Profil Joko Susilo, Pelatih Baru Timnas Wanita Indonesia

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PSSI telah resmi menunjuk Joko Susilo sebagai pelatih sementara (interim) Timnas Wanita Indonesia untuk menghadapi ajang Piala AFF Wanita 2025. Ajang tersebut akan berlangsung di Vietnam pada 6-19 Agustus 2025.
Keputusan ini merupakan bagian dari transisi usai pelatih asal Jepang, Satoru Mochizuki (Coach Mochi), dialihkan tugasnya ke divisi pengembangan sepak bola wanita. Sementara itu, PSSI masih dalam proses mencari pelatih kepala baru yang rencananya tetap berasal dari Jepang.
Lantas, seperti apa rekam jejak Joko Susilo sebelum ditunjuk sebagai pelatih sementara Timnas Putri Indonesia? Berikut profil singkat dan perjalanan kariernya dalam dunia kepelatihan sepak bola.
Profil Joko Susilo
Joko Susilo lahir di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, 9 Desember 1970. Namanya sudah tak asing lagi di dunia sepak bola Indonesia, khususnya bagi para pencinta Arema FC.
Berdasarkan data dari Transfermarkt, Joko memulai kariernya sebagai pelatih tim junior Arema pada tahun 2005. Dua tahun berselang, ia naik jabatan menjadi asisten pelatih tim utama.
Kariernya pun terus berkembang. Ia beberapa kali dipercaya menangani skuad utama Arema, serta sempat melatih sejumlah klub lain seperti Persik Kediri, PSG Pati, dan menjadi bagian dari staf pelatih Timnas Indonesia pada tahun 2019.
Meski pernah berpindah ke klub-klub lain, nama Joko tetap identik dengan Arema. Kedekatannya dengan klub asal Malang itu membuatnya selalu diingat oleh para pendukung fanatik Singo Edan, Aremania.
Sepanjang kariernya sebagai pelatih kepala, Joko Susilo baru sekali meraih gelar juara, yakni saat membawa Arema jadi juara Piala Menpora 2013. Kala itu, ia dipercaya sebagai pelatih sementara dan sukses mempersembahkan trofi untuk Arema.
Sejak saat itu, tak ada lagi gelar yang diraih sebagai pelatih kepala. Namun, rekam jejak dan reputasinya tetap membuat namanya menjadi salah satu pelatih berpengalaman yang layak diperhitungkan di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, perjalanan karier Joko memang mengalami pasang surut. Setelah meninggalkan Persik Kediri pada musim 2021, ia menerima tantangan baru dengan melatih tim-tim Liga 2 seperti PSG Pati dan PSKC Cimahi.
Memasuki awal tahun 2025, Joko ditunjuk menjadi pelatih kepala Persinga Ngawi yang bermain di Liga 4. Bisa dibilang, ini adalah momen titik terendah dalam karier profesionalnya sebagai pelatih.
Namun perlahan, ia mulai membangun kembali reputasinya. Momentumnya adalah ketika ia diperkenalkan sebagai pelatih RANS Nusantara FC. Selain itu, ia juga terlibat aktif dalam program kursus kepelatihan, termasuk sebagai instruktur lisensi B PSSI.
Jika melihat perjalanannya, Joko Susilo bisa disebut sebagai spesialis pelatih interim. Di Arema, ia tercatat tiga kali ditunjuk menjadi pelatih sementara.
Namun setelah mengantongi lisensi A Pro, perannya mulai bergeser. Ia kerap menjadi pelatih pengganti di tengah musim, menangani tim yang komposisinya sudah terbentuk.
Ini juga bukan kali pertama ia terlibat dalam tim kepelatihan Timnas Indonesia. Seperti yang disebutkan, pada tahun 2019, ia sempat menjadi asisten pelatih di bawah kepemimpinan Simon McMenemy.
Sayangnya, masa tugasnya kala itu hanya berlangsung sekitar satu setengah bulan. Setelah itu, kursi pelatih kepala diisi oleh Shin Tae-yong.
Baca Juga: Bagaimana Cara Melakukan Throw In dalam Permainan Sepak Bola? Ini Penjelasannya
Cari tahu perkembangan sepak bola wanita Indonesia dan dunia hanya di Instagram @kumparanbolanita
(ANB)
