Profil Eddie Van Halen, Gitaris Berdarah Indonesia yang Meninggal karena Kanker

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Legenda musik rock dunia, Eddie Van Halen meninggal dunia pada Selasa (9/7) pagi waktu Amerika Serikat. Kabar ini disampaikan oleh sang putra, Wolfgang Van Helen melalui Twitter. Ia mengunggah foto Eddie Van Halen disertai pernyataan bahwa sang ayah telah berpulang akibat kanker.
“Saya tidak percaya saya harus menulis ini, tetapi ayah saya, Edward Lodewijk Van Halen, telah kalah dalam pertempuran yang panjang dan sulit melawan kanker pagi ini. Dia adalah ayah terbaik. Setiap momen yang saya habiskan bersamanya di panggung maupun di luar panggung adalah sebuah anugerah”, tulis pria yang kini menjadi bassis band Van Halen ini.
Untuk mengenang sang legenda, berikut adalah profil Eddie Van Halen, gitaris legendaris yang ternyata punya darah Indonesia.
Ibunya Berasal dari Rangkasbitung
Edward Lodewijk van Halen lahir di Amsterdam, 26 Januari 1955. Sang ayah, Jan van Halen merupakan pemain klarinet, saxofon, dan pianis yang kerap keliling dunia. Saat bertandang ke Indonesia, Jan van Halen bertemu dengan Eugenia Beers, seorang Indo asal Rangkasbitung.
Mereka menikah dan pindah ke Belanda. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang putera, yakni Alex Van Halen dan Eddie Van Halen.
Pentolan Band Van Halen
Pada 1972, Eddie dan Alex Van Halen membentuk sebuah band rock bernama Van Halen. Dari tahun 1974 sampai 1985, Van Halen digawangi Eddie Van Halen sebagai gitaris, Alex Van Halen sebagai drummer, David Lee Roth sebagai vokalis, dan Michael Anthony sebagai bassis.
Album perdananya, Van Halen, meraih posisi 19 di tangga musik pop Billboard. Tak heran jika pada awal 1980-an, Van Halen sudah menjadi salah satu band rock paling sukses.
Bersama Van Halen, Eddie mempopulerkan lagu-lagu yang hingga saat ini masih didengar dan dimainkan oleh pecinta rock di seluruh dunia, seperti lagu Jump dan Why Can’t This Be Love.
Tidak banyak orang tahu, Eddie Van Halen juga merekam permainan gitarnya untuk lagu “Beat It” yang dinyanyikan oleh Michael Jackson. Majalah Rolling Stone menempatkan Eddie Van Halen di urutan 8 dalam daftar 100 gitaris terhebat sepanjang masa.
Riwayat Penyakit Eddie Van Halen
Dikutip dari TMZ, Eddie Van Halen berjuang melawan kanker selama lebih dari satu dekade. Meski Eddie dikenal sebagai perokok berat selama bertahun-tahun, ia yakin kanker tenggorokan yang dideritanya berasal dari pick gitar metal yang sering ia taruh di mulutnya sejak lebih dari 20 tahun yang lalu.
Eddie juga sering bolak balik Amerika Serikat dan Jerman selama lima tahun untuk perawatan kemoterapi. Pada November 2019, ia dilarikan ke rumah sakit karena masalah usus.
72 jam sebelum kematiannya, kondisi kesehatan Eddie menurun drastis. Dokter menemukan bahwa kanker paru-parunya telah menyebar ke otak dan organ lainnya.
(ERA)
