Peribahasa Nasi Sudah Menjadi Bubur Artinya Apa? Ini Penjelasan Maknanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peribahasa nasi sudah menjadi bubur artinya sangat penuh makna, namun masih jarang diketahui oleh masyarakat luas. Nasi sudah menjadi bubur adalah salah satu peribahasa populer di Indonesia.
Peribahasa sendiri adalah kalimat singkat yang mengungkapkan suatu maksud dengan menggunakan kiasan. Peribahasa digunakan dalam bahasa tutur keseharian maupun karya tulis sastra karena bentuknya termasuk ke dalam puisi.
Arti Peribahasa Nasi Sudah Menjadi Bubur
Mengutip buku Pantun dan Puisi Lama Melayu karya Eko Sugiarto, peribahasa nasi sudah menjadi bubur memiliki arti kejadian atau perbuatan yang telah terlanjur terjadi atau dilakukan. Secara garis besar, peribahasa ini memiliki arti tentang penyesalan.
Dalam kehidupan penyesalan seperti peribahasa nasi sudah menjadi bubur sering terjadi. Penyesalan dengan kiasan nasi sudah menjadi bubur ini berarti sesuatu yang terjadi tidak bisa kita ubah kembali seperti sedia kala.
Contoh nyata dari peribahasa ini adalah ketika seorang anak marah besar kepada orang tuanya karena kemauan yang tak dituruti. Akhirnya, sang anak memutuskan untuk pergi dari rumah dan meninggalkan orang tuanya.
Ketika orang tuanya sudah tiada, anak ini baru menyesal karena marah dan meninggalkan orang tuanya. Ia juga menyesal tidak sempat meminta maaf atas kesalahannya kepada orang tuanya yang kini sudah tidak bisa ia temui lagi.
Penyesalan yang dirasakan anak itu adalah bentuk nyata dari peribahasa nasi sudah menjadi bubur. Anak tersebut tidak bisa lagi mengubah situasi dan memperbaiki kesalahannya.
Baca Juga: Penjelasan Makna Peribahasa Air Tenang Menghanyutkan
Contoh Peribahasa Lain tentang Penyesalan
Selain nasi sudah menjadi bubur, ada beberapa peribahasa Indonesia lainnya yang memiliki makna tentang penyesalan. Mengutip buku Super Lengkap Peribahasa Indonesia Plus Puisi & Pantun karya Ajen Dianawati, berikut peribahasa Indonesia yang membahas soal penyesalan.
Mujur sepanjang malam, malang sekecap mata: Tidak mensyukuri keberhasilan masa lalu, kini kegagalan yang dirasakan terasa begitu lama.
Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna: Pikir dahulu sebelum berbuat sesuatu agar tidak menyesal.
Menanti angin lalu: Menunggu sesuatu yang tidak akan kembali lagi.
Mengusir asap, meninggalkan api: Mencari sesuatu yang belum pasti dan meninggalkan sesuatu yang sudah pasti.
Mendapati tanah terbalik: Mengetahui seseorang sudah terkubur.
Baca Juga: Arti Ada Gula Ada Semut beserta Contoh Peribahasa Populer Lainnya
(ALS)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan peribahasa?

Apa yang dimaksud dengan peribahasa?
Peribahasa adalah kalimat singkat yang mengungkapkan suatu maksud dengan menggunakan kiasan.
Kapan peribahasa digunakan?

Kapan peribahasa digunakan?
Peribahasa digunakan dalam bahasa tutur keseharian maupun bahasa tulis sastra karena bentuknya termasuk ke dalam puisi.
Apa arti peribahasa menanti angin lalu?

Apa arti peribahasa menanti angin lalu?
Arti peribahasa menanti angin lalu adalah menunggu sesuatu yang tidak akan kembali lagi.
