Konten dari Pengguna

Peribahasa Indonesia: Pengertian, Ciri, Jenis-jenis, dan Contohnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peribahasa indonesia Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peribahasa indonesia Foto: Unsplash

Peribahasa Indonesia merupakan bagian dari karya sastra Melayu yang berkembang di Tanah Air. Peribahasa identik dengan perumpamaan yang didahului perkataan seperti, laksana, bak, seolah-olah,ibarat, bagai, dan lain-lain.

Karya sastra ini memiliki beberapa fungsi sosial, di antaranya memberikan nasihat, memperindah bahasa, identitas pembicara suatu kaum, dan pengamatan terhadap dunia. Hal ini seperti dijelaskan dalam buku Teori Proverba (Peribahasa) Nias oleh Syukurman Gea (2020).

Nah, agar lebih memahami peribahasa Indonesia, mari simak penjelasan yang disajikan dalam artikel berikut.

Ilustrasi peribahasa indonesia Foto: Unsplash

Apa Itu Peribahasa Indonesia?

Berdasarkan informasi dari buku Buku Pintar Bimbel SD Kelas 4,5, 6 tulisan Budi Lintang S. Pd. I (2015), peribahasa adalah ayat atau kelompok kata yang susunannya tetap dan mengandung pengertian tertentu, bidal, dan pepatah.

Peribahasa Indonesia dapat dikenali dengan beberapa ciri, yakni susunan kata-kata di dalamnya tidak bisa diubah; berguna untuk memperindah bahasa dan menyindir; kata-kata teratur dan mengandung makna; didasari pandangan atau perbandingan teliti terhadap lingkungan sekitar atau peristiwa yang terjadi di masyarakat.

Peribahasa Indonesia juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, berikut penjelasannya:

1. Bidal

Bidal adalah bahasa kias yang susunannya tetap. Contoh: Habis gelap terbitlah terang.

2. Pepatah

Pepatah adalah kiasan yang dinyatakan dengan kalimat selesai, namun seolah dipatah-patahkan. Biasanya pepatah memuat nasihat atau ajaran. Contoh: Berjalan pelihara kaki, berkata pelihara lidah.

3. Perumpamaan

Perumpamaan diucapkan untuk memaparkan kelakuan seseorang dengan mengambil perbandingan lingkungan sekitar. Contoh: Laksana kera dapat bunga.

4. Ibarat

Ibarat hampir sama dengan perumpamaan. Ibarat juga membandingkan, namun diikuti dengan kalimat yang menjelaskan. Contoh: Bagai karakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau.

5. Pemeo

Pemeo adalah kata-kata yang akhirnya menjadi populer. Pemeo memuat dorongan semangat yang kerap digunakan sebagai simbol perjuangan. Contoh: Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

Ilustrasi peribahasa indonesia Foto: Unsplash

Contoh Peribahasa Indonesia

Berikut contoh peribahasa Indonesia beserta artinya yang dikutip dari buku Kumpulan Peribahasa Indonesia karya Dipo Udi T. (2006) dan Buku Pintar Pribahasa Indonesia karangan Puspa Swara (2007):

1. Anak ikan kecil jadi makanan ikan besar: Dalam setiap masalah orang kecil selalu dimanfaatkan orang besar.

2. Bagai air di daun keladi: Perihal nasihat yang tidak dimengerti oleh orang yang diberi nasihat karena begitu bodoh.

3. Bagai air ditarik sungsang: Melakukan sesuatu menjadi sukar karena salah jalan.

4. Kalah jadi abu, menang jadi arang: Yang kalah dan yang menang sama-sama rugi.

5. Ada gula ada semut: Orang akan berkumpul atau datang di tempat-tempat yang menyenangkan atau mendatangkan kemakmuran.

6. Ada asap ada api: Ada sebab tentu ada akibat.

7. Bila kail panjang sejengkal, jangan lautan hendak diajuk: Jika ilmu dan pengalaman kita belum seberapa, jangan menantang orang yang sudah berilmu banyak dan berpengalaman.

8. Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu: Biarpun banyak rintangan dalam berusaha, kita tidak boleh putus asa, harus tetap berusaha.

9. Walau seribu anjing menyalak, gunung tak akan runtuh: Perkataan orang yang kecil atau lemah tidak akan mempengaruhi orang besar.

Ilustrasi peribahasa indonesia Foto: Unsplash

10. Hancur badan dikandung tanah, budi baik dikenang jua: Budi baik akan dikenang selamanya.

11. Lempar batu sembunyi tangan: Tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri.

12. Alah biasa karena biasa: Sesuatu yang pada awalnya dirasakan sulit, bila sudah biasa, akan menjadi biasa.

13. Pisau senjata tiada bisa, bisa lagi mulut manusia: Luka karena senjata masih kalah sakit dibanding akibat kata-kata.

14. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading: Orang yang berjasa akan selalu disebut-sebut meskipun sudah tiada.

15. Habis pati ampas dibuang: Sesudah tidak berguna lagi lalu dibuang (tidak dipedulikan lagi).

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa yang Dimaksud dengan Peribahasa Indonesia?

chevron-down

Peribahasa Indonesia adalah ayat atau kelompok kata yang susunannya tetap dan mengandung pengertian tertentu, bidal, dan pepatah.

Apa Saja Ciri-ciri Peribahasa Indonesia?

chevron-down

Peribahasa Indonesia bisa dikenali dengan beberapa ciri, di antaranya kata-kata mengandung makna, kata tidak bisa diubah, dan lain sebagainya.

Apa Contoh Peribahasa Indonesia?

chevron-down

Ada banyak contoh peribahasa Indonesia, salah satunya, yaitu "ada gula ada semut".