Konten dari Pengguna

Pola Lantai Tari: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pola lantai tari. Foto: pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pola lantai tari. Foto: pexels

Pola lantai adalah bagian penting dalam suatu tari, khususnya tari tradisional. Pola lantai merupakan garis yang dilalui penari pada saat melakukan gerak tari.

Mengutip buku Analisa Tari oleh Maryono, pola lantai atau gawang dalam sajian tari adalah salah satu unsur yang memberikan kontribusi penting dalam aktualisasi tari.

Sedangkan, mengutip buku Seni Budaya dan Keterampilan oleh Sri Murtono, pola lantai didefinisikan sebagai jalur garis lantai yang dilewati penari, baik penari tunggal, pasangan, maupun kelompok.

Pola lantai disebut juga gerak pindah tempat. Gerak ini dilakukan dengan variasi tertentu. Secara garis besar, pola lantai terbagi menjadi dua bentuk, yakni garis lurus dan garis lengkung.

Pola lantai yang berbentuk lurus misalnya mendatar, maju mundur, dan serong. Sedangkan pola lantai yang melengkung misalnya melingkar dan setengah melingkar.

Pola Lantai Tari Tradisional Indonesia

Ilustrasi pola lantai tradisional. Foto: Pexels

Tari tradisional Indonesia memiliki beragam jenis dan pola gerak yang berbeda, tentu saja pola lantainya pun berbeda. Setiap pola lantai yang dipakai mengandung makna dan pesan yang berbeda.

Tari saman dari Aceh misalnya memiliki pola lantai berbentuk garis lurus. Sedangkan, tari kecak dari Bali memiliki pola lantai berbentuk garis lengkung (melingkar).

Untuk melihat pola lantai berbagai tari nusantara, kita bisa membandingkan dari jumlah penari. Pola lantai kadang membentuk bangun simetris, misalnya segi empat atau segi tiga.

Tari tortor (Batak) misalnya memiliki pola lantai berbentuk segi empat, karena tari tortor dilakukan oleh empat orang. Sedangkan tari beksa kembang dari Banjarmasin memiliki pola segitiga.

(AFM)