Peserta ANBK Dipilih Berdasarkan Apa? Begini Teknisnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap tahun, Kemdikbud-Ristek akan mengadakan program evaluasi mutu pendidikan yang disebut Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Peserta ANBK dipilih berdasarkan ketentuan yang ditetapkan dalam Petunjuk Teknik (Juknis) Asesmen Nasional.
Daftar pesertanya mencakup murid, seluruh guru, hingga kepala sekolah. Namun, tidak semua murid akan dilibatkan dalam program evaluasi ini.
Menurut informasi Rapor Pendidikan Kemdikbud, murid yang bisa mengikuti evaluasi ANBK untuk jenjang SD/MI/Paket A hanya maksimal 30 orang dari kelas 5. Sementara itu, untuk jenjang SMP/MTS/Paket B, akan dipilih 45 murid dari kelas 8.
Tak jauh berbeda, di jenjang SMA/MA/SMK/Paket C juga melibatkan 45 murid dari kelas 11. Pertanyaannya, pemilihan murid-murid tersebut dilakukan berdasarkan apa?
Teknis Pemilihan Peserta ANBK
Murid yang akan dijadikan peserta ANBK dipilih berdasarkan metode random sampling atau pemilihan sampel secara acak. Mengutip Juknis Asesmen Nasional (AN), proses sampling ini dilakukan oleh sistem di laman BioAN.
Laman BioAN memuat data seluruh calon peserta yang akan diikutkan dalam program evaluasi ANBK. Nantinya, proses sampling akan dilakukan setelah satuan pendidikan memfinalisasi data calon peserta dalam rentang waktu tertentu.
Pihak yang melakukan sampling untuk jenjang SD sederajat dan SMP sederajat adalah petugas pengelola data AN di tingkat kabupaten/kota. Sedangkan untuk SMA sederajat dilakukan oleh petugas di tingkat provinsi dan cabang dinas.
Murid yang terpilih akan diminta mengerjakan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar (Sulingjar).
Lalu, bagaimana jika yang terpilih merupakan murid dengan kebutuhan khusus?
Dalam laman Kemdikbud disebutkan bahwa murid yang tuna rungu tetap dapat mengikuti program evaluasi ini. Sedangkan untuk murid yang memiliki hambatan intelektual atau hambatan lainnya diperbolehkan untuk tidak berpartisipasi. Sebagai contoh, murid di SLB-A (tuna netra), SLB C dan C1 (tuna grahita ringan dan sedang), dan SLB G (tuna ganda).
Tanggal Pelaksanaan Asesmen Nasional 2024
Simulasi pelaksanaan Asesmen Nasional 2024 sudah mulai dilakukan sejak awal bulan Agustus. Simak jadwal selengkapnya berikut ini.
2 - 4 Agustus: Sinkronisasi Simulasi AN SMA, SMK, SMP sederajat
5 - 8 Agustus: Simulasi AN SMA, SMK, SMP sederajat
9 - 11 Agustus: Sinkronisasi Gladi Bersih AN SMA, SMK sederajat
12 - 15 Agustus: Gladi Bersih AN SMA, SMK sederajat
16 - 18 Agustus: Sinkronisasi Pelaksanaan AN SMA, SMK sederajat
19 - 22 Agustus: Pelaksanaan AN SMA, SMK sederajat
24 - 25 Agustus: Pelaksanaan AN Paket C
30 Agustus - 1 September: Sinkronisasi Gladi Bersih AN SMP sederajat
2 - 5 September: Gladi Bersih AN SMP sederajat
6 - 8 September: Sinkronisasi Pelaksanaan AN SMP sederajat
9 - 12 September: Pelaksanaan AN SMP sederajat
14 - 15 September: Pelaksanaan AN Paket B
20 - 22 September: Sinkronisasi Simulasi AN SD sederajat
23 - 26 September: Simulasi AN SD sederajat
11 - 13 Oktober: Sinkronisasi Gladi Bersih AN SD sederajat Tahap I
14 - 17 Oktober: Gladi Bersih AN SD sederajat Tahap I
18 - 20 Oktober: Sinkronisasi Gladi Bersih AN SD sederajat Tahap II
21 - 24 Oktober: Gladi Bersih AN SD sederajat Tahap II
25 - 27 Oktober: Sinkronisasi Pelaksanaan AN SD sederajat Tahap I
28 - 31 Oktober: Pelaksanaan AN SD sederajat Tahap I
2 - 3 November: Pelaksanaan AN Paket A Tahap I
1 - 3 November: Sinkronisasi Pelaksanaan AN SD sederajat Tahap II
4 - 7 November: Pelaksanaan AN SD sederajat Tahap II
9 - 10 November: Pelaksanaan AN Paket A Tahap II
Baca Juga: Apa Itu Simulasi ANBK? Ini Pembahasannya
(DEL)
