Perbedaan Takdir Mubram dan Takdir Muallaq dalam Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejak sebelum manusia lahir, Allah SWT telah menggariskan takdir yang akan menentukan hidup seseorang di dunia. Tidak ada satu hal pun yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi kecuali telah tercatat dalam lauhul mahfudz.
Ini adalah bagian dari kekuasaan Allah SWT. Oleh sebab itu, memercayai takdir merupakan salah satu rukun iman dalam Islam. Namun, keberadaan takdir bukan berarti menghilangkan upaya manusia untuk dapat mengusahakan sesuatu yang baik bagi dirinya.
Salah satu ayat yang mencerminkan kemampuan manusia adalah surat Al Baqarah ayat 286 yang berbunyi:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya”.
Takdir dalam Islam ada dua macam, yaitu takdir muallaq dan takdir mubram. Apa perbedaannya? Simak penjelasannya berikut ini:
Takdir Muallaq
Takdir muallaq secara harfiah diterjemahkan sebagai sesuatu yang digantungkan. Jadi takdir muallaq merupakan ketentuan Allah SWT yang mengikutsertakan peran manusia melalui usaha atau ikhtiarnya. Manusia berusaha sementara hasil akhirnya akan ditentukan oleh Allah SWT. Hal ini sesuai firman Allah yang berbunyi:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah diri mereka sendiri” –Q.S Ar-Ra’du ayat 11.
Contoh takdir muallaq adalah:
Jika seseorang ingin memiliki kesehatan yang baik, ia harus mengupayakannya dengan olahraga dan menjaga kebersihan
Jika seseorang ingin pandai maka harus belajar dengan giat.
Jika seseorang ingin memiliki uang yang cukup maka ia harus bekerja keras.
Luasnya jaringan pertemanan karena sifat kita yang ramah dan baik kepada semua orang
Takdir Mubram
Takdir mubram adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari atau sudah pasti. Jadi takdir mubram merupakan ketentuan mutlak dari Allah SWT yang pasti terjadi dan manusia tidak diberi peran untuk mewujudkannya.
Beberapa contoh takdir mubram yakni:
Waktu, cara, dan tempat kematian
Bencana alam
Ras manusia
Meski takdir mubram tidak dapat dihindari, menurut Syekh M Ibrahim Al-Baijuri dalam Tuhfatul Murid ala Jauharatit Tauhid, doa dipercaya dapat meminimalisir dampak bala yang timbul karena takdir mubram.
“Adapun perihal pertama (qadha mubram), (peran) doa meskipun tidak dapat menghilangkan bala, tetapi Allah mendatangkan kelembutan-Nya untuk mereka yang berdoa. Misalnya, ketika Allah menentukan qadha mubram kepada seseorang, yaitu kecelakaan berupa tertimpa batu besar, ketika seseorang berdoa kepada Allah, maka kelembutan Allah datang kepadanya, yaitu batu besar yang jatuh menimpanya menjadi remuk berkeping-keping sehingga dirasakan olehnya sebagai butiran pasir saja yang jatuh menimpanya,” (Syekh M Ibrahim Al-Baijuri, Tuhfatul Murid ala Jauharatit Tauhid)
(ERA)
