Perilaku Hasad: Pengertian, Tingkatan, Sebab, dan Cara Mengobatinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hasad menurut bahasa berarti iri hati. Sedangkan menurut istilah, hasad adalah perasaan tidak senang ketika orang lain memperoleh suatu nikmat dan berusaha untuk merebut nikmat tersebut supaya menjadi miliknya.
Seorang Muslim hendaknya menjauhi perilaku hasad karena ini dapat membahayakannya. Hasad dapat merusak tali silaturahmi, mempersempit pergaulan, menciptakan permusuhan, merusak kesehatan, dan menghilangkan pahala kebaikan. Nabi SAW bersabda yang artinya:
“Jagalah dirimu dari hasad. Sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan seperti api membakar kayu bakar”
Berikut penjelasan tentang hasad lengkap dengan tingkatan, sebab, dan cara mengobatinya yang bisa Anda simak.
Menghindari Perilaku Hasad
Dalam kitab Mutiara Ihya' Ulum al-din disebutkan bahwa hasad merupakan akibat dari dendam yang disebabkan oleh marah. Sedangkan Imam al-Nawawi dalam karyanya Riyadh al-Shalihin secara definitif menjelaskan bahwa yang disebut dengan hasad ialah berangan-angan agar kenikmatan yang dimiliki orang lain hilang darinya.
Mengutip buku Mutiara Akhlak Tasawuf karya Dr. Sahri, M.A., ada empat tingkatan hasad yakni sebagai berikut:
Menginginkan lenyapnya nikmat dari orang lain sekalipun nikmat itu tidak pindah pada dirinya.
Menginginkan lenyapnya nikmat seseorang dan berpindah kepadanya karena ia sangat menginginkan nikmat itu.
Tidak menginginkan nikmat itu sendiri untuk dirinya, tetapi menginginkan nikmat yang serupa. Jika tidak bisa mendapatkan nikmat yang serupa, ia menginginkan lenyapnya nikmat itu agar tidak muncul perbedaan antar keduanya.
Menginginkan nikmat yang serupa untuk dirinya dan jika tidak bisa mendapatkannya, ia tidak menginginkan kelenyapannya dari saudaranya.
Hakikat hasad adalah membenci kenikmatan Allah kepada saudaranya, maka ia menginginkan kenikmatan itu hilang darinya. Hasad memiliki banyak sebab, yaitu permusuhan, ingin disanjung, kebencian, kesombongan, ujub, kotornya jiwa dan kebakhilan.
Cara mengobatinya yaitu dengan memahami bahwa hasad adalah perilaku yang berbahaya bagi seorang Muslim baik di dunia maupun akhirat. Bahayanya di dunia, seseorang bisa merasa sakit karenanya.
Bahayanya di akhirat, hasad memicu kebencian terhadap nikmat Allah SWT. Orang yang mendapat nikmat itu akan diberikan pahala. Sementara orang yang hasad akan mendapat dosa.
Meskipun secara umum perilaku hasad dilarang oleh agama, sebuah riwayat mengatakan bahwa ada dua jenis hasad yang diperbolehkan. Dari Abu Hurairah mengatakan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Tidak diperbolehkan dengki selain dalam dua hal, seseorang yang Allah beri Al-Qur'an lantas ia baca sepanjang malam dan siang, sehingga ada orang lain berkata, 'Kalaulah aku diberi karunia seperti orang itu, niscaya kulakukan sebagaimana yang dia lakukan.' Dan seseorang yang Allah beri harta, ia belanjakan menurut haknya sehingga orang mengatakan, 'Kalaulah aku diberi seperti yang dikaruniakan kepada dia, niscaya kulakukan sebagaimana yang dia lakukan'." (HR. Bukhari).
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan hasad?

Apa yang dimaksud dengan hasad?
Hasad menurut bahasa artinya iri hati. Sedangkan menurut istilah hasad adalah perasaan tidak senang ketika orang lain memperoleh nikmat.
Apa bahaya hasad bagi pelakunya di akhirat?

Apa bahaya hasad bagi pelakunya di akhirat?
Hasad dapat memicu kebencian terhadap nikmat Allah SWT. Orang yang mendapat nikmat itu akan diberikan pahala, sementara orang yang hasad akan mendapat dosa.
Bagaimana cara mengobati perilaku hasad?

Bagaimana cara mengobati perilaku hasad?
Cara mengobatinya, yaitu dengan mengetahui bahwa hasad adalah berbahaya bagi seorang Muslim baik di dunia maupun akhirat.
