Perkembangan Sosiologi di Indonesia dari Masa ke Masa

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
23 November 2022 14:30
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi sosiologi. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sosiologi. Foto: pixabay
ADVERTISEMENT
Secara bahasa, sosiologi berasal dari dua kata “socious” yang berarti berteman dan “logos” yang berarti ilmu. Sedangkan menurut istilah, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan bersama, struktur sosial, serta perubahan sosial.
ADVERTISEMENT
Pada dasarnya, sosiologi mempelajari tentang apa yang terjadi saat ini mencakup pola hubungan dalam kehidupan masyarakat. Istilah ini pertama kali dikemukakan oleh ahli filsafat asal Prancis bernama Auguste Comte.
Dijelaskan dalam buku Modul Ringkasan SBMPTN Sosiologi susunan The King Eduka, sosiologi sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Namun, ilmu yang mempelajari tentannya baru dikembangkan di Eropa beberapa dekade terakhir.
Perlahan, ilmu sosiologi mulai berkembang pesat ke berbagai penjuru dunia. Bagaimana perkembangan sosiologi di Indonesia? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan dalam artikel berikut ini.

Perkembangan Sosiologi di Indonesia

Sejak dulu, para pujangga dan tokoh bangsa Indonesia telah memasukkan unsur-unsur sosiologi dalam ajaran mereka. Misalnya, Sri Paduka Mangkunegoro IV yang memasukkan unsur tata hubungan manusia pada berbagai golongan yang berbeda dalam ajaran Wulang Reh.
Ilustrasi ilmu sosiologi. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ilmu sosiologi. Foto: pixabay
Ki Hajar Dewantara juga mempraktikkan konsep-konsep penting sosiologi seperti kepemimpinan dan kekeluargaan dalam proses pendidikan di Taman Siswa. Beliau turut melibatkan muridnya dalam proses pembelajaran ini.
ADVERTISEMENT
Pada abad 19, tokoh Belanda seperti Snouck Hurgonje dan Van Volenhaven menggunakan unsur sosiologi untuk memahami masyarakat Indonesia. Namun, mereka tidak memahami betul esensi dari sosiologi itu sendiri. Ilmu ini digunakan sebagai pembantu bagi ilmu-ilmu lainnya saja.
Hingga secara formal, Sekolah Tinggi Hukum didirikan di Jakarta. Sekolah ini menjadi satu-satunya wadah yang mengajarkan mata kuliah sosiologi kepada para mahasiswanya.
Namun seiring berjalannya waktu, mata kuliah tersebut ditiadakan dengan alasan tidak diperlukan dalam pelajaran hukum. Menurut pandangan mereka, yang perlu diketahui hanyalah perumusan peraturan serta sistem-sistem untuk menafsirkannya.
Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, sosiologi di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Tokoh bangsa bernama Soenario Kolopaking pertama kali memberikan kuliah sosiologi berbahasa Indonesia pada tahun 1948 di Akademi Ilmu Politik Yogyakarta.
Ilustrasi sosiologi. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sosiologi. Foto: pixabay
Hal ini membuat sosiologi mendapatkan tempat di bidang akademisi. Mengutip buku Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas X susunan Kun Maryati (2006), banyak pelajar Indonesia yang memperdalam ilmu sosiologi di luar negeri, kemudian mengajarkan ilmu itu di Tanah Air.
ADVERTISEMENT
Hingga akhirnya buku sosiologi berbahasa Indonesia pertama diterbitkan oleh Djody Gondokusumo dengan judul Sosiologi Indonesia. Buku ini memuat beberapa pengertian mendasar dari sosiologi.
Kehadiran buku ini mendapat sambutan baik dari golongan terpelajar. Selanjutnya, bermunculan buku-buku sosiologi lain yang lebih kompleks isi dan pembahasannya.
Masyarakat mulai banyak menerbitkan tulisan tentang masalah sosiologi di berbagai majalah, koran, dan jurnal. Selain itu, muncul pula fakultas ilmu sosial dan politik di berbagai universitas di Indonesia.
(MSD)
Apa yang dimaksud dengan sosiologi?
chevron-down
Siapa tokoh yang mengemukakan istilah sosiologi untuk pertama kali?
chevron-down
Kapan sosiologi mulai berkembang di Indonesia?
chevron-down
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020