Peredaran Darah Kecil: Pengertian, Fungsi, hingga Alurnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Peredaran darah kecil merupakan salah satu sistem pengaliran darah dalam tubuh manusia yang memiliki peran penting bagi kinerja tubuh.
Sistem peredaran darah sendiri merupakan salah satu sistem organ yang ada. Secara umum, sistem ini berfungsi untuk menyebarkan darah ke seluruh bagian tubuh.
Seperti yang kita ketahui bersama, setiap anggota tubuh membutuhkan darah agar bisa melaksanakan fungsinya dengan baik. Maka dari itu, sistem peredaran darah sangatlah penting perannya.
Secara umum, terdapat dua sistem pengaliran darah. Salah satunya adalah peredaran darah kecil.
Apa itu peredaran darah kecil? Bagaimana sistem kerjanya? Cari tahu mengenai sistem peredaran darah kecil di bawah ini!
Apa Itu Darah?
Menurut KBBI, darah adalah cairan terdiri atas plasma, sel-sel merah dan putih yang mengalir dalam pembuluh darah manusia atau binatang. Darah dibutuhkan makhluk hidup agar setiap organ di dalamnya mampu bekerja dengan baik.
Fungsi utama darah adalah mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membawa karbon dioksida kembali ke paru-paru untuk dikeluarkan. Secara lengkap, berikut fungsi darah:
Mengantar Oksigen dan Makanan: Darah membawa oksigen dan makanan yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh kita.
Mengambil Karbon Dioksida dan Limbah: Darah membawa karbon dioksida dan sisa-sisa limbah dari sel-sel tubuh kita ke organ-organ seperti paru-paru dan ginjal, di mana mereka dibuang dari tubuh.
Melindungi Tubuh dari Penyakit: Sel darah putih dalam darah membantu tubuh kita melawan penyakit dan infeksi. Mereka adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh.
Mengatur Suhu Tubuh: Darah membantu mengatur suhu tubuh kita, membantu kita tetap hangat atau dingin tergantung pada keadaan.
Menghentikan Perdarahan: Ketika kita terluka, darah membantu menghentikan perdarahan dengan membentuk "keropeng" di atas luka untuk melindungi kita dari infeksi.
Darah terdiri dari dua komponen utama, yakni plasma darah dan sel-sel darah. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Plasma Darah
Komponen pembentuk darah pertama adalah plasma darah. Sebagai cairan yang mengisi sebagian besar darah kita, plasma darah berbentuk seperti air dan mengangkut berbagai zat penting seperti protein, gula, lemak, vitamin, hormon, dan lainnya ke tubuh kita.
2. Sel Darah
Sel darah adalah salah satu komponen darah yang terdiri dari tiga jenis, yakni:
Sel darah merah, juga dikenal sebagai eritrosit, adalah pembawa oksigen. Ini berfungsi untuk mengambil oksigen dari paru-paru dan mengirimkannya ke sel-sel tubuh kita, dan mereka juga membawa karbon dioksida dari sel-sel tubuh kita kembali ke paru-paru, di mana kita mengeluarkannya.
Sel darah putih atau leukosit adalah sel darah yang bertugas untuk melawan infeksi. Beberapa jenis sel darah putih, termasuk limfosit, monosit, neutrofil, eosinofil, dan basofil, memiliki peran dan fungsi masing-masing dalam sistem kekebalan tubuh.
Trombosit merupakan sel yang membantu proses pembekuan darah dan mencegah kehilangan cairan tubuh saat kerusakan permukaan terjadi. Trombosit juga membantu proses penyembuhan luka.
Baca juga: Tahapan dan Proses Peredaran Darah yang Terjadi pada Tubuh Manusia
Pengertian Peredaran Darah Kecil
Agar dapat mengalir ke seluruh tubuh, darah bergerak melalui sistem peredaran darah.
Menurut Zulkifli dan Nur Utari dalam buku Semua Bisa Pintar Ulangan Harian Tematik SD Kelas 5, sistem peredaran darah adalah proses mengalirkan darah di dalam tubuh. Sistem peredaran darah juga disebut sistem kardiovaskuler.
Salah satu mekanisme tubuh dalam mengalirkan darah adalah dengan sistem peredaran darah kecil.
Dikutip dari buku Biologi untuk SMA Kelas XI karya Oman Karmana, peredaran darah kecil merupakan peredaran darah menuju paru-paru, kemudian kembali ke jantung.
Tujuan dari sistem peredaran darah kecil adalah untuk mengangkut oksigen dari paru-paru dan menghilangkan karbon dioksida serta uap air. Organ yang bertanggung jawab dalam peredaran darah kecil adalah jantung dan saluran darah.
Perbedaan Peredaran Darah Kecil dan Besar
Sistem peredaran darah manusia terbagi menjadi dua bagian:, yakni peredaran besar dan peredaran kecil.
Peredaran besar, yang juga disebut sistemik, adalah saat darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi dipompa keluar dari bilik kiri ke seluruh tubuh melalui arteri utama yang disebut aorta.
Setelah darah melewati seluruh tubuh, darah yang kandungan oksigennya rendah atau sudah mengandung karbondioksida akan kembali ke bilik kanan melalui pembuluh darah.
Berbeda dengan peredaran dara besar, peredaran darah kecil adalah sistem peredaran darah di mana darah mengalir dari jantung ke paru-paru dan kembali lagi ke jantung.
Pada peredaran ini, darah mengambil oksigen dari udara yang kita hirup di paru-paru dan mengeluarkan karbon dioksida sebelum kembali ke jantung untuk didistribusikan ke seluruh tubuh.
Perbedaan antara peredaran darah besar dan peredaran darah kecil adalah cara darah mengalir. Peredaran darah besar mengalir ke seluruh tubuh, sedangkan peredaran darah kecil hanya bergerak dari jantung ke paru-paru dan kembali lagi ke jantung.
Baca juga: Kenali Cara Kerja Organ Peredaran Darah Manusia
Fungsi Peredaran Darah Kecil
Peredaran darah kecil memiliki peran penting dalam tubuh manusia dengan beberapa fungsi utama berikut:
1. Mengangkut Oksigen dari Paru-paru
Darah yang memiliki kadar oksigen rendah dipompa oleh bilik kanan jantung menuju paru-paru melalui arteri pulmonalis.
Di dalam paru-paru, darah melepaskan karbon dioksida ke dalam saluran pernapasan, sementara oksigen yang baru diambil dari udara masuk ke dalam aliran darah
2. Mengeluarkan Karbon Dioksida dan Uap Air
Darah yang menuju ke paru-paru berperan dalam mengeluarkan gas karbon dioksida dan uap air dari tubuh melalui pernapasan.
3. Membawa Oksigen ke Jantung
Darah yang datang dari paru-paru membawa oksigen ke jantung untuk mendukung fungsi jantung itu sendiri.
4. Mendukung Proses Oksidasi di Jaringan Tubuh
Darah yang kaya oksigen dan mengandung nutrisi dari makanan akan dipompa oleh bilik kiri jantung ke seluruh tubuh.
Di jaringan tubuh, oksigen ini akan digunakan untuk proses oksidasi, yaitu proses yang menghasilkan energi yang diperlukan untuk fungsi-fungsi tubuh.
Perlu dicatat bahwa peredaran darah kecil ini tidak bekerja sendiri dan bekerja dalam rangkaian peredaran darah ganda, yang artinya ini juga membutuhkan sistem peredaran darah besar.
Alur Peredaran Darah Kecil
Secara umum, alur dari peredaran darah kecil adalah dari bilik kanan jantung, menuju paru-paru, dan kemudian masuk ke bagian bilik kiri jantung.
Dikutip dari modul Sistem Peredaran Darah karya Heri Setiadi, M.Si., berikut mekanisme peredaran darah kecil secara lengkap:
1. Bilik Kanan Jantung
Tahap pertama dimulai dengan kontraksi ventrikel kanan, ruangan bawah jantung. Ini meningkatkan tekanan darah di dalam ventrikel kanan.
Ketika ventrikel kanan berkontraksi, katup trikuspid, yang terletak antara atrium dan ventrikel kanan, menutup dengan rapat. Akibatnya, darah tidak dapat mengalir kembali ke atrium kanan.
Ketika tekanan di ventrikel kanan meningkat, katup semilunar arteri paru-paru terbuka. Ini memungkinkan darah mengalir keluar dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis, yang membawa darah ke paru-paru kanan dan kiri.
Arteri pulmonalis membawa darah dari ventrikel kanan ke paru-paru. Karena tubuh telah melewati dan mengambil karbon dioksida melalui metabolisme, darah ini mengandung banyak karbon dioksida (CO2).
Darah dari arteri pulmonalis memasuki paru-paru kanan dan kiri. Di dalam paru-paru, darah akan berada di dekat alveoli, tempat pertukaran gas terjadi.
2. Paru-Paru
Di alveoli, darah melepaskan CO2 ke dalam udara yang kita hirup, dan pada saat yang sama, mengambil oksigen (O2) dari udara.
Darah yang telah melepaskan CO2 dan mengambil O2 akan menjadi kaya akan oksigen. Darah yang kaya akan oksigen dari paru-paru akan dikumpulkan oleh vena pulmonalis.
Vena ini membawa darah kembali ke jantung, masuk ke atrium kiri. Darah yang mengandung oksigen ini memasuki atrium kiri jantung.
3. Bilik Kiri Jantung
Ketika atrium kiri berkontraksi, ventrikel kiri jantung akan relaksasi. Ini membuka katup bikuspid (katup antara atrium dan ventrikel kiri).
Ketika katup bikuspid terbuka, darah yang kaya akan oksigen mengalir ke ventrikel kiri.
Dengan demikian, darah yang telah diperkaya dengan oksigen di paru-paru akan siap untuk dipompa ke seluruh tubuh melalui peredaran darah kecil, sehingga tubuh mendapatkan oksigen yang dibutuhkan untuk menjalankan berbagai fungsi tubuhnya.
Baca juga: Mengenal Fungsi Bilik Kanan pada Jantung dan Cara Kerjanya
Peredaran Limfa
Selain darah, terdapat pula cairan tubuh yang dialirkan ke seluruh tubuh. Cairan tersebut adalah cairan getah bening ataupun cairan limfa. Cairan limfa mengalir melalui sistem limfatik.
Sistem limfatik tubuh adalah "jaringan tambahan transportasi" dengan fungsi utama mengumpulkan cairan yang bocor di antara sel-sel tubuh dari pembuluh kecil yang disebut kapiler dan mengembalikannya ke dalam aliran darah. Sistem limfatik juga membantu tubuh kita melawan infeksi.
Sistem limfatik terdiri dari beberapa bagian, seperti nodus limfa yang menyaring, pembuluh limfatik yang memiliki katup yang mirip dengan pembuluh darah tetapi mencegah cairan kembali mengalir, dan organ limfatik lainnya seperti limpa, timus, amandel, dan lainnya.
Sistem limfatik memiliki beberapa fungsi penting dalam tubuh manusia, antara lain:
Mengembalikan cairan interstisial ke dalam aliran darah
Membantu melawan infeksi
Menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh
Menyerap dan mengangkut lemak dari saluran pencernaan
Menghasilkan sel darah putih untuk melawan infeksi
Peredaran darah dipompa oleh jantung, sementara aliran limfa tidak. Ini adalah perbedaan utama antara sistem limfatik dan peredaran darah biasa. Otot-otot rangka di sekitar pembuluh limfa menahan cairan limfa.
(SAI)
