Profil Siti Latifah Herawati Diah yang Menjadi Google Doodle Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Google doodle hari ini, Minggu (3/4) menampilkan sosok perempuan Indonesia bernama Siti Latifah Herawati Diah. Beliau merupakan seorang jurnalis sekaligus istri dari pendiri Harian Merdeka, B.M Diah.
Siti Latifah Herawati Diah dikenal sebagai tokoh pers nasional. Selain menjadi jurnalis, beliau juga menjadi saksi sekaligus pelaku dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
Herawati, panggilan akrabnya, banyak mengenyam pendidikan tinggi di beberapa negara. Setelah lulus dari Eupopeesche Lagere School (ELS) di Salemba, beliau melanjutkan pendidikannya di American High School, Tokyo.
Kemudian, beliau berangkat ke Amerika untuk meneruskan studinya di Barnard College. Atas dorongan ibunya, Herawati mendalami ilmu sosiologi dan berhasil lulus pada tahun 1941.
Penasaran dengan sosoknya? Berikut profil Siti Latifah Herawati Diah selengkapya yang menjadi Google Doodle hari ini .
Profil Siti Latifah Herawati Diah
Siti Latifah Herawati Diah lahir pada 3 April 1917 di Tanjung Pandan, Kepulauan Bangka Belitung. Beliau merupakan anak dari pasangan Raden Latip, seorang dokter yang praktik di Billiton Maatschappij, dan Siti Aminah.
Semasa hidupnya, Herawati banyak berjasa pada perkembangan pers Indonesia. Dikutip dari buku Chairil Anwar: Bagimu Negeri Menyediakan Api terbitan Tempo, beliau merupakan orang pertama yang mendirikan harian berbahasa Inggris bernama Indonesian Observer.
Surat kabar tersebut pertama kali diterbitkan di Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung. Indonesian Observer mampu bertahan dalam waktu yang cukup lama, yakni sekitar 84 tahun.
Bicara soal perjalanan karier Herawati, ternyata beliau sempat berprofesi sebagai wartawan lepas di kantor berita United Press International (UPI). Ia juga pernah menjadi penyiar radio di Hosokyoku dalam waktu yang cukup lama.
Di bidang jurnalistik, Herawati dikenal sebagai sosok yang cerdas dan gigih. Sederet prestasi sudah diraihnya, termasuk “Lifetime Achievement” yang diberikan oleh PWI pusat.
Beliau pernah menjadi delegasi Indonesia yang dikirim ke India pada tahun 1947. Dijelaskan dalam Bakti News Edisi 19 terbitan Bakti, pada kesempatan ini Herawati berhasil mewawancarai pemimpin besar India, Mahatma Gandhi.
Di usia 90 tahun, bersama Fuad Hasan mantan Menteri Pendidikan, ia mendirikan Lingkar Budaya Indonesia. Herawati juga mendirikan Komisi Nasional Perempuan, Yayasan Bina Carita Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan untuk anak-anak tidak mampu.
Herawati meninggal dunia pada 30 September 2016 di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, di samping makam sang suami, BM Diah
Tampilnya Herawati dalam Google Doodle hari ini disebut untuk merayakan hari kelahiran beliau yang ke-105. Ini dilakukan untuk mengapresiasi jasanya dalam mendirikan organisasi yang bisa membangun Indonesia.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa prestasi yang diraih Siti Latifah Herawati Diah?

Apa prestasi yang diraih Siti Latifah Herawati Diah?
Beliau mendapatkan penghargaan “Lifetime Achievement” dari PWI pusat.
Siapa suami Siti Latifah Herawati Diah?

Siapa suami Siti Latifah Herawati Diah?
Pendiri Harian Merdeka, B.M Diah.
Kapan tanggal lahir Siti Latifah Herawati Diah?

Kapan tanggal lahir Siti Latifah Herawati Diah?
Siti Latifah Herawati Diah lahir pada 3 April 1917 di Tanjung Pandan, Kepulauan Bangka Belitung.
