Tekno & Sains
·
27 November 2020 15:08

Perbedaan Zat Aditif dan Adiktif Lengkap dengan Jenis, Manfaat hingga Contohnya

Konten ini diproduksi oleh Berita Hari Ini
Perbedaan Zat Aditif dan Adiktif Lengkap dengan Jenis, Manfaat hingga Contohnya (22802)
Ilustrasi zat adiktif. Foto: iStock
Banyak orang masih keliru membedakan pengertian, penggunaan dan manfaat dari zat aditif dan zat adiktif. Keduanya dinilai sama karena memiliki nama yang hampir serupa.
ADVERTISEMENT
Padahal kedua zat ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Simak penjelasan berikut ini untuk mengetahui perbedaan antara zat aditif dan zat adiktif secara lebih jelas.

Zat Aditif

Zat aditif adalah suatu bahan tambahan pada makanan. Tujuannya untuk menarik perhatian konsumen, meningkatkan kulitas produk, menambah kelezatan, dan mengawetkan makanan.
Umumnya, penggunaan zat aditif digunakan pada makanan kemasan seperti makanan kaleng. Zat aditif sendiri dibedakan menjadi dua macam yaitu zat adatif alami dan zat adatif buatan (sintesis).
Zat aditif alami bahan dasarnya berasal dari alam. Sedangkan zat aditif sintesis bahan baku pembuatannya berasal dari bahan kimia. Penggunaan zat kimia ini biasanya menimbulkan efek sampng.

Jenis-jenis dan Manfaat Zat Aditif

Berdasarkan tujuan penggunaannya pada bahan makanan, zat aditif dibedakan menjadi beberapa jenis. Di antaranya ada zat pewarna, zat pemanis, zat pengawet, zat penyedap rasa, dan zat pemberi aroma.
ADVERTISEMENT
1. Zat Pewarna
Zat pewarna bertujuan untuk memberikan warna pada makanan supaya terlihat menarik. Contoh pewarna alami yaitu, warna coklat dari biji coklat, warna kuning dari kunyit, warna merah dari buah bit. Warna hijau dari daun suji atau daun pandan.
Sedangkan contoh pewarna buatan yaitu Carotene (warna kuning), Ultramarine (warna biru), Titanium dioxide (warna putih), Amaranth (warna merah).
2. Zat Pemanis
Zat Pemanis ditambahkan ke dalam makanan atau minuman untuk memberikan rasa manis. Zat pemanis ada dua macam yaitu pemanis alami dan buatan.
Pemanis alami yang diperoleh dari tumbuhan yaitu glukosa dari buah-buahan, fruktosa dari madu dan sukrosa dari batang debu. Pemanis buatan atau sintetis contohnya sakarin, aspartam, natrium siklamat dan dulsin.
ADVERTISEMENT
3. Zat Pengawet
Zat Pengawet ditambahkan ke makanan atau minuman dengan tujuan makanan atau minuman tersebut bisa tahan lama atau awet. Awet artinya makanan atau minuman bau dan rasa tidak berubah, tetap segar dan terlindung dari jamur/bakteri.
Pengawet ada dua yaitu pengawet alami dan pengawet buatan. Pengawet alami contohnya garam dapur dan gula. Garam dapur digunakan untuk mengawetkan ikan atau daging agar tidak mudah busuk. Pengawet buatan contohnya, asam sitrat, asam cuka, natrium propionat.
4. Zat Penyedap Rasa
Zat Penyedap Rasa yaitu zat yang mampu meningkatkan cita rasa makanan, menimbah rasa nikmat. Penyedap rasa dibagi menjadi dua yaitu alami dan buatan.
Penyedap rasa alami contohnya, bawang putih, bawang bombay, ketumbar, serai, pandan, daun salam, merica dan pala. Penyedap rasa buatan biasanya menggunakan MSG (Mononatrium glutamat). Contohnya, Ajinomoto, Royco, Masako.
ADVERTISEMENT
5. Zat Pemberi Aroma
Zat Pemberi Aroma yaitu zat yang memberikan aroma khas pada minuman atau makanan. Zat pemberi aroma dibagi menjadi dua yaitu alami dan buatan.
Pemberi aroma alami contohnya, bunga cengkeh, melati, vanilin. Pemberi aroma buatan contohnya etil butirat (aroma nanas), amil kaproat (aroma apel), vanilin (aroma vanilin), dan metil antranilat (aroma buah anggur).
Perbedaan Zat Aditif dan Adiktif Lengkap dengan Jenis, Manfaat hingga Contohnya (22803)
Ilustrasi zat aditif. Foto:istock

Zat Adiktif

Zat adiktif adalah zat yang bisa menimbulkan efek kecanduan atau ketergantungan bagi yang mengonsumsinya. Kecanduan adalah kondisi fisik atau nonfisik yang tidak normal jika seseorang tidak mengonsumsi zat aditif tertentu.
Zat adiktif digunakan dalam dunia kesehatan untuk beberapa kebutuhan. Namun penyalahgunaan zat adiktif kerap terjadi dan sulit dimusnahkan.
ADVERTISEMENT
Salah satu penyalahgunaan zat adiktif adalah pembuatan narkotika baik sintesis maupun semi sintetis. Penggunaan narkotika menyebabkan penurunan kesadaran hingga menimbulkan ketergantungan. Penyalahgunaan zat adiktif pun bisa terancam hukum pidana

Jenis-jenis Zat Adiktif

Berdasarkan tujuan kegunaannya, zat adiktif dibedakan menjadi beberapa jenis dan golongan. Berikut penjelasannya:
  • Golongan I. Narkotika jenis ini digunakan untuk ilmu pengetahuan dan tidak untuk terapi. Narkotika jenis ini mempunyai potensi sangat tinggi yang menyebabkan ketergantungan. Contohnya, kokai, opium, ganja, heroin, jicing, katinon, MDMDA dan masih banyak lagi.
  • Golongan II. Narkotika jenis ini digunakan untuk pengobatan dan bisa digunakan untuk terapi atau pengembangan ilmu pengetahuan. Tidak memiliki potensi yang tinggi menyebabkan ketergantungan seperti golongan I. Contohnya, petidin, morfin, fentanil, metadon dan lain-lain.
ADVERTISEMENT
  • Golongan III. Narkotika jenis ini digunakan untuk pengobatan dan penelitian. Memiliki daya adiktif yang ringan. Contohnya, codein, etilmorfina, kodeina, polkodina, buprenorfin.
(MSD)
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white