Profil Listyo Sigit Prabowo, Kapolri Pengganti Idham Azis
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Presiden Joko Widodo resmi melantik Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) hari ini, Rabu (27/1). Ia menggantikan Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun 1 Februari mendatang.
Listyo Sigit ditetapkan setelah melalui rangkaian fit and proper test atau uji kelayakan oleh Komisi III DPR. Dalam tes tersebut, Sigit mengemukakan beberapa program yang ia usung apabila diangkat menjadi Kapolri.
Di antaranya adalah kebijakan agar Polantas tidak lagi melakukan tilang dan pengurusan SIM dan STNK dengan sistem delivery. Ini sejalan dengan konsep Transformasi Polri 4.0 yang diusungnya.
Untuk mengenal sosok Komjen Listyo Sigit Prabowo lebih dekat, simak profil lengkapnya berikut ini:
Profil Listyo Sigit Prabowo
Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku pada 5 Mei 1969. Ia mengawali karier di kepolisian dengan menjadi taruna di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1991. Ia kemudian melanjutkan studi magister di Universitas Indonesia dengan tesis bertema penanganan konflik etnis di Kalijodo.
Sebelum diangkat sebagai Kapolri, pria yang kini berusia 51 tahun ini telah menduduki sejumlah posisi penting. Pada 2009, ia menjadi Kapolres Pati. Satu tahun kemudian, Listyo dimutasi sebagai Kapolres Sukaharjo.
Selanjutnya, Listyo diangkat menjadi Wakapolrestabes Semarang sebelum menjabat sebagai Kapolresta Surakarta. Listyo Sigit kerap diidentikan dengan istilah 'geng Solo'. Sebab saat dirinya menjadi Kapolres Surakarta, Jokowi menjabat sebagai wali kota Solo. Sejak saat itu Jokowi dan Sigit kerap berkomunikasi.
Ia kemudian dimutasi ke Jakarta untuk mengisi posisi Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri. Saat Jokowi terpilih sebagai presiden pada 2014, Listyo dipercaya sebagai ajudan.
Karier Listyo Sigit semakin bersinar setelah menjadi ajudan Jokowi. Pada 2018, ia menjabat sebagai Kapolda Banten menggantikan Brigjen Pol Ahmad Dofiri.
Ia kemudian menjadi Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri pada 13 Agustus 2018 dan Kabareskrim Polri sejak 6 Desember 2019.
Kasus yang Ditangani Listyo Sigit Prabowo
Saat menjadi Kapolres Solo, ia pernah menangani kasus bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Solo, Jawa Tengah. Sejumlah kasus besar pun berhasil ia ungkap saat menjabat sebagai Kabareskrim.
Di bawah kepemimpinannya, Bareskrim Polri berhasil menangkap buronan kasus cassie Bank Bali, Djoko Tjandra. Kasus ini turut menyeret nama dua jenderal polisi, yakni Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte.
Bareskrim kemudian berhasil mengamankan delapan tersangka kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung serta menangkap dua tersangka penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.
(ERA)

