Perbedaan Long Black dan Americano, Ini Penjelasan dan Manfaatnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Long Black dan Americano adalah dua variasi kopi hitam yang cukup populer di berbagai kedai kopi. Keduanya sama-sama dibuat dari espresso segar yang dipadukan dengan air panas.
Meski bahan dasarnya sama, sebenarnya kedua minuman ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan Long Black dan Americano cukup jelas terlihat, terutama dari cara penyajian, karakter rasa, hingga jumlah air yang digunakan.
Dari perbedaan sederhana itu, cita rasa dan pengalaman menikmati kopi pun bisa terasa berbeda. Tak heran jika banyak penikmat kopi ingin mengetahui lebih dalam tentang keunikan dari masing-masing sajian ini.
Lantas, apa saja perbedaan antara Long Black dan Americano? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Perbedaan Long Black dan Americano
Dikutip dari laman Alliance Coffee SG, perbedaan utama antara Long Black dan Americano terletak pada cara pembuatannya. Long Black dibuat dengan menuangkan air panas terlebih dahulu ke dalam cangkir, lalu menambahkan espresso di atasnya.
Cara ini membuat lapisan krema dari espresso tetap terjaga di permukaan, sehingga rasa dan aromanya pun jadi lebih kuat. Inilah yang menjadi ciri khas Long Black.
Long Black sendiri bisa divariasikan menggunakan single shot maupun double shot. Biasanya, 100-120 ml air panas dituangkan ke dalam cangkir sebelum ditambahkan espresso.
Demi hasil yang maksimal, suhu air panas sebaiknya berada di kisaran 70°C hingga 80°C. Idealnya air dituangkan ke dalam gelas yang sudah hangat.
Berbeda dengan Long Black, Americano dibuat dengan menuangkan air panas secara langsung ke atas espresso. Menurut laman De'Longhi Coffee Lounge, cara ini membuat lapisan krema menjadi lebih tipis atau bahkan hilang, sehingga tampilannya cenderung hitam merata dengan sedikit saja krema di permukaan.
Karena menggunakan air panas lebih banyak dibanding Long Black, cita rasa Americano pun terasa lebih lembut dan tidak terlalu pekat.
Rasa Americano dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti jenis biji kopi, daerah asal, proses pemanggangan, hingga teknik penyeduhan. Umumnya, biji kopi dengan tingkat pemanggangan gelap atau yang dikenal sebagai biji espresso, lebih cocok digunakan agar menghasilkan Americano yang kaya cita rasa.
Awalnya, Americano lahir di Italia dengan nama Café Americano. Konon, barista Italia menyadari bahwa espresso memiliki rasa yang terlalu kuat bagi lidah orang Amerika.
Untuk menyesuaikannya, mereka menambahkan air ke espresso dan menyajikannya di cangkir yang lebih besar. Lalu, terciptalah Americano yang dikenal hingga sekarang.
Manfaat Minum Long Black dan Americano
Mengutip laman Alliance Coffee SG, Long Black maupun Americano dikenal sebagai minuman kopi rendah kalori yang tetap mampu memberikan asupan kafein cukup tinggi.
Kombinasi ini menjadikannya pilihan ideal bagi pecinta kopi yang ingin menjaga kebugaran tanpa khawatir menambah kalori berlebih.
Bagi yang menjalani gaya hidup sehat, kedua jenis kopi hitam ini bisa menjadi alternatif yang tepat. Selain ringan di tubuh, Long Black dan Americano juga membantu menjaga fokus serta memberi energi tambahan.
Baca Juga: 3 Manfaat Kopi untuk Rambut, Benarkah Bisa Mencegah Kerontokan?
(ANB)
