Konten dari Pengguna

Peristiwa dan Amalan Isra Miraj di Bulan Rajab

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Amalan Isra Miraj Foto: Katerina Kerdi on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Amalan Isra Miraj Foto: Katerina Kerdi on Unsplash

Isra Miraj merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam. Isra Miraj dikenal dengan kisah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina dan langsung naik ke langit ke-7 hingga sampai ke Sidratul Muntaha.

Dalam buku Di Balik 7 Hari Besar Islam oleh Muhammad Sholikhin, kata Isra’ secara lughawi berasal dari kata asraa-yusrii yang berarti berjalan di waktu malam atau membawa berjalan di waktu malam. Sedangkan Miraj dalam buku Di Balik 7 Hari Besar Islam, berasal dari kata ‘araja, ya’ruju yang berarti “naik” ke atas tangga.

Kata Mi’raj sendiri berarti tangga atau semacam alat yang digunakan untuk naik dari bawa ke atas. Pada peristiwa Isra Miraj, Nabi Muhammad saw mendapat perintah ibadah wajib shalat lima waktu dari Allah SWT.

Perjalanan spiritual Nabi Muhammad saw merupakan momen yang penting dan berharga. Sebab, setelah peristiwa Isra miraj tersebut, umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah shalat lima waktu.

Sebagaimana di jelaskan pada QS. Al Isra (17):78:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Artinya: “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

Isra Miraj di Bulan Rajab

Dalam buku Dakwah Kreatif (Muharam, Maulid Nabi, Rajab dan Sya’ban) oleh Dra. HJ. Udji Aisyah, M.SI. Rajab dalam bahasa Arab bermakna agung dan terhormat. Bulan Rajab merupakan salah satu bulan haram atau bulan yang dimuliakan. Pada bulan ini, umat Islam dilarang menganiaya diri sendiri dengan mengerjakan perbuatan yang tidak disukai Allah SWT.

Dr. Sami bin Abdullah al-Maghluts dalam buku Dakwah Kreatif (Muharam, Maulid Nabi, Rajab dan Sya’ban) mengatakan bahwa, Isra Miraj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah ke Madinah, yaitu antara 620-621M. Isra Miraj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian Rasulullah saw. Pada saat pemerintahan Umar bin Khatab peristiwa Isra Miraj dijadikan sebagai titik awal penanggalan tahun hijriah.

Amalan Isra Miraj

  • Perintah shalat lima waktu

Umat Islam diperintahkan untuk mendirikan shalat lima waktu. Perintah ini dijelaskan dalam QS. Al-Isra (17) ayat 78-79:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

78. Artinya: “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

79. Artinya: Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.

  • Puasa sunnah

Imam Nawawi r.a berkata, “Tidak ada larangan demikian pula anjuran secara khusus untuk berpuasa di bulan Rajab akan tetapi secara umum hukum asal puasa adalah dianjurkan.” Puasa sunnah di bulan Rajab sifatnya yaitu mubah, boleh dilakukan atau tidak dilakukan.

  • Istighfar dan memohon ampunan

Para Ulama mengatakan, Rajab adalah bulan istigfhar dan Sya’ban adalah bulan shalawat atas Nabi saw dan bulan Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Berikut beberapa hadits yang berikaitan dengan memohon ampun kepada Allah SWT.

  • “Demi Allah, sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR. Bukhari)

  • “Ya Allah Berikanlah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan Berkahilah kami di bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad, No. 2228)

(PDN)