Perbedaan Syirik dan Musyrik dalam Agama Islam beserta Contoh Perbuatannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Istilah syirik dalam agama Islam seringkali dikaitkan dengan kata musyrik. Meski sama-sama perbuatan yang dilarang Allah SWT, keduanya adalah hal yang berbeda. Lantas, apa perbedaan syirik dan musyrik?
Menurut Abdul Jamil Wahab dalam Harmoni di Negeri Seribu Agama, syirik secara historis merujuk pada perilaku orang Mekkah yang menyembah objek-objek fisik, seperti patung atau benda keramat sebagai entitas yang sakral.
Sementara itu, musyrik dalam konteks masyarakat Arab adalah mereka yang menyembah patung. Setiap orang yang masih memercayai adanya Tuhan, baik Yahudi, Nasrani, dan lainnya, tidak termasuk kategori musyrik karena mereka tidak menyekutukan Tuhan.
Untuk memahami lebih dalam mengenai perbedaan syirik dan musyrik, simak penjelasannya dalam ulasan berikut ini.
Arti Syirik dalam Islam
Mengutip buku Aqidah dan Etika Dalam Biologi karya Safrida dan Dewi Andayani, syirik berasal dari kata syarika, yasyraku, syarikan, yang berarti “bercampur”, “bergabung”, atau “mempersekutukan”.
Secara terminologi, syirik adalah perbuatan mempersekutukan Allah SWT dengan makhluk selain-Nya, baik secara langsung atau terselubung. Perilaku syirik dalam agama Islam merupakan dosa besar. Dalam Al-Quran Surat An-Nisa ayat 48, Allah SWT berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا
Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa [4]:48)
Tanda-tanda perbuatan syirik yang paling mencolok di antaranya adalah berjalan bukan di jalan Allah, berusaha demi selain Allah, menjalankan serikat dengan selain Allah, menyokong kegiatan yang tidak diridai Allah, dan gentar terhadap selain Allah.
Arti Musyrik dalam Islam
Riziem Aizid dalam buku Dosa-Dosa Jariah menjelaskan bahwa musyrik adalah orang yang menyekutukan Allah SWT. Istilah ini merujuk pada mereka yang memalingkan diri dari Allah dalam hal kepercayaan, ucapan, maupun perbuatan.
Jika mengacu pada pengertian tersebut, para Ahli Kitab (sebutan orang Yahudi dan Nasrani di dalam Al-Quran) dapat dikatakan sebagai musyrik karena mereka tidak mengimani Allah dan Nabi Muhammad sebagai rasul terakhir.
Namun, beberapa ulama menentang pendapat bahwa Ahli Kitab tergolong musyrik sebab mereka tidak menyekutukan Tuhannya. Satu hal yang pasti, musyrik adalah dosa besar yang sangat dilarang Allah sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Luqman ayat 13:
وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
Artinya : “Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar".”
Perbedaan Syirik dan Musyrik
Pada dasarnya, syirik dan musyrik merupakan satu-kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kedua istilah tersebut menunjukkan perbuatan kafir dengan dosa yang sangat besar.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa syirik adalah perbuatan menyekutukan dan menyembah selain Allah SWT, sedangkan musyrik merujuk pada orang atau kelompok yang melakukan perbuatan syirik.
Contoh Perbuatan Syirik
Dirangkum dari buku Hamba-Hamba yang Selamat dari Tipu Daya Musuhnya karya Syekh Ibnu Hasan Bisry At-Turjani, beberapa contoh perbuatan syirik yang dilakukan oleh orang-orang musyrik di antaranya:
Melakukan ibadah yang sangat tidak sesuai dengan akidah Islam dan lebih memilih untuk mengikuti ajaran nenek moyang.
Mengaku Islam, tetapi amal ibadah dan perbuatannya tidak mencerminkan seorang Muslim. Meski bersyahadat, sholat, dan puasa, mereka tetap percaya kepada hal-hal mistis dan benda-benda yang dianggap gaib.
Mengunjungi tempat-tempat keramat seperti kuburan para wali, gua, dan sebagainya bukan untuk berziarah, melainkan ingin memohon berkah dari leluhur di tempat-tempat tersebut.
Mendatangi peramal untuk menanyakan hal-hal gaib yang akan terjadi di masa depan
Meminta bantuan kepada dukun untuk menyembuhkan penyakit, menolak kejahatan, dan sebagainya.
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud syirik?

Apa yang dimaksud syirik?
Secara terminologi, syirik adalah perbuatan mempersekutukan Allah SWT dengan makhluk selain-Nya, baik secara langsung atau terselubung.
Apa yang dimaksud musyrik?

Apa yang dimaksud musyrik?
Musyrik diartikan sebagai orang yang menyekutukan Allah SWT.
Apa contoh perbuatan syirik?

Apa contoh perbuatan syirik?
Salah satu contoh perbuatan syirik adalah meminta bantuan kepada dukun untuk menyembuhkan penyakit, menolak kejahatan, dan sebagainya.
(AAA)
