Konten dari Pengguna

Profil Ismail Marzuki, Komponis Tanah Air yang Jadi Google Doodle Hari Ini

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ismail Marzuki di laman Google Doodle Foto: Google Doodle
zoom-in-whitePerbesar
Ismail Marzuki di laman Google Doodle Foto: Google Doodle

Google Doodle turut menyambut Hari Pahlawan dengan menghadirkan ilustrasi Ismail Marzuki di laman utamanya pada hari ini, Rabu (10/11). Ilustrasi tersebut dirancang oleh salah satu seniman Tanah Air, Ykha Amelz.

Dalam ilustrasi itu, tampak sosok Ismail Marzuki yang sedang bermain biola. Dia tampil rapi dengan kemeja berwarna putih dan dasi berwarna biru. Di sekitarnya, terdapat gambar kertas dengan beberapa not balok. Wajah Ismail Marzuki menggantikan dua huruf o dalam kata “Google”.

Ismail Marzuki dikenal sebagai komponis kebanggaan Tanah Air yang turut mewarnai sejarah kemerdekaan bangsa dengan lagu-lagunya yang patriotik. Tdak heran jika namanya diabadikan sebagai pusat seni di Kota Jakarta, yakni Taman Ismail Marzuki.

Untuk mengenang sosok komponis besar ini, mari simak profil Ismail Marzuki berikut.

Ismail Marzuki. Foto: Putri Sarah Arifira/kumparan

Profil Ismail Marzuki

Ismail Marzuki lahir pada 11 Mei 1914 di Kwitang, tepatnya di kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Mengutip buku 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia tulisan Floriberta Aning S. (2005), ayah Ismail, yakni Marzuki, merupakan seorang pemilik bengkel mobil sukses. Sedangkan, ibunya meninggal dunia usai Ismail Marzuki lahir.

Musisi yang akrab disapa Mail tersebut menapaki jenjang karier yang berbeda dari sang ayah. Dia menekuni dunia musik sejak usianya masih belia. Ismail Marzuki memang dianugerahi talenta yang luar biasa. Dirinya tidak hanya ahli menulis lagu, namun juga jago bermain alat musik dan memiliki suara merdu.

Ketika berusia 17 tahun, ia bahkan sudah mampu mengarang lagu bertajuk “O Sarinah”. Lalu pada 1936, dirinya bergabung dengan perkumpulan orkes musik Lief Java sebagai pemain gitar, saxophone, dan harmonium pompa.

Empat tahun kemudian, Ismail Marzkui membangun bahtera rumah tangga bersama seorang primadona klub musik asal Bandung, Eulis Zuraidah. Keduanya mengadopsi Rachmi yang merupakan keponakan Eulis.

Saat Jepang menjajah Nusantara, Ismail Marzuki aktif dalam orkestra radio pada Hozo Kanri Keyku Radio Militer Jepang. Setelah Indonesia merdeka, ia masih berkecimpung di dunia musik lewat Radio Republik Indonesia (RRI). Pada 1947, beliau memutuskan untuk hengkang dari RRI yang dikuasai oleh Belanda.

Ismail Marzuki akhirnya bergabung kembali dengan RRI ketika stasiun radio tersebut sudah diambil alih oleh Indonesia. Pada 1955, lagu Pemilihan Umum ciptaannya diperdengarkan untuk pertama kalinya.

Selama berkarier di dunia musik, Ismail Marzuki telah melahirkan berbagai karya. Sebut saja lagu “Roselani”, “Panon Hideung”, “Rayuan Pulau Kelapa”, “Keroncong Serenata”, “Hari Lebaran”, “Lenggang Bandung”, hingga “Juwita Malam”.

Tidak sampai disitu, Ismail juga telah menciptakan lagu-lagu bertema perjuangan, seperti “Gugur Bunga”, “Indonesia Tanah Pusaka”, dan “Halo-halo Bandung”. Lagu tersebut dikarang olehnya dengan semangat nasionalisme yang luar biasa.

Pada 22 Mei 1958, Ismail Marzuki meninggal dunia di usia 44 tahun karena penyakit paru-paru yang dideritanya. Dirinya dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet, Bivak, Jakarta.

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Siapakah Bapak Ismail Marzuki?

chevron-down

Ismail Marzuki merupakan komponis besar Tanah Air yang telah menciptakan sejumlah lagu nasional.

Apa Peran Ismail Marzuki?

chevron-down

Ismail Marzuki telah menciptakan banyak lagu patriotik untuk membakar semangat pejuang yang berusaha merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.

Apa Saja Lagu yang Diciptakan Ismail Marzuki?

chevron-down

Ada banyak lagu yang diciptakan Ismail Marzuki, di antaranya “Halo-halo Bandung”, “Rayuan Pulau Kelapa”, “Hari Lebaran”, dan lain sebagainya.