Perbedaan Sholat Tarawih 11 dan 23 Rakaat, Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sholat tarawih merupakan ibadah sunah yang dikerjakan selama bulan Ramadhan. Dalam pelaksanaanya, ibadah ini memiliki keberagaman dalam jumlah bilangan rakaat, yakni terbagi menjadi 11 rakaat dan 23 rakaat.
Lantas, apa perbedaan sholat tarawih 11 dan 23 rakaat? Perbedaan ini sebenarnya terletak pada dasar hadist yang digunakan dan tata cara pembagian jumlah rakaat beserta salamnya. Agar lebih paham, simak pembahasan lengkapnya berikut ini!
Perbedaan Sholat Tarawih 11 dan 23 Rakaat
Di Indonesia, umat Islam mengerjakan sholat tarawih dalam dua pilihan jumlah rakaat, yaitu 11 rakaat dan 23 rakaat. Keduanya memiliki dasar atau dalil yang kuat dalam sejarah Islam sehingga tidak perlu dipertentangkan.
Mengutip buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar (2007) oleh Neni Nuraeni, berikut penjelasan mengenai perbedaan dasar dari kedua pelaksanaannya:
1. Sholat Tarawih 11 Rakaat
Pendapat pertama mengatakan sholat tarawih dilaksanakan sebanyak 8 rakaat dan ditambah 3 rakaat sholat witir sehingga berjumlah 11 rakaat. Pendapat ini berdasarkan keterangan dari istri Rasulullah, 'Aisyah r.a. yang menuturkan:
"Nabi Saw. tidak pernah menambah shalat sunnahnya pada waktu malam, baik pada bulan Ramadhan maupun pada bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat." (H.R. Jama'ah).
Adapun cara pelaksanaannya bisa dilakukan dengan satu kali salam setiap dua rakaat, atau bisa juga setiap empat rakaat. Setelah itu, barulah ditutup dengan sholat witir sebanyak tiga rakaat.
2. Sholat Tarawih 23 Rakaat
Pendapat kedua mengatakan sholat tarawih dilaksanakan sebanyak 20 rakaat dan ditambah 3 rakaat sholat witir sehingga berjumlah 23 rakaat. Hal ini berdasarkan riwayat Baihaqi dari Assaib bin Yazid r.a. yang berkata:
"Mereka melaksanakan shalat 20 raka'at di zaman Khalifah Umar bin Khattab r.a., mereka yang ikut shalat jumlahnya ratusan. Dan di zaman Khalifah Usman mereka bersandar karena lamanya berdiri." (H.R. Al-Baihaqi).
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tarawih
Gerakan dan bacaan dalam sholat tarawih sama seperti sholat sunnah lainnya. Perbedaannya hanya terletak pada niat, jumlah rakaat, serta adanya jeda di setiap dua kali salam.
Sholat tarawih 11 rakaat dilaksanakan dengan formasi 2 rakaat satu salam, diulang sebanyak 4 kali hingga genap 8 rakaat, kemudian ditutup dengan sholat witir 3 rakaat. Berikut urutannya.
Niat dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
Takbiratul ihram dengan mengucapkan Allahu Akbar sambil mengangkat kedua tangan sejajar telinga.
Membaca doa iftitah.
Membaca Surah Al-Fatihah.
Membaca surat pendek dari Al-Qur'an.
Rukuk dengan tumaninah (tenang, tidak tergesa-gesa).
I'tidal dengan tumaninah.
Sujud pertama dengan tumaninah.
Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah.
Sujud kedua dengan tumaninah.
Duduk istirahat sejenak sebelum bangkit ke rakaat kedua.
Bangkit berdiri untuk mengerjakan rakaat kedua dengan urutan yang sama.
Tasyahud akhir, kemudian salam kanan dan kiri.
Langkah di atas diulang sebanyak 4 kali (salam ke-1, ke-2, ke-3, dan ke-4) hingga genap 8 rakaat. Di setiap dua kali salam, disunnahkan untuk beristirahat sejenak sambil membaca istighfar, shalawat, atau doa singkat.
Sementara itu, pelaksanaan sholat tarawih 23 rakaat dilakukan dengan masing-masing 2 rakaat salam sebanyak 10 kali, kemudian ditambah dengan 3 rakaat witir. Tata cara gerakannya sama persis dengan 11 rakaat, hanya berbeda pada jumlah pengulangannya.
Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.
Cek informasi selengkapnya di kum.pr/ramadan2026.
Baca juga: Doa Hari Ke-2 Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
