Konten dari Pengguna

Prediksi BMKG: Gempa Susulan di NTT Akan Terjadi hingga 3-4 Pekan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto udara bangunan rumah yang rusak akibat gempa bumi di kawasan Ranting, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara bangunan rumah yang rusak akibat gempa bumi di kawasan Ranting, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Aktivitas gempa bumi susulan masih terus terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gempa susulan akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

Sejumlah wilayah turut terdampak, di antaranya Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Ende, Flores Timur, Jeneponto, Bima, Dompu, hingga Wajo. Mengingat aktivitas gempa susulan masih berpotensi terjadi, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah panik.

Masyarakat juga diminta terus memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah sebagai langkah antisipasi. Lantas, bagaimana prediksi BMKG mengenai aktivitas gempa susulan di NTT dalam beberapa pekan ke depan? Berikut informasi selengkapnya.

Prediksi Gempa Susulan di NTT

Masjid Nurul Huda rusak akibat gempa bumi di Reok, Nusa Tenggara Timur, Selasa (18/8/2026). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Berikut prediksi BMKG terkait gempa susulan di NTT dan kondisi terkini korban terdampak pascagempa:

Gempa Susulan Berlangsung hingga 3-4 Pekan

Dikutip dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) diperkirakan masih akan terjadi hingga tiga sampai empat pekan ke depan.

Hingga Selasa, 18 Agustus 2026, BMKG mencatat sebanyak 2.119 gempa susulan (aftershock) terjadi dengan magnitudo M1,3 hingga M6,2.

"Berdasarkan data sementara gempa susulan ini akan berakhir 3-4 minggu ke depan," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8).

Dari ribuan gempa susulan tersebut, BMKG mencatat sebanyak 24 kejadian berkekuatan magnitudo di atas 5. Sementara itu, sebanyak 70 gempa susulan dilaporkan getarannya dirasakan oleh masyarakat.

Jumlah Korban Luka Capai 1.182 Orang

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto meninjau lokasi pengungsian gempa di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Foto: Polri

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban luka akibat gempa magnitudo 7,7 di NTT mencapai 1.182 orang. Data tersebut disampaikan dalam konferensi pers Update Penanganan Pascagempa M7,7 NTT 2026 yang disiarkan melalui YouTube BNPB pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Korban meninggal dunia, luka-luka, dan pengungsi tersebar di tujuh wilayah terdampak, yaitu:

  • Ngada

  • Manggarai Timur

  • Manggarai

  • Manggarai Barat

  • Ende

  • Sikka

  • Nagekeo

Imbauan BMKG untuk Masyarakat Terdampak

Warga mengamati kondisi rumahnya yang rusak akibat gempa bumi di kawasan Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak gempa untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Berikut sejumlah imbauan yang perlu diperhatikan masyarakat pascagempa:

  • Tetap tenang dan tidak mudah panik dalam menghadapi kondisi pascagempa.

  • Waspadai kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan.

  • Hindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat gempa.

  • Ikuti sosialisasi dan edukasi yang disampaikan BMKG maupun pihak berwenang.

Pantau pembaruan informasi gempa melalui media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, inatews.bmkg.go.id, serta aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG.

BMKG akan terus memantau aktivitas gempa susulan dan menyampaikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.

Baca Juga: BMKG: 2.119 Gempa Bumi Susulan Terjadi di NTT

(ANB)