orang.
Contoh Kata Baku dan Tidak Baku
Tidak dipengaruhi bahasa daerah
Baku Tidak baku Saya Gue Merasa Ngerasa Ayah Bokap
Tidak dipengaruhi bahasa asing
Baku Tidak Baku Banyak guru Banyak guru-guru Itu benar Itu adalah benar Kesempatan lain Lain kesempatan
Bukan merupakan ragam bahasa percakapan
Baku Tidak baku Bagaimana Gimana Begitu Gitu Tidak Enggak
Pemakaian imbuhan secara eksplisit
Baku Tidak baku Ia mendengarkan radio Ia dengarkan radio Anak itu menangis Anak itu nangis Kami bermain bola Kami main bola
Pemakaian yang sesuai dengan konteks kalimat
Baku Tidak baku Sehubungan dengan Sehubungan Siapa namamu? Siapa namanya? Seorang pasien Seseorang pasien
Tidak mengandung makna ganda, tidak rancu
Baku Tidak baku Menghemat waktu Mempersingkat waktu Mengatasi berbagai ketinggalan Mengejar ketinggalan
Tidak mengandung arti pleonasme
Baku Tidak baku Para juri Para juri-juri Hadirin Para hadirin Mundur Mundur ke belakang
Tidak mengandung hiperkorek
Baku Tidak baku Khusus Husus Sabtu Saptu Syah Sah
(PDN)
