Perkenalan Bahasa Jawa berdasarkan Tingkatannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia dikenal kaya akan budaya, salah satunya adalah keragaman bahasa daerahnya. Sampai saat ini, diketahui ada 718 bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk Bahasa Jawa.
Memperkenalkan diri menggunakan Bahasa Jawa dibutuhkan kehati-hatian. Pasalnya, Anda perlu memilah kata-kata yang akan digunakan. Umumnya, dalam Bahasa Jawa terdapat 3 tingkatan yaitu, Ngoko, Inggil dan Krama Madya. Setiap tingkatan Bahasa Jawa digunakan sesuai dengan lawan bicaranya.
Mengutip Kamus Praktis Berbahasa Jawa Keseharian karya Siti Alfi, dkk., Ngoko biasanya digunakan dalam pergaulan teman sebaya. Tidak disarankan digunakan jika berbicara kepada orang yang lebih tua.
Untuk berbicara dengan seseorang yang lebih tua sangat dianjurkan menggunakan bahasa Inggil untuk menunjukkan sikap sopan santun dan beretika. Sedangkan, tingkatan Krama Madya dikenal sebagai perpaduan antara Ngoko dan Inggil. Krama Madya digunakan ketika berbicara kepada orang yang setingkat atau sebaya untuk menunjukan sikap yang lebih sopan.
Bagi yang ingin mempelajarinya, berikut contoh perkenalan Bahasa Jawa berdasarkan tingkatannya yang menarik untuk dicoba.
Contoh Perkenalan Bahasa Jawa
Melalui buku Wiwara Pengantar Bahasa dan Kebudayaan Jawa, Harimurti Kridalaksana menjelaskan panduan mudah untuk perkenalan Bahasa Jawa dalam contoh seperti berikut ini.
1. Perkenalan Bahasa Jawa Ngoko
Halo konco-konco, jenengku Jonathan Putra, nanging konco-konco iso nyeluk aku Jojo, umurku sepuluh tahun. Aku tinggal karo wong tuwa lan mbakyu, omahku ning Kecamatan Indramayu. Ibuku dadi ibu rumah tangga lan bapakku kerjo dadi guru. Bapakku nyambut damel ning Suroboyo, dadi kundur rong sasi pisan.
Masku saiki uwis kelas loro SMA. Umurku karo masku kacek pitung taun. Kegiatan seng tak senengi yaiku dolanan bal-balan lan bantu-bantu damelanipun ibu ning omah. Ning omah, aku mbantu ibu nyapu, nyirami taneman, lan ngelapi meja kursi sing reget. Aku melu sekolah sepak bola ning cedak omah. Aku seneng banget amarga iso ngasah kemampuan. Aku seneng banget yen sekolah numpak pit, amarga iso bareng-bareng karo konco-konco lan dolan.
Sakmono wae perkenalanku. Matur nuwun.
Terjemahan:
Halo, teman-teman, namaku Jonathan Putra, tetapi teman-teman bisa memanggilku Jojo, umurku sepuluh tahun. Aku tinggal bersama orang tua dan kakak perempuan, rumahku di Kecamatan Indramayu.
Ibuku bekerja sebagai ibu rumah tangga dan bapakku bekerja sebagai guru. Bapakku bekerja di Surabaya, pulang setiap dua bulan sekali. Kakakku saat ini sudah kelas dua SMA. Umurku dengan kakakku selisih tujuh tahun. Kegiatan yang aku sukai adalah bermain sepak bola dan membantu pekerjaan ibu di rumah.
Di rumah, aku membantu menyapu, menyiram tanaman, dan mengelap meja dan kursi yang kotor. Aku mengikuti sekolah sepak bola di dekat rumah. Aku senang sekali karena bisa mengasah kemampuan. Aku senang sekali kalau berangkat sekolah naik sepeda, karena bisa bareng bersama teman dan bermain.
Segitu aja perkenalanku, terima kasih.
2. Perkenalan Bahasa Jawa Inggil
I Made Widayasa: Kula nuwun.
[Permisi]
Pak Lurah: Mangga Nak, mangga. Panjenengan saking pundi, Nak?
[Silakan, Nak, silakan. Anda dari mana, Nak?]
I Made Widayasa: Bali, Pak.
[Bali, Pak]
Pak Lurah: : Wah, sampun saged basa Jawi, Nak.
[Wah, sudah bisa berbahasa Jawa, Nak]
I Made Widayasa: Saweg sinau, Pak.
[Baru belajar, Pak]
Pak Lurah: Sampun saé menika. Menapa kersanipun, Nak?
[Itu sudah bagus. Ada keperluan apa, Nak?]
I Made Widayasa: Kula I Made Widayasa, mahasiswa antropologi. Kula badhé damel seratan bab kabudayan lan adat Jawi.
[Saya I Made Widayasa, mahasiswa antropologi. Saya akan membuat tulisan tentang kebudayaan dan adat istiadat Jawa]
Pak Lurah: Lajeng?
[Lalu?]
I Made Widayasa: Kula badhé mondhok ing kampung ngriki sawetawis.
[Saya akan tinggal di kampung sini untuk beberapa lama]
Pak Lurah: Kaleresan, Nak, mangga dipuntepangaken, menika Pak Menggung Praja Kusuma. Pak Menggung, menika wonten mahasiswa ingkang badhé sinau kabudayan Jawi.
[Kebetulan, Nak, mari kenalkan, ini Pak Menggung Praja Kusuma. Pak Menggung, ini ada mahasiswa yang akan mempelajari kebudayaan Jawa]
I Made Widayasa: Ndhèrèk tepang, Pak.
[Kenalkan, Pak]
Pak Menggung: Inggih, Nak. Kula remen sanget panjenengan kersa sinau kabudayan Jawi.
[Ya, Nak. Saya senang sekali anda mau mempelajari kebudayaan Jawa]
I Made Widayasa: Matur nuwun, Pak. Mangké kula badhé sowan Pak Menggung.
[Terima kasih, Pak. Nanti saya akan ke rumah Bapak]
Pak Menggung: Mangga, rawuh kemawon.
[Datang saja, silakan]
3. Perkenalan Bahasa Jawa Krama Madya
Sugeng enjing rencang-rencang sedoyo, Tepangaken nami kulo Adi, lair ing Suroboyo 1 Januari 2006, kulo sakniki sampun umur 16 tahun. Kulo saking SMP Negeri 3 Surabaya, kulo pingin ngelanjutke sekolah ing SMA amarga pingin ngelanjutke Kuliah sakwise lulus SMA.
Kulo niki putra paling mbarep saka tigo saduluran, lan kulo nduweni cita-cita pingin dadi guru utawa dosen sing biso nyetak murid sing pinter-pinter lan duweni kwalitas kanggo bangun negoro. Hobi kulo seneng munggah gunung karo rencang-rencang kulo yen pas prei semesteran. Cukup semanten tetepangan saking kulo. Matur nuwun.
Terjemahan:
Selamat pagi teman-teman sekalian, perkenalkan nama saya Adi lahir di Surabaya 1 Januari 2006, saya sekarang sudah berumur 16 tahun, saya berasal dari SMPN 3 Surabaya, saya ingin melanjutkan sekolah di SMA karena sayang ingin setelah lulus SMA nanti saya lanjut berkuliah.
Saya merupakan anak pertama dari 3 bersaudara, punya cita-cita ingin menjadi guru dan dosen yang bisa mencetak murid yang pintar dan punya kualitas dalam membangun negara di masa depan, hobi saya adalah mendaki gunung bersama teman-teman saya ketika liburan semester.
Cukup sekian perkenalan dari saya. Terima kasih
(ANS)
FAQ
Ada berapa bahasa daerah di Indonesia saat ini?
Sampai saat ini, diketahui ada 718 bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.
Ada berapa tingkatan dalam Bahasa Jawa?
Dalam Bahasa Jawa terdapat 3 tingkatan yaitu, Ngoko, Krama Madya dan Inggil. Setiap tingkatan Bahasa Jawa digunakan sesuai dengan lawan bicaranya.
Apa tingkatan Bahasa Jawa yang digunakan dalam pergaulan?
Ngoko biasanya digunakan dalam pergaulan teman sebaya dan tidak tidak disarankan dalam penggunanya jika berbicara kepada orang yang lebih tua.
