Perbedaan Tema dan Judul serta Topik yang Perlu Diperhatikan dalam Karya Tulis

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada dasarnya, tema, judul, dan topik mempunyai makna yang hampir sama. Karena itu, banyak orang kerap mengalami kekeliruan dalam memahami ketiga hal tersebut.
Secara umum, ketiganya dapat dimaknai sebagai pokok pembicaraan dalam sebuah diskusi atau dialog, pokok pikiran suatu tulisan, karangan, makalah, buku, dan karya tulis lainnya. Namun, tema, judul, dan topik sejatinya memiliki pengertian berbeda yang berpengaruh pada penggunaannya.
Menyadur buku Metode Penelitian Untuk Perguruan Tinggi, judul merupakan nama yang digunakan sebagai identitas atau cermin dari jiwa sebuah karya tulis untuk menjelaskan dan menarik perhatian pembaca. Judul biasa disebut dengan lukisan singkat suatu tulisan karena dibuat dengan padat dan ringkas.
Tema adalah amanat utama atau pokok bahasan yang disampaikan penulis untuk menentukan arah tulisan atau tujuan dari sebuah karya tulis. Sedangkan topik merupakan pokok pembicaraan atau sesuatu hal yang menjadi landasan penulisan sebuah karya tulis.
Perbedaan Tema dan Judul serta Topik
Tema, judul, dan topik harus ditempatkan dengan benar dan sesuai dengan kegunaannya. Maka dari itu, penting bagi seorang penulis untuk mengetahui perbedaan cara menggunakannya. Berikut perbedaan tema, judul, dan topik dari segi syarat penyusunannya yang ternukil dalam buku Jelajah ke Negeri Sastra karangan Wiwit Musaadah.
1. Tema
Pengambilan tema harus mempertimbangkan kemampuan penulis sebagai dasar dalam pembuatan tulisan. Berikut syarat-syarat menyusun tema yang baik:
Menarik perhatian penulis; tema semacam ini akan mempermudah penulis untuk mencari data dan menyelesaikan karya tulis.
Diketahui dengan baik; penulis disarankan untuk mengambil tema yang dikuasai agar tulisan dapat mengedukasi.
Ambil tema yang mudah; ambil tema yang memiliki banyak referensi untuk mempermudah proses penulisan.
Ruang lingkup terbatas; tema yang terlalu luas akan membuat tulisan tidak mendetail.
2. Judul
Pembuatan judul oleh penulis harus mengikuti selera pembaca agar menarik perhatian. Berikut syarat-syarat menyusun judul yang baik:
Asli; penulis tidak boleh menggunakan judul yang sudah pernah ada, apabila terpaksa maka harus mencari sinonimnya.
Relevan; judul harus relevan dengan karya tulis, harus mempunyai hubungan dengan temanya.
Provokatif; judul harus menarik perhatian pembaca dan tidak boleh terlalu sederhana.
Singkat; judul tidak boleh bertele-tele, harus langsung pada inti tulisan.
Berbentuk frasa
Judul harus kapital; awal kata dalam judul harus kapital, kecuali konjungsi dan preposisi.
Logis; judul yang logis akan meningkatkan minat untuk membaca.
3. Topik
Tidak berbeda dengan tema, pengambilan topik dilakukan dengan memerhatikan kemampuan penulis. Berikut syarat-syarat menyusun topik yang baik:
Menarik perhatian penulis; topik yang menarik perhatian akan memotivasi penulis untuk menyelesaikan tulisannya dengan cepat.
Diketahui penulis; ambil topik sesuai dengan bidang yang dikuasai.
Jangan terlalu baru, teknis, dan konvensional; topik yang terlalu teknis akan membuat penulis kesulitan karena tidak menguasainya.
Bermanfaat; topik yang bermanfaat akan tentu akan bermanfaat bagi pembaca.
Fokus; topik yang fokus akan membuat tulisan lebih tajam analisisnya.
Memiliki sumber acuan; hal ini memungkinkan penulis untuk melakukan riset dalam proses penulisannya.
(DND)
