Profil Menantu Sultan Brunei yang Dicopot Gelar Kerajaannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah mencabut gelar kerajaan yang disandang menantu perempuannya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah. Keputusan tersebut diambil setelah Pengiran Raabi'atul menunjukkan perilaku yang dianggap tidak pantas bagi seorang istri anggota keluarga kerajaan.
Dikutip dari New Straits Times, keputusan tersebut diumumkan Kantor Kepala Protokol Kerajaan melalui pernyataan yang dirilis pada 8 Agustus 2026. Gelar yang dicabut dari Pengiran Raabi'atul adalah “Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri”.
Kabar tersebut sontak menarik perhatian publik. Lantas, seperti apa sosok menantu Sultan Brunei Darussalam tersebut? Berikut profil Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah.
Profil Raabi'atul Adawiyyah
Berdasarkan informasi dari laman The Royal Forums, Global Times, dan berbagai sumber lainnya, berikut profil Raabi'atul Adawiyyah, mulai dari latar belakang pendidikan, karier, kehidupan keluarga, hingga aktivitasnya sebagai anggota keluarga kerajaan Brunei:
Menempuh Pendidikan dan Berkarier di Bidang Teknologi
Raabi'atul Adawiyyah lahir pada 27 Oktober 1992 dan merupakan anak kedua dari 10 bersaudara. Ia mulai menempuh pendidikan pada 1997 saat berusia enam tahun di sejumlah sekolah bergengsi di Brunei.
1997-2003: Bersekolah di Al-Falaah School.
Setelah 2003: Melanjutkan pendidikan di Rimba I Primary School, Menglait Secondary School, dan Rimba Secondary School.
2012: Menyelesaikan pendidikan formal.
Setelah lulus pada 2012, Raabi'atul sempat bekerja di sebuah perusahaan konsultan teknologi informasi ternama di Brunei sebagai System Data Analyst. Setahun kemudian, ia bergabung dengan HAD Technologies sebagai IT Instructor, yang juga bergerak di bidang teknologi informasi.
Aktif dalam Kegiatan Keagamaan Sejak Muda
Selain menekuni bidang teknologi informasi, Raabi'atul juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan sejak usia muda, terutama kompetisi membaca Al-Qur'an. Ia beberapa kali mewakili sekolahnya dalam berbagai perlombaan keagamaan.
Beberapa kegiatan yang pernah diikutinya di antaranya:
2005: Mewakili sekolah dalam kompetisi membaca Al-Qur'an saat berusia 13 tahun.
2008: Mengikuti Skim Tilawah Al-Qur'an Remaja.
2008: Mengikuti kompetisi nasional Dikir Dabai'ie antarsekolah menengah di seluruh Brunei.
Menikah dengan Pangeran 'Abdul Malik
Raabi'atul menikah dengan Pangeran 'Abdul Malik pada April 2015 dalam rangkaian upacara kerajaan yang digelar di Istana Nurul Iman. Pernikahan tersebut membuat Raabi'atul resmi menjadi bagian dari keluarga kerajaan Brunei.
Mendampingi Suami dalam Agenda Kerajaan
Setelah menikah, Raabi'atul mulai menjalankan sejumlah kegiatan sebagai anggota keluarga kerajaan. Ia mendampingi Pangeran 'Abdul Malik dalam kunjungan resmi ke Singapura pada 2016 serta menghadiri sejumlah agenda kerajaan di Brunei.
Ia juga beberapa kali tampil bersama suaminya dalam kegiatan resmi yang mewakili Sultan Brunei, termasuk menghadiri acara pemberian penghargaan kepada masyarakat pada 2017.
Gelar Kerajaan yang Kini Dicabut
Dalam berbagai dokumentasi resmi sebelum pencabutan gelar, Raabi'atul masih menyematkan gelar “Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri”. Namun, gelar tersebut kini tidak lagi melekat pada namanya setelah keputusan Sultan Hassanal Bolkiah berlaku.
Hingga kini, pemerintah Brunei belum menjelaskan secara rinci tindakan yang disebut sebagai perilaku tidak pantas tersebut. Informasi yang telah dikonfirmasi sejauh ini baru mencakup pencabutan gelar dan alasan umum yang disampaikan pihak kerajaan.
Baca Juga: Sultan Brunei Angkat Pangeran Abdul Mateen Jadi Menlu
(ANB)
