Konten dari Pengguna

Pisang Pinugel Artinya Apa? Ini Penjelasannya dalam Primbon Jawa

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pasangan kekasih. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan kekasih. Foto: Unsplash.

Pisang pinugel artinya berkaitan dengan weton jodoh. Dalam Primbon Jawa, weton jodoh digunakan untuk melihat kecocokan pasangan dalam membangun rumah tangga.

Masyarakat tradisional Jawa masih menggunakan pasatoan salaki rabi sebagai pedoman dalam mencari suami atau istri. Dikutip dari buku Kejawen Jurnal Kebudayaan Jawa oleh Universitas Negeri Yogyakarta, pasatoan salaki rabi adalah pedoman mencari jodoh berdasarkan inisial nama, weton, dan neptu.

Weton jodoh pada dasarnya dilakukan dengan menjumlahkan weton sepasang kekasih lalu dibagi dengan angka tertentu. Sisa pembagian itulah yang digunakan untuk mengukur kecocokan pasangan.

Salah satu hasil ramalan weton jodoh dalam primbon adalah pisang pinugel. Lantas, pisang pinugel artinya apa?

Cara Menghitung Weton

Weton adalah gabungan antara neptu hari lahir seseorang (Senin, Selasa, Rabu, dst ) dengan lima hari pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).

Adapun yang dimaksud dengan neptu adalah angka tetapan dari masing-masing hari, baik dalam kalender Masehi maupun kalender Jawa. Berikut acuan neptu hari dan neptu pasaran:

Neptu Hari

  • Minggu: 5

  • Senin: 4

  • Selasa: 3

  • Rabu: 7

  • Kamis: 8

  • Jumat: 6

  • Sabtu: 9

Neptu Pasaran

  • Wage: 4

  • Kliwon: 8

  • Legi: 5

  • Pahing: 9

  • Pon: 7

Sebagai contoh, AK lahir pada 1 September 1997. Dalam kalender Jawa, 1 September 1997 bertepatan dengan Senin Wage. Dengan demikian, AK memiliki neptu 4 + 4 = 8.

Sementara jika ingin menghitung weton jodoh hanya tinggal menjumlahkan neptu diri sendiri dengan neptu pasangan. Misalnya, AK lahir pada 1 September 1997 dan BK lahir pada 9 Mei 1997. Dalam penanggalan Jawa, diketahui AK lahir pada Senin Wage dan BK lahir pada Jumat Wage. Maka hitungannya sebagai berikut:

AK = 4 + 4 = 8

BK= 6 + 4 = 10

Neptu pasangan = 8 + 10 = 18

Baca juga: Arti Datang Bulan Berdasarkan Tanggal Menurut Primbon

Pisang Pinugel Artinya Apa?

Ilustrasi pernikahan. Foto: Unsplash.

Berdasarkan jumlah neptu kelahiran calon pengantin, weton jodoh dapat dibedakan menjadi tibo ganjil (becik) dan tibo hitungan genap (ala). Tibo ganjil didapat apabila neptu ganjil bertemu genap. Sedangkan tibo genap atau ala didapat apabila ganjil bertemu ganjil dan neptu genap bertemu genap.

Konon, hitungan tibo ganjil dipercaya lebih baik dari tibo genap (ala). Masyarakat percaya pasangan yang mendapat tibo genep cenderung menghadapi banyak rintangan dalam rumah tangga.

Hitungan tibo ganjil sendiri dapat dibedakan menjadi tujuh watak berdasarkan angka neptu yang didapat, salah satunya adalah pisang pinugel.

Mengutip buku Novel Pangeran Diponegoro karya Remy Sylado (2008), pinugel diwakili dengan angka neptu 15. Pisang pinugel artinya apabila pasangan yang mendapat neptu tersebut menikah dan hanya memiliki satu anak, maka salah satunya akan kalah.

Jika anaknya laki-laki, maka ayahnya yang kalah. Sedangkan jika anaknya perempuan, maka ibunya yang kalah. Kalah yang dimaksud dapat berupa kalah wibawa, kalah rezeki, atau kalah umurnya.

(GLW)