Konten dari Pengguna

Posisi Strategis Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan Lima Pilar Utamanya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peta Indonesia. Foto: Istock
zoom-in-whitePerbesar
Peta Indonesia. Foto: Istock

Secara geografis, negara Indonesia terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia serta diapit oleh Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Karena posisinya yang strategis, negara Indonesia pun menjadi inti dari jalur perdagangan dan transportasi negara-negara di dunia.

Hal ini juga yang mendasari Presiden Joko Widodo (Jokowi) merancang konsep Indonesia sebagai poros maritim dunia. Mengutip laman Portal Informasi Indonesia, hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi kepada masyarakat internasional pada 13 November 2014 dalam pertemuan East Asia Summit ke-9 di Nay Pyi Taw, Myanmar.

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi berkata bahwa pusat ekonomi dan politik dunia pada abad ke-21 sedang menuju ke arah Asia Timur. Karenanya, sekitar 40 persen perdagangan dunia akan berfokus di kawasan ini dan Indonesia berada tepat di tengah.

“Pusat gravitasi geoekonomi dan geopolitik dunia sedang bergeser dari Barat ke Asia Timur. Sekitar empat puluh persen perdagangan dunia ada di kawasan ini. Negara-negara Asia sedang bangkit, Indonesia berada tepat ditengah-tengah proses perubahan strategis itu, baik secara geografis, geopolitik, maupun geoekonomi,” kata Presiden Jokowi saat itu.

Lima Pilar Utama Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia

Peta Indonesia. Foto: Istock

Demi mewujudkan konsep Indonesia sebagai poros maritim dunia, Presiden Jokowi telah merancang lima pilar utama yang juga merupakan bentuk tawaran kerjasama Indonesia kepada dunia. Berikut lima pilar utamanya berdasarkan laman resmi Kominfo:

  1. Pembangunan kembali budaya maritim Indonesia.

  2. Berkomitmen dalam menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut melalui pengembangan industri perikanan dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama.

  3. Komitmen mendorong pengembangan infrastruktur serta konektivitas maritim dengan membangun tol laut, pelabuhan laut, logistik, industri perkapalan, dan pariwisata maritim.

  4. Diplomasi maritim yang mengajak semua mitra Indonesia untuk bekerja sama pada bidang kelautan.

  5. Membangun kekuatan pertahanan maritim.

Potensi Sumber Daya Kelautan Indonesia

Illustrasi Sumber Daya Kelautan. Foto: Freepik

Wilayah laut Indonesia mencapai 5,8 km² dengan garis pantai sepanjang 81.000 km yang merupakan terpanjang kedua di dunia. Dengan fakta tersebut, Indonesia mempunyai potensi sumber daya kelautan yang sangat besar.

Merujuk buku Pasti Bisa Geografi untuk SMA/MA Kelas XI oleh Tim Ganesha Operation, potensi sumber daya laut Indonesia tidak hanya berupa ikan, tetapi juga bahan tambang, seperti minyak bumi, nikel, emas, bauksit, pasir, bijih besi, dan timah yang berada di bawah permukaan laut.

1. Perikanan Tangkap dan Perikanan Budi Daya

Perikanan laut merupakan salah satu sumber daya laut dengan potensi terbesar di Indonesia. Laut Indonesia memiliki angka potensi lestari mencapai 6,4 juta ton per tahun. Potensi lestari adalah potensi penangkapan ikan yang masih dapat melakukan regenerasi, sehingga jumlah ikan yang ditangkap tidak akan mengurangi populasi ikan.

Selain yang tersedia di lautan, penduduk Indonesia juga melakukan budi daya ikan, terutama di daerah pesisir. Di pantai utara Pulau Jawa, banyak masyarakat yang mengembangkan usaha budi daya ikan dengan menggunakan tambak. Jenis yang dikembangbiakkan biasanya ikan bandeng dan udang.

2. Hutan Mangrove (Hutan Bakau)

Berdasarkan data UNESCO, jumlah hutan mangrove di Indonesia mencapai angka 3.716.000 ha. Rinciannya, luas hutan mangrove di Papua adalah 3,7 juta ha, Kalimantan sekitar 165 ribu ha, Sumatra mencapai 417 ha, Sulawesi mencapai 53 ribu ha, Jawa sekitar 34,4 ribu ha, serta Bali dan Nusa Tenggara sekitar 3,7 ribu ha.

Hutan mangrove sebagai potensi sumber daya kelautan di Indonesia mempunyai fungsi ekologis dan ekonomi. Fungsi ekologisnya adalah sebagai habitat (tempat hidup) binatang laut untuk berlindung, mencari makan, dan berkembang biak. Adapun fungsi ekonomisnya berupa kayu pepohonan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas.

3. Terumbu Karang

Indonesia merupakan negara dengan jumlah terumbu karang terluas di dunia. Luasnya mencapai 284,3 ribu km² atau setara dengan 18 persen dari terumbu karang yang ada di seluruh dunia.

Keanekaragaman hayati terumbu karang sebagai potensi sumber daya laut di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dengan 2.500 jenis ikan, 2.500 jenis moluska, 1.500 jenis udang-udangan, dan 590 jenis karang.

4. Pertambangan dan Energi

Potensi sumber daya pertambangan dan energi kelautan tersebar di seluruh perairan Indonesia. Mulai dari minyak dan gas bumi, timah, emas dan perak, pasir kuarsa, monasit dan zirkon, pasir besi, agregat bahan konstruksi, posporit, nodul dan kerak mangan, kromit, gas biogenic kelautan, hingga mineral hydrothermal.

5. Pariwisata Bahari

Potensi sumber daya kelautan serta keanekaragaman flora dan fauna yang ada di Indonesia dapat dikembangkan menjadi komoditas pariwisata. Bisa untuk wisata bisnis, wisata pantai, wisata budaya, wisata pesiar (cruise zurisme), wisata alam, dan wisata olahraga.

(NDA)