Perbedaan Perlengkapan dan Peralatan dalam Dunia Akuntansi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap kehidupan manusia tidak lepas dari kata perlengkapan dan peralatan. Ini karena setiap manusia membutuhkan perlengkapan dan peralatan untuk melakukan segala sesuatunya.
Meski terkesan hal yang sama, perlengkapan dan peralatan sejatinya adalah hal berbeda. Dalam dunia akuntansi, kedua kata tersebut memiliki makna yang sangat berbeda. Lantas, apa perbedaan perlengkapan dan peralatan?
Pengertian Perlengkapan
Sri Wahyuni Nur menjelaskan dalam buku Akuntansi Dasar: Teori dan Teknik Penyusunan Laporan Keuangan, perlengkapan adalah bahan-bahan yang dibeli perusahaan untuk digunakan dalam operasi perusahaan. Penggunaan perlengkapan biasanya hanya akan bertahan selama 1 tahun.
Itu karena perlengkapan merupakan benda yang habis pakai. Selain itu, berbagai barang yang termasuk ke dalam perlengkapan atau supplies biasanya memiliki bentuk yang cenderung kecil dan tujuannya untuk melengkapi keperluan perusahaan.
Perlengkapan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu perlengkapan kantor dan perlengkapan pabrik. Berikut ini adalah penjelasannya seperti yang dikutip dari laman Accurate:
Perlengkapan Kantor: Perlengkapan kantor atau office supplies adalah barang-barang yang dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas kantor. Contoh: kertas, pulpen, pensil, penghapus, penggaris, rautan pensil, dan berbagai alat tulis lainnya.
Perlengkapan Pabrik: Perlengkapan pabrik atau factory supplies adalah berbagai barang yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan yang ada di pabrik. Contoh sederhananya adalah perlengkapan untuk perawatan mesin produksi.
Pengertian Peralatan
Dalam Buku Ajar Dasar-Dasar Akuntansi oleh Kartomo dan La Sudarman, peralatan adalah barang atau tempat yang digunakan perusahaan untuk mendukung jalannya pekerjaan. Pada umumnya, peralatan berumur lebih lama atau tahan lama jika dibandingkan perlengkapan.
Dalam perusahaan, peralatan juga dibagi menjadi dua jenis, yaitu peralatan besar dan peralatan kecil. Berikut penjelasan lengkapnya seperti yang dikutip dari laman UKIRAMA ERP:
Peralatan Besar: Peralatan besar artinya benda-benda yang termasuk ke dalam aset atau aktiva perusahaan yang bisa dijual kembali. Pembelian peralatan ini nantinya akan dimasukkan ke dalam saldo aktiva tetap agar bisa dihitung penyusutannya. Contoh dari peralatan besar adalah kendaraan, gedung, komputer, dan lain sebagainya.
Peralatan Kecil: Peralatan kecil merupakan material-material kecil yang berperan untuk memperlancar pekerjaan. Contoh dari peralatan kecil adalah gunting, badan streples, obeng, kotak penyimpanan, dan lain sebagainya. Sama seperti peralatan besar, saat pembelian peralatan kecil juga harus dimasukkan ke dalam aktiva tetap.
Perbedaan Perlengkapan dan Peralatan
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan perlengkapan dan peralatan berdasarkan ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
A. Ciri-Ciri Perlengkapan
Barang yang habis pakai, namun tidak memiliki biaya penyusutan;
Perlengkapan tidak bisa dijual kembali;
Memiliki umur pemakaian maksimal satu tahun;
Barangnya relatif lebih kecil;
Bisa digunakan tanpa listrik;
Tujuannya untuk pelengkap operasional;
Pembeliannya akan tercatat dalam laporan keuangan, bukan aktiva lancar.
B. Ciri-Ciri Peralatan
Barang habis pakai dan memiliki biaya penyusutan;
Bisa dijual kembali walaupun harganya menurun dari pembelian awal;
Dapat dipakai lebih dari satu tahun;
Biasanya berukuran lebih besar daripada barang perlengkapan;
Umumnya memerlukan bantuan listrik atau bahan bakar tertentu;
Memiliki peranan yang sangat penting dalam operasional perusahaan;
Pembeliannya akan tercatat di dalam laporan keuangan dan masuk sebagai aktiva tetap.
(NDA)
