Posisi Badan yang Membuat Pelari Semakin Cepat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Posisi badan yang membuat pelari semakin cepat yaitu condong ke depan. Posisi badan condong ke depan akan memberikan daya dorong tambahan bagi tubuh pelari. Dengan begitu, pelari dapat mencapai kecepatan maksimal sampai garis finis.
Lari cepat sendiri merupakan salah satu olahraga atletik yang menekankan pada kecepatan maksimum. Artinya, kemampuan berlari secepat mungkin benar-benar diandalkan untuk memenangkan sebuah pertandingan. Itu mengapa mempelajari teknik dasar lari sangat penting bagi semua pelari.
Teknik dasar lari
Lari selalu diawali dengan sikap badan di awal (start), lalu diikuti dengan gerakan lari, dan diakhiri dengan sikap badan di akhir (finish). Dikutip dari Pendidikan Jasmani dan Kesehatan oleh Asep Kurnia Nenggala, penjelasan lengkap mengenai langkah-langkah dalam berlari adalah sebagai berikut:
Start
Saat akan melakukan start, posisikan badan di belakang garis. Letakkan kedua tangan selebar bahu di tanah, jari telunjuk dan ibu jari membentuk huruf V. Tempatkan salah satu kaki terkuat di depan dan kaki lainnya ditempatkan di belakang, kemudian tekuk keduanya.
Mulailah angkat bagian pantat sehingga badan membungkuk dan kedua kaki masih agak menekuk. Kaki membentuk sudut 90 derajat pada lutut dan kaki yang berada di belakang membentuk sudut 130 derajat pada lutut. Berat badan bertumpu pada kedua tangan.
Gerakan lari
Gerakan lari terdiri dari tiga tahap, yakni:
1. Melompat dengan meluruskan lutut
Awali gerakan dengan gerakan melompat di tempat. Latihan ini dilakukan perlahan dan berulang-ulang pada jarak tertentu. Kaki yang berada di depan memberikan tekanan pada tanah sehingga badan terangkat.
2) Berlari meluruskan lutut.
Kaki mulai diangkat dan lutut diluruskan. Pandangan mengarah ke depan. Kedua lengan digerak-gerakkan ke depan dan ke belakang secara terus menerus.
3) Berlari
Saat mulai berlari, condongkan badan ke depan sambil menggerakkan kaki dengan cepat. Kemudian, tegakkan badan saat berlari dan arahkan pandangan ke depan. Jangan miringkan tubuh ke belakang.
Ada yang namanya fase lari atau percepatan akselerasi. Fase ini adalah ketika pelari menambah kecepatan lari dan melakukan transisi ke gerakan berlari. Dikutip dari buku Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kelas X oleh Nur Hasyim, M.Pd, dkk., sikap-sikap lari pada fase lari percepatan adalah sebagai berikut:
Kaki depan ditempatkan dengan cepat pada telapak kaki untuk membuat langkah pertama.
Condong badan ke depan dipertahankan.
Tungkai-tungkai bawah dipertahankan selalu paralel dengan tanah saat pemulihan.
Panjang langkah dan frekuensi gerak langkah meningkat setiap langkah.
Badan ditegakkan setelah jarak 20-30 meter.
Finish
Lari diakhiri dengan cara mendorongkan badan ke depan atau menggerakkan tubuh bagian depan (dada) hingga tali atau garis batas akhir lari. Teknik memasuki garis finish adalah:
Membusungkan dada ke depan saat menjelang garis finish.
Salah satu bahu dijatuhkan ke depan bawah, saat masih dalam posisi lari.
(ULY)
