Perbedaan TOEFL iBT dan ITP: Ini Materi dan Skor Penilaiannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

TOEFL atau Test of English as a Foreign Language adalah tes standar internasional yang digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang. Tes ini termasuk salah satu syarat penting untuk melanjutkan studi, keperluan imigrasi, maupun persyaratan kerja.
Ada beberapa jenis TOEFL yang perlu diketahui, di antaranya TOEFL iBT dan TOEFL ITP. Mengetahui perbedaan TOEFL iBT dan ITP sangat penting agar peserta dapat memilih tes yang sesuai dengan kebutuhan.
Agar lebih paham, simak penjelasan tentang tujuan, jenis soal, dan skor penilaian proficiency test keduanya dalam pembahasan berikut ini!
Perbedaan TOEFL iBT dan ITP
Merujuk pada penjelasan Pratiwi Utami (2017: 100) dalam buku Lolos Beasiswa Unggulan ke Australia, ada beberapa jenis kemampuan bahasa Inggris yang hasilnya diakui secara internasional. Di Indonesia, salah satu jenis tes bahasa Inggris yang paling umum dilakukan adalah TOEFL atau Test of English as Foreign Language.
Menurut Fauzy & Lidya Cristina (2013) dalam buku Soal-Soal TOEFL, TOEFL iBT atau Internet Based Test adalah tes berbasis internet yang langsung diselenggarakan oleh Educational Testing Service (ETS). Dalam tes ini, peserta terhubung secara online dan menjawab soal melalui komputer dengan jaringan internet.
Lalu, TOEFL ITP atau Institutional Testing Program adalah tes yang digelar oleh ETS melalui perwakilannya di Indonesia, yaitu IIEF (International Indonesian Education Foundation). Umumnya, TOEFL ITP diselenggarakan oleh perguruan tinggi atau lembaga bahasa Inggris terpercaya yang bekerja sama dengan IIEF.
Disadur dari buku The Master of TOEFL oleh Iisrohli Irawati (2016), berikut adalah perbedaan TOEFL iBT dan ITP yang perlu diketahui peserta tes:
1. Tujuan TOEFL iBT dan ITP
TOEFL iBT lebih sering digunakan sebagai syarat masuk universitas luar negeri, aplikasi beasiswa, hingga keperluan imigrasi ke negara berbahasa Inggris. Karena bersifat internasional, tes ini diakui di banyak negara dan dapat diambil di berbagai lokasi di seluruh dunia.
Sebaliknya, TOEFL ITP lebih banyak dipakai untuk kebutuhan akademik di dalam negeri, seperti syarat kelulusan mahasiswa, seleksi program tertentu, hingga persyaratan kerja di Indonesia. Hasil TOEFL ITP biasanya tidak berlaku untuk pendaftaran studi atau imigrasi di luar negeri, sehingga fungsinya lebih terbatas.
2. Materi Tes yang Diuji
Perbedaan lain yang cukup jelas adalah materi tes yang diujikan. TOEFL iBT mencakup empat aspek utama, yaitu Reading, Listening, Speaking, dan Writing.
Sedangkan TOEFL ITP hanya mencakup tiga komponen, yaitu Listening Comprehension, Structure and Written Expression (tata bahasa), dan Reading Comprehension.
Durasi waktu tes keduanya juga berbeda. TOEFL iBT memakan waktu 4,5 jam, sedangkan TOEFL ITP hanya berdurasi 115 menit untuk level 1 dan 70 menit untuk level 2.
3. Skor Penilaian TOEFL iBT dan ITP
TOEFL iBT memiliki rentang skor penilaian 0-120 yang dibagi ke dalam empat aspek penilaian, yakni writing, reading, speaking, dan listening. Masing-masing memiliki bobot penilaian 0-30.
Di sisi lain, TOEFL ITP menggunakan rentang skor 330-667. Skor minimal TOEFL ITP yang umumnya dibutuhkan untuk beasiswa atau pekerjaan adalah 500-550.
Baca juga: 20 Contoh Soal TOEFL dan Pembahasannya Sebagai Panduan Belajar
(SLT)
