Perubahan Fisik pada Anak Laki-laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pubertas atau biasa disebut puber adalah fase yang menandai peralihan anak-anak menuju masa remaja dan dewasa. Pada periode ini, anak akan mengalami berbagai perubahan, mulai dari fisik, psikologis, hingga seksual.
Menurut buku Perkembangan Anak dan Remaja oleh Yudho Bawono, perubahan fisik menjadi salah satu tanda paling nyata dari masa puber. Anak laki-laki maupun perempuan akan mengalami transformasi tubuh sesuai jenis kelaminnya.
Bagaimana perubahan fisik pada anak laki-laki dan perempuan yang memasuki masa puber? Simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya!
Bagaimana Perubahan Fisik pada Anak Laki-laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?
Masa puber biasanya dimulai di usia 8-9 tahun. Anak-anak yang memasuki fase ini kerap merasa bingung menghadapi perubahan tubuh, terutama pada fisiknya. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memberikan edukasi mengenai pubertas sejak dini.
Mengutip situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut beberapa perubahan fisik pada anak laki-laki dan perempuan yang memasuki masa puber:
1. Tanda Fisik Pubertas pada Anak Laki-laki
Tumbuhnya kumis.
Tumbuhnya rambut pubis atau kemaluan.
Tumbuhnya rambut di area ketiak.
Tumbuhnya jakun dan suara menjadi lebih besar.
Berubahnya volume testi.
Mengalami growth spurt atau pacu tumbuh, yakni anak-anak mengalami percepatan tinggi dan berat badan.
Munculnya jerawat.
2. Tanda Fisik Pubertas pada Anak Laki-laki
Pertumbuhan payudara atau breast budding.
Tumbuhnya rambut pubis.
Tumbuh rambut di area ketika.
Mengalami growth spurt atau pacu tumbuh.
Mulai muncul jerawat.
Pinggul mulai melebar.
Selain perubahan fisik, pubertas juga ditandai oleh perkembangan biologis lainnya, yakni mimpi basah pada anak laki-laki dan menstruasi pertama pada anak perempuan. Perubahan psikis juga kerap terjadi, misalnya anak menjadi lebih senang menyendiri, mudah emosi, atau mengalami penurunan kepercayaan diri.
Baca Juga: Kegiatan Positif yang Dapat Dilakukan untuk Mengisi Masa Pubertas, Apa Saja?
Tahap-tahap Pubertas
Berdasarkan buku Perkembangan Anak dan Remaja oleh Yudho Bawono, ada tiga tahapan dalam pubertas, yaitu:
1. Prapuber
Awal pubertas atau prapuber tumpang tindih dengan akhir masa kanak-kanak. Pada tahap ini, anak akan mengalami perubahan fisik, tetapi alat reproduksinya belum matang.
2. Puber
Masa puber berlangsung antara masa anak hingga remaja. Pada tahap ini, alat reproduksi mulai matang, meski perkembangan tubuh belum sepenuhnya sempurna. Pada perempuan, tahap ini ditandai dengan menstruasi pertama, sedangkan anak laki-laki mengalami mimpi basah.
3. Pasca Prapuber
Di akhir pubertas, organ seksual biasanya sudah matang. Ciri utama masa ini adalah tubuh telah mengalami perkembangan fisik yang lebih lengkap.
(NSF)
